Wednesday, 3 May 2017

Petir, Antara Takut Dan Harap




Suara guntur  sambung  menyambung sejak asar tadi. Angin menerbangkan horden kamar perlahan. Kelihatan pekat di luar  terbelah cahaya , cukup menyakitkan mata.

Putra terkecil saya sedang menyiapkan kamera. Untung-untungan kalau dapat gambar kilatan petir berserabut panjang, seperti akar raksasa.

Saya bilang...
"Mama takut! Pekat dan kilat selalu mengingatkan  mi'raj Rasulullah. Beliau lihat siksaan bagi manusia yang selama di dunia  kadang beriman, kadang kufur. Ia  tenggelam di kegelapan. Melihat tangannya  pun tak mampu.
Dalam perih sesal cuma bisa menanti cahaya kilat yang bisa menambah satu langkah. Entah  berapa ribu tahun lagi ia sampai ke tempat  aman dan terang? Atau tak akan pernah sampai?


"Kalau kamu ingat apa,Nak?"

"Saya ingat cerita Rasul tentang jenazah yang baru masuk kubur , Malaikat datang dengan suara gelegarnya melebihi halilintar" Jawabnya sambil siapkan tripot.

Saya membayangkan malaikat  memegang cemeti berbentuk akar raksasa seperti gambar di atas.
Nauzu billahi min zalik!


Kenapa doa saat hujan angin mudah terijabah?  Karna hati sedang dekat dengan penciptanya. Diri merasa keciil diantara dahsyatnya gelegar dan kecepatan cahaya. Sekejap kilatan mengandung 300 juta volt. Cukup untuk menyalakan lampu neon 100 watt selama setahun.

Entah di rumah, atau saat berteduh di pingir jalan, suara hujan petir melambungkan takut dan harap manusia.
2 rasa yang Allah suka  bila ada dalam dada kita. Bayna khauf wa roja'

Kata petir dalam surah Al-Baqarah, menggambarkan manusia yang  menutup telinga kuat-kuat dari  kebenaran. Sedang di surah Ar-Ra'd, petir  itu berzikir memuji kebesaran Allah. Manusia selalu berselisih tentang Allah. Padahal Allah maha keras siksaNya.

Ada petir dan kerasnya siksaan Allah dalam satu ayat..







Wednesday, 5 April 2017

Tulisan Untuk MIZAN


AYAH HEBAT

Ponsel berbunyi dari nomor asing. Suara di seberang sana kedengaran tergesa-gesa dan singkat. "Tolong informasikan ke teman dan saudara, supaya nomor saya dihapus dari grup WA dan daftar nomor telepon. Saya kehilangan Hp dan si pencuri menghubungi nomor yang ada untuk  meminta uang!"

Musibah datang tak kenal siapa dan di mana.  tak hanya dia yang kena musibah kehilangan, teman teman pun mendapat imbas buruknya.

Al Hasan seorang 'alim memohon : "Ya Allah, kami tak berdaya menolak bahaya dari diri kami, meski datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara apa yang kami ketahui"

Semoga doa ini bisa jadi penguat para ayah ketika harus  melapangkan  hati istri dan anak dalam menghadapi kehilangan baik kecil mau pun besar.


IBU BIJAK

Peristiwa ini sering terjadi tanpa disadari.  Begitu penumpang perempuan masuk ke dalam kendaraan umum, langsung mata penumpang perempuan lain tertuju ke sana. Dilihat dari pakaian, sepatu, tas, sampai saat orang itu membuka dompetnya. Cukup satu sapuan mata, semua terangkum.

"Ah, nggak apa-apa. Kita kan nggak menggibahi dia. Nggak berdosa, kan?"

Mungkin itu yang tercetus dalam hati. Namun kalau mempelajari "Jebakan jebakan Iblis"  Kebiasaan itu sesungguhnya membuat hati jadi terlatih lihai menghisab orang lain.

Muhasabah (Hisab diri sendiri) lah yang harusnya dilatih. Ia pencuci jiwa yang kotor. Jika minta pertolongan Allah, pasti diberi. Akan Allah ilhamkan kepada hamba2Nya dengan cara yang tidak sama. Misalnya ada yang  langsung menolak dan bilang pada dirinya , "Siapa tahu orang itu lebih panjang umurnya dan lebih baik amalannya?"

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri" (QS.Attaubah 108).
Bulan suci sebentar lagi datang, alangkah baiknya bila kita bebersih dulu sebelum memasukinya. Semoga masih ada jatah usia.


KELUARGA QURANI

Assalamualaikum keluarga besar Mizan? Bagaimana semangatnya jelang Ramadhan? Semoga  sudah punya rencana untuk lebih baik ya..
Bulan ramadhan adalah bulannya Quran pula, sebab diturunkan pada bulan tersebut. Ada satu kisah nyata mengenai Quran.

