Saturday, 1 July 2017

Belajar Dari Lesley




Suaranya berat tapi masih kedengaran suara wanitanya.
Kalau lihat langsung baru tahu pemilik suara bariton itu berwajah cantik secantik gerak tangannya yang feminin.

Keteduhannya berubah riuh waktu dia kupas satu satu bagaimana mempesonanya "Pria" dambaan yang jadi pusat perhatiannya bertahun. Kedalaman cintanya ia simpan di tiap huruf. Berharap pembaca turut menikmati tetesan sejuk prilakunya.

Lesley Hazelton membuat saya malu, banyak menulis tapi bukan tentang manusia mulia itu.
Banyak beshalawat, banyak rindu, tapi tak berdakwah bil hal.

Kesantunan dalam keberagaman inti paparan Lesley di satu tayangan yang nggak sengaja saya temukan.
Saya jadi berfikir...

Banyak seruan berbagai LSM untuk menjaga kelestarian alam
Sebetulnya santun pada alam dimulai dari santun pada diri sendiri dan orang lain. Mampu jaga hati manusia dalam  keberagamannya
Perkataan manfaat  mengakar harus diusahakan, agar tambah lagi satu pohon di saat perusak merajalela.

Semakin cerdas manusia, semakin sadar tugas di bumi adalah menjaga perjanjian dengan Rabb.
Ilmu yang di dapat jangan jadi tembok kegagahan.

Kelembutan makin penting di zaman fitnah seperti ini, di samping sikap tegas keras menahan laju fitnah.
Berani tolak berita  orang fasik. penyubur kebencian dan kebodohan.


Lesley  banyak membaca quran, namun menyebut dirinya sebagai out sider. Ia melancong meraup pengalaman terindah saja.
Jadi jelas kan ya, bahwa di atas segala kemuliaan dan kehebatan, tetap yang namanya "Hidayah" is number one! Semoga akan turun untuknya, someday...

Orang yang paling merasa aman, seperti pisau dalam sarung. Bentuknya bagus tapi  nggak terpakai, percuma! Mending pisau jelek  yang tajam.
Pisau perlu batu asah, dan alat asah manusia adalah manusia lainnya.


Harus lebih banyak lagi bersyukur atas hadiah "Ddiin" dari Allah.
Tanda syukur kita adalah siap menerima buram sebagaimana kesiapan menerima cerah.
Muslim tengah tersudut. Sulit membela diri.
Anggap saja kita sedang menjaga sebuah tempat buruk  berisi kekayaan.
Harus mampu menjawab dengan lembut agar pengunjung mau memasukinya.

Lihat, mukjizat perkataan Rasul dan kaum salaf telah terpampang jelas sekarang ini!


Akan datang satu masa
Aku hawatir dengan masa itu.

Keyakinan tinggal dalam fikiran
Keimanan tak berbekas dalam perbuatan
Banyak orang baik tapi tak berakal
Berakal tapi tak beriman

Ahli maksiat tapi rendah hati
Berlisan bijak tapi tak memberi teladan
Pelacur jadi figur

Berilmu tapi tak faham 
Faham tapi tak menjalankan 
Pintar tapi membodohi 
Badoh tapi tak tahu diri

Beragama tapi tak berahlak
Berahlak tapi tak bertuhan








Bagaimana Ramadhanku-mu?



Image result for ramadhan pergi



Beberapa jam lagi, ramadhan melambai.
Padatkan waktu dengan permohonan ampun
Dalamkan makna doa.


Ini lapar ke 29 di  bulan kariim
Semoga terbayar tunai saat antri di yaumil masyhar tanpa aqua, apalagi lontong isi!