Jamaah satu pengajian  tak  menyangka, dari murid 10 orang akhirnya sampai ratusan jadi ratusan karna ihlas dan sabarnya ustazah Maimunah mengajar.

Dalam grup yang duduk melingkar, ia telaten membenarkan bunyi huruf yang keluar dari mulut anak didik. Setiap huruf ada tempat keluarnya masing-masing. Salah ucap bisa salah arti. Begitu kata bu ustazah.

Satu hari matanya kelihatan sayu. Muridnya meminta supaya ustazah  istirahat saja. Tapi usul itu ditolak. "Saya cuma sedikit ngantuk, teruskan saja bacaannya! Saya masih bisa mendengar dengan baik" Ujarnya dengan senyum berusaha meyakinkan.

Beberapa murid meneruskan sementara yang lain melihat ustazah menutup mata sambil mendengar dan membetulkan bacaan. Tapi beberapa waktu berselang kelihatan Ustazah seperti tertidur dengan quran masih dalam dekapan.
Pelan-pelan seorang murid berusaha membangunkan, namun ia kaget setengah menjerit, ustazah sudah tak bernyawa.

Keluarga tentu terkejut dan duka mendalam karna tak ada sedikit pun tanda-tanda . Sang suami yang shaleh tak mampu membendung tangisnya. Kata-katanya sempat terdengar oleh pelayat, "Aku ridho atas ketaatanmu. Dan aku harus ihlas  karna inilah cita-citamu, wafat pada saat memegang quran"

ANAK JUARA

Siapa pahlawan Idolamu? Pernahkah mendengar nama Abdurrahman Bin Auf? Ia salah seorang sahabat Rasulullah yang dijuluki "Manusia Bertangan Emas"
karena ia seorang pemberani dan pemurah.

Sejak ia mengikuti ajaran Rasulullah, selalu dapat tekanan dan siksaan dari orang kafir Qurasy, bangsanya sendiri. Namun dirinya tetap sabar dan teguh memegang keislamannya.

Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah mempersaudarakannya dengan penduduk asli Madinah bernama Sa'ad seorang muallaf kaya raya. Hati Sa'ad yang lembut ingin membantu keuangan Abdurrahman Bin Auf, namun dengan sopan ia menolak. Ia hanya punya satu permohonan, minta ditunjukkan letak pasar.

Sejak berdagang Abdurahman makin hari makin makmur saja. Meski demikian ia tetap cinta pada perjuangan. Pada perang Tabuk dimana Rasulullah meminta  sumbangan untuk perlengkapan perang, ia menyerahkan semua harta bendanya hingga tak bersisa. Rasulullah bertanya, apa yang ia tinggalkan buat keluarganya? Jawab Abdurrahman ...

"Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik dari yang kusumbangkan. Sebanyak rejeki, kebaikan dan pahala yang dijanjikan Allah"

Salah satu mental juara adalah, keyakinan tinggi akan sifat Allah yang Maha Kaya dan tidak bergantung pada orang lain.







Sunday, 2 April 2017

Potret Makanan Lagi







Sudah lama nggak posting soal makanan, sejak kapan ya? Lupa!
Foto ini hampir sebulan yang lalu, pas saya lagi urus surat Waris di Kecamatan untuk Balik Nama Kepemilikan SHM.

Entah sudah berapa kali bolak balik dari kelurahan dan kecamatan karna ada kesalahan data, dan typo. 
Saya cuma ingat tanggalnya, tanggal 1 Maret, karna bertepatan dengan datangnya Raja Salman. Dan... Sampai tanggal 27 belum kelar-kelar.

Saat menunggu tanda tangan paling nggak enak. "Maaf Bu, Pak Lurah lagi ada acara... Maaf, Pak Camat ada rapat...Lagi sholat...Petugas ngetik lagi keluar, Bla,bla,bla.

Untung saja di dekat Kantor Camat ada RM.Padang. Sajiannya yang penuh warna memunculkan selera makan, singkirkan kesal. 
Memang ya, hadapi masalah jangan dengan perut lapar. 

Saya masih senang foto makanan. Sebab gampang, objek tidak bergerak.
Sebagian saja yang bisa tampil, sisanya... Keburu habis saya makan! :)





Wednesday, 29 March 2017

Tulisan untuk Mizan

AYAH HEBAT

Melatih anak agar peka pada lingkungan dan alam bisa dimulai dengan kesukaan mereka. Misalnya sebentar lagi ini akan datang libur sekolah. Kita gunakan untuk mengingatkan kebesaran dan cinta Allah melalui alam.