Lapar orang lain adalah tawaran beramal.
Makin menghargai setiap bulir nasi.
Tak sekedar pelengkap yang dihadapi dengan ngobrol, canda  tawa
Pengingat syukur lewat keringat petani, penggiling, sopir, dari berbagai penjuru sampai ketemu di satu piring


Nikmati gembira berbuka akhir
Mohon diizinkan muncul kembali dengan kelipatan tinggi
Saat menatap wajahNya

Esok tak ada tarawih
Surat al qadr penghias 10 malam, lenyap dari menara
Kita bawa saja ke bilik rumah
toh cahayanya ada di mana-mana
tergantung besarnya kapasitas jangkauan hati.
Sinyal ada terus, mudah kita bagi ke tetangga dan saudara


Pahit manis ramadhan, hikmah sepanjang tahun.
Rabb kita beri pesan husus untuk setiap diri
Asal mau teliti

Tahun ini ramadhan terasa pendek yaa
Kata orang sibuk

Jika ada kenikmatan lain selian ibadah
Jika hal tidak penting masih memenuhi rongga mulut
Jika belum berani berkorban menolak kenikmatan sesaat
Ramadhan terbang seperti kapas tertiup badai

Bagaimana ramadhanku-mu?













Thursday, 22 June 2017

Ahirnya Nulis Juga




Langit  memutih ... Matahari sembunyi.
Di stasiun Manggarai , gerimis sebentar.
Teman teman di grup WA mengalami hal serupa.
Insya Allah, itu ciri-ciri tadi malam kita kedatangan tamu Lailatul Qadar.
Trus, apa kegiatan  tadi malam?

Seperti malam malam ramadhan terdahulu, di sepuluh malam terahir ada malam malam tertentu yang mata sulit diajak kompromi. Apalagi cuma dengan secangkir kopi. Nggak mempan!
Habis tarawih masih seger, begitu jam 11-an mulai deh!
Saya siasati dengan macam-macam kegiatan  sambil minta pertolongan.
Tau nggak, yang paling bikin mata sepat jadi segar? Buka laptop! Hadeeh..

Sampai masak makanan sahur, saya masih bolak balik antara quran dan urusan dapur. Masak berpahala juga kata ustadz, lakukan sambil berzikir dengan zikiran sepuluh malam terahir. Allahumma innaka afuwun...dst. Tapi kok tetap merasa kurang.

Insya Allah, semalam adalah malam penuh berkah, malam bonus besar-besaran.
Matahari jam 4 sore kelihatan separuh. Warna jingga redup, berselaput tipis. Sesuai  yang Rasul sebutkan, seperti melihat matahari di dalam air.

Saya menyapa dia dengan segala pujian tak beraturan, saking gembira di tengah kesibukan duniawi dia memperlihatkan wajahnya yang sarat pesan.
Sayap para malaikat di rombongan terakhir menutupi cahayanya.  Entah insan mana yang beruntung mendapat tebaran karunia terbesar itu? Rahasia! (Semoga kamu yaa..)

Sebagai mahluk yang tau diri, kadar keimanan mudah ditakar, belum mampu memandang gemerlap dunia seperti bangkai anak kambing cacat, saya cuma berharap. Cukup Allah menerima saja puasa dan ibadah ramadhan saya. Itu sudah jadi kebahagiaan besar.
Kebahagiann lain? Jika setelah ramadhan pergi, ahlak dan ibadah saya bisa lebih baik dan berkwalitas.

Hehe, andai bisa, andai bisaa... Kepengen nego sama Allah. Minta bonus doong, atas usaha saya menolak berbagai undangan dan menahan ngantuk!

Demikian sekilas curhat. Janji sebulan penuh nggak nulis,eh! Ahirnya nulis juga.

















Saturday, 27 May 2017

Ramadhan Praktis



Foto Su Rima.


Saya kapok dengan janji jelang ramadhan tahun lalu. Tekad untuk menggunakan waktu sebaik mungkin demi ibadah yang berkwalitas, menguap jadi hayalan.
Begitu ramadhan tiba saya sibuk berkutat di dapur pada jam-jam 4 sore hingga magrib. Padahal itu saat-saat mahal, semua doa bisa terijabah.

Ramadhan hadir kembali, akan kah janji cuma jadi catatan kaki? Tidak boleh!
Alhamdulillah, di event Philips tanggal 15 Mei 2017, saya dapat satu jalan yang bisa meraih beberapa keuntungan. Pakar gizi Rita Ramayulis  menerangkan bagaimana menyediakan asupan yang baik selama berpuasa.


Foto Su Rima.