Seorang pengusaha muslim yang terbiasa ketat dengan waktu, menelpon istrinya dari negeri seberang. "Ma, anak-anak boleh saja liburan. Tapi tolong pilihkan dan  jangan sia-siakan rejeki dari Allah! Mereka harus dapat ilmu dari liburannya"

"...maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing), dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di Akhirat)." [Surah al-Jumu'ah : 10]


BUNDA PINTAR

Satu jam setelah anaknya berangkat sekolah, ponsel ibu berdering.
"Bunda, buku olah ragaku ketinggalan. Bunda tolong antarkan yaa, pliiss!

Merayap kemarahan ibu sampai ke kepala. Sebab ini sudah kesekian kalinya kejadian berulang. Kenapa sih, nggak disiapkan dari tadi malam? Kenapa saya lagi yang harus jadi pahlawan? Ibu lemah yang nggak disiplin!

Teringat nasihat Allah yang intinya, berkata lembutlah meski pada Fir'aun.
Sejenak ia berusaha menanangkan diri. Pesan dan sangsi tetap harus ada untuk anak lalai dan meremehkan kewajiban.

"Nak... Kita sudah sepakat,kan? Bunda juga punya kesibukan. Jadi ayo, kamu pikirkan solusianya !"

Ahirnya sang anak  memutuskan sendiri. Ojek online akan datang mengambil dengan resiko uang jajan berkurang. Masalah selesai tanpa omelan, tanpa selalu harus menyuapi solusi, sekaligus menerima konsekwensi dari kesalahannya.



ANAK JUARA

Diantara teman-teman sekelas Adi datang paling awal. Tampilan bersih dan wajah segar  serius, seolah  siap menerima kucuran ilmu. Waktu istirahat dilewati dengan ceria sebagai pengimbang keseriusannya tadi.

Tak hanya para guru, orang tua murid yang biasa duduk berkumpul di halaman sekolah pun memperhatikan dengan  kagum.
Mereka tidak tahu penyebabnya sampai  bisa sesemangat itu.

Adi tak pernah melupakan perkataan kakeknya saat ia menginap bulan lalu. Kakek berpesan, bangun pagi melawan kemalasan adalah jihad, belajar pun jihad, demikian juga kerajinan di rumah dan di sekolah.

KELUARGA QURANI

Di atas tempat tidur, seorang pemuda yang putus kaki kanannya terkena bom,  meminta ibunya mencarikan seorang istri.
Tentu ibunya pesimis, tapi lillahi ta'ala ia bertekad mewujudkan keinginan anaknya.

Di luar dugaan, ternyata banyak wanita yang bersedia diperisteri. Mereka bangga jika kelak melahirkan anak-anak pejuang. Apalagi pejuang itu seorang penghafal quran. 

Kemuliaan quran akan mengalahkan segalanya. Pecinta quran insya Allah memiliki sifat sifat baik.

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (Alquran) yang menjadi pelajaran dari tuhanMu. Penyembuh bagi sifat jahat yang berada di dalam dada. Dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman  (QS.Yunus 57)











Saturday, 25 March 2017

Belajar Quilt Gratis Bersama Brother Dan Kriya Indonesia

Foto Su Rima.


Menjahit itu membosankan dan melelahkan! Dengar saja monoton suara mesinnya, lihat wajah ibu saya seminggu sebelum lebaran.
Saya temani ibu begadang sambil menggunting limbah bahan menjadi baju boneka kertas, persis di dekat kakinya.

Waktu tingkat SMP saya mulai kenal pola dasar menjahit. Bikin baju bayi bisa sukses karna simple dan demi nilai raport. Tapi begitu dapat PR  bikin kemeja, nyerah! Pasang kerah baju ternyata njelimet, akhirnya ibu yang menyelesaikan.

Hingga berumah tangga saya cuma bisa  jahit kruistik, sulam, crochet, sulam pita dan smock.
Cinta pada Quilt harus dipendam karna berurusan dengan masin jahit. Jenis kriya yang seperti kain tambalan itu selalu mengingatkan suasana alami desa Eropa dengan rumah sederhana bercerobong asap di antara barisan pinus segar. Dapurnya berbau roti, dengan segelas susu perahan sendiri di tas meja. Horden, taplak meja hingga perlengkapan kamar tidur, semuanya dari kain perca berjahit.


Hari sabtu tanggal  4 Maret 2017, gaung Quilt yang selama ini bisu memanggil manggil mesra. Kriya Indonesia bekerja sama dengan Brother mengadakan workshop kursus  gratis di Musium Tekstil Jakarta. Pendaman cinta telah pecah. Puncak-puncaknya saat  menyentuh mesin jahit modern bersuara halus itu. Sungguh rancangan cermat yang sangat membantu pengguna.
Kapan lagi mau mencoba? Semua bahan dan perlengkapan sudah tersedia. Cuma bawa diri doang!
Iyess! Berangkat dengan penuh suka cita karna sempat ditolak saat mendaftar pertama

Makan Pecel Dulu

Aih, ketemu lagi dengan si Mbok penjual pecel gendong. Beliau senang diajak ngobrol. Salut deh! Dagangannya selalu dibutuhkan  setiap event musium musium Jakarta.
Selesai santap pecelnya yang maknyus rasa ndeso itu, kami sholat di mushola bangunan tua. Sementara 20 mesin jahit sudah bersih, menunggu di beranda.

Proses Quilt.

Kalau mau mengasah sifat sabar, teliti, hati hati, dan rasa seni, belajar jahit quilt!
Bagaimana tidak sabar ? Sebelum menjahit, kita harus padu padankan dulu warna dan motif. Bila model yang diinginkan  sudah terbentuk, pertahankan  dengan menyemat jarum pentul pada lajur yang akan dijahit agar tak bergeser.



Potongan segi tiga ini sebetulnya bisa ditata dengan bermacam posisi. Maklum masih basic banget, jadi new comers mau tidak mau membuat  sama bentuk. Model baling baling.
Strika bagian depan hinga jahitan tidak ada lagi yang menggelembung. Tahap akhir gabung dengan kain bagian  belakang.


Foto Su Rima.

Foto Su Rima.

Kesalahan pasti ada, saya terlalu mepet meletakkan jarum pentul penahan, salah posisikan benang dan strika puring kurang merata.
Secara umum, pekerjaan ini sangat mudah karna ditunjang  mesin jahit canggih Brother GS 2500 yang punya banyak kelebihan.

Jam 1 lewat saya mulai berkeringat. Lihat beberapa teman sudah rampung sementara saya masih strika pelapis sarung bantal  setengah jadi. Untung saja mereka ibu ibu yang sudah akrab dengan mesin jahit, jadi saya tak perlu minder. Tetap dengan hati-hati menyelesaikan dan... Jreeengng!! Sempurna terjahit.

Alhamdulillah terima koment positif. Buat ukuran pemula hasilnya termasuk rapih.
Tahu kah? Saat membalik bahan usai jahitan akhir adalah puncak kenikmatan menjahit. Saya puas sampai membuka lagi berkali kali sarung bantal yang sudah terlipat dan siap masuk tas. Pantas, almarhum ibu rela begadang menjahit dibanding beli jadi. Pagi hari ibu bahagia lihat anak anak gembira mendapati  baju baru bergantungan di dinding.

Kelebihan Mesin Jahit Brother

1. Punya Banyak Jenis Jahitan
Kalau diperhatikan variasi  jahitan tiap  baju tak selalu sama. Ada jahitan lurus dan bergelombang untuk mempercantik tampilan. Mesin jahit ini punya 25 variasi.

2. Sistem 4 Lubang Kancing
Hanya dengan mengganti sepatu jarum maka kita bisa pasang kancing sesuai keinginan.

3. Pemasangan Sepatu Yang Mudah
Saya baru tahu kalau sepatu jarum bisa berbeda fungsi. Untuk pemasangan resleting, lubang kancing dan lain lain. Cara melepas dan mengganti dirancang mudah, tinggal  menekan bagian atas sepatu. Pokoknya tanpa obeng!

4. Hemat Listrik
Waktu melihat 20 mesin jahit berjejer dengan stop kontaknya masing masing, saya jadi berfikir, berapa biaya listrik yang harus panitia bayar ke Musium Tekstil? Apalagi belajar gratis ini sampai 2 session.
Jawaban panitia sangat menyenangkan, ternyata mesin cuma butuh 51 watt saja. Aman ... Kita bisa begadang tuntaskan jahitan.

5.  Pengaturan Jahitan
Ada 6 baris gigi bisa diatur sesuai tebal tipisnya bahan yang akan kita jahit. Demikian juga panjang pendeknya jarak jahitan hingga 4,00 cm.

6.  Built In Free Arm
Kalau membuat tali bentuk silindris pada mesn jahit lama, kita harus hati-hati dan konsisten menahan kain agar tidak melenceng. Di mesin canggih ini, kain bisa berjalan sendiri.

7.  Pisau Pemotong Benang
Dekat sepatu jarum ada semacam pengait menghadap ke atas. Gunanya untuk memotong benang. Jika jahitan sudah sampai batas ahir, benang akan putus tanpa repot repot ambil gunting.

Dan yang paling menyenangkan buat saya, mesin ini berlampu dan bisa dengan cepat memasukkan benang ke lubang jarum. Cocok untuk ibu-ibu berkaca mata plus seperti saya.

Foto Su Rima.

Kembali ke Quilting, ia adalah seni menggabung kain perca. Letak kecantikannya ada pada kepandaian dan cita rasa pembuatnya dalam memilih pattern, warna, kain, dan pengelompokkan motif kain.

Textilezy.com kaya akan koleksi motif, kita tinggal pilih dan pesan online. Mau bahan apa? Golden Rami, Cotton Voal, Balloteli, Bubble  Crepe, Titanium Saten? Kunjungi saja webnya.
Jangan hawatir soal harga. Toko kain online pertama kali yang ada  di Jakarta ini punya harga kompetitif dan bahan berkwalitas.

Mesin jahit canggih plus bahan mudah didapat bikin saya kepincut. Menjahit kegiatan yang menyenangkan, ternyata.
Suara mesin , bau kain, berhadapan dengan gunting dan jarum pentul, seperti bermain kembali dekat kaki ibu. Ah, jadi kangen!

Saya berharap memiliki benda ini suatu saat. Untuk berkarya dan jadi jalan amal.
Wah, asiknya ... Kalau bisa memberdayakan ibu ibu dhuafa dengan quilt!
Terimakasih Brother GS 2500 dan Kriya Indonesia.


Image result for quilt kitchen bread


Image result for kitchen and quilt




































Thursday, 23 March 2017

Tulisan Buat MIZAN


AYAH HEBAT

Seseorang bertanya pada anak kecil "Bagaimana ayahmu?" Jawabnya; "Auk ah, gelapp!!" Karna dia benar- benar bertemu ayah saat gelap saja.

Kata seorang penggagas Komunitas Ayah Hebat, Bendri Jaisyurahman, minimnya keterlibatan ayah dalam mengasuh bikin anak mengalami masalah psikologis. Salah satunya, anak akan minder, anak lelaki condong feminin atau sebaliknya, yang wanita cenderung tomboy. Ada pula yang sampai reaktif dan lambat dalam memutuskan sesuatu.

Nampak jelas ya, seorang ayah dituntut mampu mengatur waktu supaya padat manfaat meski sedikit kesempatan.
Terlalu banyak beban hidup, memang. Semoga terbantu dengan cara bermuhasabah sambil cari tau lebih banyak akan  hak Allah, badan dan keluarga.

Apalagi harum ramadhan sudah tercium, mari kita rubah! Rencanakan dan atur  waktu dengan detil agar manis ibadahnya teraih tanpa melepaskan tanggung jawab di bumi. Jangan tunggu esok.


BUNDA PINTAR

Bagaimana keadaan Bunda hari ini? Semoga Bunda masih tetap semangat menjalankan rutinitas keseharian penuh keihlasan, dan dianugerahi kesehatan .
Bicara kesehatan jadi teringat akan datangnya ramadhan yang tak akan lama lagi.
Apa Bunda masih punya hutang puasa di ramadhan lalu?

Mumpung kita sehat lahir bathin, kita bayar hutang-hutang itu dengan perbaikan berdasarkan ilmu. Benahi kekurangannya agar sempurna, dan mengumpulkan sebanyak banyaknya informasi apa saja yang merusak amal ibadah kita. Agar ramadhan berikutnya kita lebih siap.

Seperti doa-doa para salafusshalih...

"Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya dengan kerelaan"


KELUARGA QURANI

Pagi masih dingin, sisa embun menyelimuti dedaunan. Lampu di gubug gecil di bawah rimbun pohon masih menyala. Tapi suara sapu lidi  di halaman sudah terdengar. Sementara  lantunan quran terdengar syahdu dari radio mereka. Selalu begitu setiap hari.

Bu Rohaye, membiasakan keluarganya menikmati anugerah pagi. Semua kegiatan jika di awali pagi hari akan membawa berkah, begitu katanya.
Anak anak bergerak merapihkan kamar, Bu Rohaye membersihkan halaman, suaminya mengayuh sepeda ke pasar selepas sholat jamaah di masjid.


Jelang magrib, lantunan quran tak terdengar. Jika kita masuk ke dalam gubug itu, seperti ada suara lebah. Masing masing mengaji di kamarnya.
Betapa indah rumah yang dihiasi quran. Membawa ketenangan hingga ke para tetangga.



ANAK JUARA

"Ma, sekarang aku mau rajin makan sayur, nggak cuma daging dan tempe terus!"
Begitu kata Dito sepulang mengaji dengan nafasnya  yang terengah-engah karna berlomba dengan anak tetangga di perjalanan.

"Alhamdulillaaah, Mama senang sekali mendengarnya" Jawab sang mama tak mampu membendung kegembiraan. Sambil senyum sang mama mengikuti Dito yang hendak mengganti baju kokonya.
"Eh! Tapi kenapa begitu tiba-tiba,nak?"

"Gini Ma, Pak ustad bilang, kambing punya susunan gigi yang rata karna dia pemakan nabati. Sedangkan ikan dan binatang buas punya gigi runcing-runcing karna pemakan hewani. Karna gigiku ada yang rata dan runcing, jadi aku harus makan keduanya  keduanya"

Masya Allah, Demikian sempurnanya Allah. Tak ada yang sia-sia dalam ciptanNya.






Friday, 24 February 2017

Tugas Baru

Sudah lama saya nggak bikin postingan blog. Kangen!
Alhamdulillah bukan karna kehilangan semangat. Tapi karna dapat Job menarik yang saya harap dapat jadi "Bekal Pulang" saya.

Saya diminta rutin menulis untuk satu media. Penghasilannya biasa-bisa saja, nggak Wow banget! Tapi... Dengan tulisan saya, anak anak yatim bisa dapat kebahagiaan. Panti Asuhan yan menampung mereka bisa lebih cepat lagi berhubungan dengan para donatur. Alhamdulillah.

Segala puji, untukMu wahai Allahku... Pemilik cinta terbesar melebihi cinta siapa pun!
Doa lama hamba yang bergelimang dosa ini, kelihatan jawabnya di ufuk timur. Cahaya kemilaunya menambah kecintaanku padaMu.

Izinkan, kemampuan menulis dariMu ini, mampu memberi manfaat banyak. Jadi penerang jalan sendiri yang paling utama. Amiin yaa mujibassaailiin...



** INI KIRIMAN ARTIKEL MINGGU KE 3



AYAH HEBAT

Ayahanda budiman...

Apakah ada sahabat atau kerabat Ayah yang baru kembali dari tanah suci?
Sudah jadi cerita umum, orang yang pulang dari tanah suci akan berkisah pengalamannya. Ada perbuatan buruk di tanah air terbalas di sana, atau dapat sesuatu yang indah disebabkan amalnya sebelum berangkat.
Kita dengarkan dengan takjub. Betapa Allah itu maha adil, tegas, dan memperingatkan dengan cinta.

Kalau dipikir, sebetulnya hal itu tidak hanya terjadi di sana. Dalam keseharian di negeri sendiri pun pembalasan itu ada. Mungkin karna di tanah suci full ibadah, jauh dari kesibukan duniawi, dan sedang berdekatan dengan Allah, jadi teguran kecil sagat cepat dan terasa.

Pak Ramli sopir mobil Online membentak bentak istrinya ketika akan berangkat kerja, karna sang istri dianggap lengah mengawasi anak balita mereka yang terluka karna jatuh.

Begitu sampai di jalan cari penumpang, mobilnya menyenggol mobil mentereng. Kontan si pemilik turun dan membentak-bentak Pak Ramli yang tak berani berkutik. Dalam perjalanan pulang, baru tersadar, ini mungkin balasan perbuatan buruknya pada sang istri.

"Tidak ada kesusahan yang muncul, tak ada kesulitan yang timbul, dan tak ada permasalahan kehidupan yang terjadi kecuali diri kitalah yang mengundang permasalahan datang"


BUNDA PINTAR

Bunda...

Mungkin bunda masih ingat dengan QS Al-An'aam 44...

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan pada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa"

Satu saat ada beberapa orang ibu dalam angkot. Suasana sunyi tak ada yang memulai pembicaraan. Hanya deru kendaraan yang terdengar.
Tiba-tiba sopir angkot menginjak pedal rem, ulah pengendara  motor yang seenaknya menyalip.

Salah seorang ibu jadi memulai percakapan.
"Haduh, itulah! Makanya saya malas bawa mobil sendiri. Kendaraan di jalan bikin saya stress!" Sambil menatap senyum pada ibu gemuk, usia  lebih tua di sebelahnya.

"Oo...Kalau saya sih, biasa suami yang setir mobil" Balasnya

Sejak pembukaan dialog itu, mereka asik ngobrol. Si ibu yang lebih tua tadi dengan bangga menceritakan kelebihan suami, kebaikan dan suksesnya anak-anak, mantu saleh, kiriman uang dari anak anak yang besar dan lain-lain.

Bunda yang baik,
Semoga kita diberi kesabaran lisan dan diberi kepandaian dalam merasa.
Menceritakan nikmat dengan mencolok di tengah orang, rasanya tidak elok.

Bagaimana kalau di antara penumpang lain yang mau tak mau, terpaksa mendengarkan itu, ada yang tengah dirundung kesulitan hidup?
Dan bagaimana jika nikmat itu ternyata "Istidraj"? Kenikmatan yang menipu.
Pemberian Allah tanpa ridho yang sengaja diberi agar hamba bertambah kesesatannya. Nauzubillahi min dzalik!

KELUARGA QURANI


Coba sesekali iseng, susun daftar  judul lagu favorite sejak kita kanak-kanak, remaja, hingga lagu terbaru. Kemudian tulis liriknya.
Kira kira berapa lembar halaman? Yang pasti lebih dari sepuluh lembar ya..
Bahkan ada yang bisa hafal ratusan lagu.

Saking cintanya, dengar musik intronya saja sudah bisa menebak dan meneruskan lagu.
Bila di tengah keramaian terdengar sayup1 lagu favorite, telinga langsung fokus.
Bibir bersenandung mengikuti, dan bisa jadi hari itu kita mengulang-ulangnya tanpa disadari.

Apalagi kalau pelantun lagu sangat menjiwai liriknya. Syair menyentuh membuat haru, seolah diri kitalah pelakon syair sesunggunya.
mendamba bertemu dengan penyanyinya.

Mari kita susun, sudah berapa surah quran yang kita hafal?
Sejauh mana kecintaan pada quran? Pernahkah rindu pada quran?
Umur bertambah, tapi bacaan sholat masih surat yang itu-itu saja.
Tak ada larangan membaca sedikit surah dalam sholat, tapi jika cinta pada pemilik kalimat Quran dan pembawanya, tentu timbul rasa puas bila mampu menghafalnya.

Mari kita tambah hafalan kita. Kata para ahli, hormon daya ingat dalam otak akan optimal dan mencegah pikun.
Tapi yang lebih dari itu, menambah kedekatan dan cinta pada pencipta kita.

Bayangkan kenikmatannya. Usai sholat di keheningan,  kita seolah sedang duduk di hadapan pemilik kalimah suci, lalu pelan-pelan Muroja'ah ( Setor hafalan). mengulang-ulang pesanNya.

Mari kita cicipi  manisnya menghafal. Kala dengar quran dibaca, refleks mulut kita meneruskan dengan kebahagiaan yang sulit dilukiskan. Ingat lagi artinya, dan terbawa terus mengisi hari. Dan puncaknya adalah merindukan pertemuan dengan Allah.

Jadi jangan heran, kenapa Rasulullah sering meminta sahabat-sahabatnya membaca quran dan beliau mendengarkan. Jangan heran kenapa beberapa anak penghafal quran tuna netra, tak pernah berdoa minta disembuhkan.
Sebab dengan tidak melihat gemerlap dunia, mereka lebih mudah menghafal dan menjaga hafalannya.

Wallahu a'lam


ANAK JUARA

Sekarang ini kalau dengar orang mengucap kata "Jihad" kok jadi seram yaa.
Bayangannya pasti mujahid yang bajunya berdarah-darah karna perang di jalan Allah. Yang lebih parah dan sangat tidak masuk akal adalah membayangkan  sebuah pesawat terbang melesat menghantam gedung tinggi.

Padahal arti kata jihad adalah BERJUANG. Berjuang bukan dalam perang saja. Tapi berjuang dalam segala hal. Misalnya berjuang bangun pagi untuk sholat subuh dan bersiap-siap sekolah, meski pun air dingin, hujan, gelap dan jalanan banyak air tergenang. Berjuang mengusir rasa malas belajar, berjuang menjauhi teman-teman yang nakal, dan lain lain.

Dengar, bukan? Lima kali sehari azan menyeru, mengajak kita "Hayya 'alal falaaaah" . Artinya, Ayooo kita raih kemenangan! Ayo kita sukses! Ayo kita juara!
Yuk! Kita penuhi seruan itu, baik untuk ibadah mau pun untuk tugas kita menuntut ilmu!


Terimakasih Media MIZAN, sudah memberi saya kesempatan. Semoga jadi amal jariah. Selamat datang.... TUGAS BARU!!




























Sunday, 12 February 2017

Tinggikan Kemanusiaan Dan Kemerdekaan Kita


Anak-anakku...


Titik ordinat kemanusiaan kita adalah pada KEMERDEKAAN. Artinya jika kemerdekaan kita nol, maka nilai kemanusiaan kita nol. Nilai insani kita tergantung pada kemerdekaan yang kita hayati.
Bila  mampu mempertahankan tingginya nilai kemanusiaan dan kemerdekaan,  itulah INSAN KAMIL, atau insan paripurna.

Ini ajaran islam, namun Albert Ainstain menerimanya. "The quality of human being"
Merdeka itu lepas dari segala, bahkan bebas dari dominasi dirinya sendiri.

Apa yang bisa menghambat kemerdekaan manusia? Cuma Tuhan!
Maksud tuhan di sini adalah Illah yang disebut dalam quran hingga 147 kali.
ILLAH artinya TUHAN.  Tapi TUHAN bukan berarti ALLAH.
Maka terjemahan TUHAN dalam kalimat Laa ilaaha illallah, adalah "Sesembahan"

Anak anakku...

Di luar sholat sunnat, kita mengucapkan kalimat tauhid itu 9x.
Berikrar bahwa kita ingin merdeka, tapi hati kita enggan melepas belenggu harta dan tahta yang populer sejak zaman nabi Adam.

Illah bukan berarti Allah. Buktinya dalam Quran kata itu berbentuk plural/Banyak. Ada Ilaahatun, Ilaahun dan ilaahain. Bermakna benda, abstrak, konkrit, bahkan manusia

Perlu kiranya kita memperbaharui lagi pemahaman dari kalimat syahadat.
Jika berpendapat bahwa tak bisa hidup tanpa pasangan kita, bersandar pada gaji, yakin tanpa obat dia pasti mati dll, artinya kemerdekaan kita hilang, dan alangkah lemah sandaran kita.

Mari nak, kita pentingkan Allah di atas segala, bahkan lebih dari diri sendiri (QS 45;32)
Mengutamakan hawa (Personal desire) atau  menuruti apa yang tercetus dalam hati kita, itulah hawa!

Tanpa diajarkan, fitrah kita  haqqul yaqiin bahwa Tuhan kita adalah Rabb pencipta langit dan bumi.

Apakah ada mahluk yang paling yakin melebihi yakinnya iblis akan adanya Allah sebagai rabbu'alamiin? Tapi iblis tidak islam, tidak pasrah pada ketentuan Allah.
Dengan rinci Allah mengurai dialogNya dengan iblis, di Surah Al-A'raf ayat 11 sampai 18.

Apa yang Mama tulis ini, semata-mata ingin mengingatkan. Beragama tak cukup hanya dengan yakin!  Ilmu, Islam dan Iman harus jadi akar hidup dan bekal hidup.
Lepas diri dari segala, agar ringan langkah saat pertemuan dengan Allah.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka belum diuji? (Al-Ankabut 2-3)

Ayo, sayang..

Tinggikan kemanusiaan dan kemerdekaan kita.

























Monday, 6 February 2017

Semua Ada Masanya


Seperti bebenah rumah yang mau kedatangan tamu.
Sisir ruangan dari teras sampai tembok ruang paling belakang.
Menyapu dan pel  lantai, lap debu, rapihkan kamar
Cuci perabot yang manfaat, dan tata baik segala yang berharga
Warisan penerus kehidupan

Demikian juga yang saya lakukan di rumah blog ini.
Kemarin lebih dari seratus postingan dalam draft sudah saya delete
Selanjutnya...
Postingan yang sudah terpublish pun akan saya sortir.
Yang manfaat, dan kira kira dapat persetujuan dari pemilik
kemampuan menulis saya.

Capek juga ternyata mensortir itu. Nggak seperti waktu membuat.
Santai, asal jadi, asal keluar, asal asalan pokoknya!
Padahal semua ada tanggung jawabnya.

Its time for cleaning!
Jika sudah selesai, rehat sejenak.
Nikmati rumah bersih rapih, sambil meneguk minuman segar

Semua ada jatahnya
Semua ada ukurannya
Semua ada masanya




Pertemuan Kita


Ketika angka memudar
 Penghargaan  hambar
Tak butuh lagi pandang

Jari berkeringat mengumpulkan zam zam di sisa waktu
Demi senyuMu saat pertemuan

Kemarin pagi
Buih  kukira kapal berlayar putih
Kegaduhan kukira melodi terindah

Kupandang cantik domba cacat sekarat
Bermata buta denga satu telinga
seharga 1 dirham.


Jauhkan aku dengan kesalahan
Laksana Masyriq wal maghrib
Tercuci dengan tsalji wal barad.

Hibur aku
Seperti Kau hibur ibunda Musa
Tenangkan aku
Dengan bisikanMu di Jabal Tsur

Pertemuan kita 
titik uap kembali pada samudera
membawa serpihan rayhan 99
susuri celah batu
bersihkan  diri dan ilalang

Pertemuan kita
debu menuju Bima Sakti
Genapi  kendaraan Wala' dan Baro'ku

Perjalanan panjang

Semoga... Semoga
Tak ada daun kering berterbangan di sana
Tak ada lipatan yang dilempar ke wajah hina

Hanya
Seteguk air di sisi telaga
Dari tangan lembut kekasihMu
Pengantar
Pertemuan kita