Ternyata menu buka puasa dan sahur selama ini menghabiskan waktu pembuatannya cuma memenuhi selera mata alias "Lapar Mata". Hidangan kurang memenuhi syarat gizi, asal kenyang asal senang, besoknya badan lemas.
Pendapat lama orang-orang tua zaman dulu yang saya yakin  bisa menanggulangi rasa haus nyatanya tidak berpengaruh.

Memang ya, segala sesuatu harus diiringi dengan ilmu. Saya membaginya dalam 2 hal yang harus diketahui. Bagaimana keadaan tubuh saat berpuasa dan bagaimana menyiapkan makanan sehat tanpa kehilangan waktu beribadah.

Prinsipnya berpuasa itu memberikan kesempatan kita untuk hidup sehat. Organ tubuh beristirahat dari kerja kerasnya selama 11 bulan. Detoksifikasi  atau pembuangan zat racun dalam tubuh pun akan terjadi  secara alami. Akibatnya di awal awal puasa biasanya badan jadi lemas, pusing, sulit konsentrasi,ada juga keluhan kadar gula darah.

Siapa yang tidak mau tetap bugar saat puasa?
Rahasianya ada pada makanan apa yang dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Makanan harus seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, air serta serat sesuai dengan kalori masing-masing. Hindari makanan kalori tinggi, mengapa? Sebab akan menyebabkan dehidrasi dan seterusnya mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi.

Tidak usah payah payah menyiapkan makanan. Pepaya, semangka, dan pisang bisa menggantikan cairan elektrolit dalam tubuh. Esok hari kita tidak terlalu kehausan. Selain itu gula darah akan stabil.
Makan buah-buahan ini jelang tidur atau sesudah sahur.


Gorengan paling asik dimakan saat berbuka, apalagi kalau minumnya teh manis hangat suam-suam kuku! Risoles, bakwan, pisang goreng, bisa ketemu di satu meja. Tapi ketahuilah, makanan nikmat itu harus melalui proses panjang sebelum sampai ke pencernaan. Enzim mulut, usus, empedu dan hati akan bekerja keras mengolahnya. Padahal jatah badan kita hanya cukup kira-kira  5 jempol minyak satu hari.

Yuk, kita ciptakan menu cepat saji yang memenuhi syarat sehat, dan sesuai sunnah (Thoyyiban).
Misalnya menyediakan buah-buahan yang manisnya mampu jadi pengganti gula.
Hindari gorengan yang berlebihan. Kurangi makanan bersantan, apalagi makanan yang berkali kali dipanaskan.


Event Philips yang penyambutannya selalu aduhai baik soal tempat, makanan, dan kesigapan panitianya ini, mengadakan demo memasak praktis juga.
Produk alat rumah tangga Philip  yang selalu berinovasi sering bikin ibu-ibu penasaran . Lihat saja  Philips Air Fryer, Fuzzy Logic, Dan Philips Blendder. Semuanya memudahkan ibu-ibu dalam menyiapkan makana sahur dan berbuka.


Foto Su Rima.
Foto Su Rima.
Foto Su Rima.
Add caption


Jangan sedih dilarang makan menu gorengan! Philps air fryer yang saya taksir ini memasak tanpa minyak. Saya dan teman mempraktekkannya langsung di meja per kelompok.
Kami masak Bola-Bola Ayam Sayur. Sama sekali tak beda rasa dengan yang digoreng menggunakan minyak. Aman, tidak perlu diremas dengan tisu sebelum dilahap.

Produk Philips disainnya apik dan langsing. Hasil tehnologi eklusif  hingga mudah digunakan. Seperti blender yang kami coba juga untuk membuat energizer Juice. Paduan beberapa buah seperti Melon, Mangga Manalagi, perasan Jeruk Pontianak, dan es batu. Si segar yang siap membentuk energi untuk esok hari.


Foto Su Rima.


Bapak Yongki Saputra sebagai Head Of Personal Health Philips Indonesia Sentosa Healthy menjelaskan bagaimana usaha Philips memudahkan pekerjaan ibu-ibu. Apalagi ibu-ibu yang sibuk dalam karirnya.


Ah, senangnya...  Bisa beribadah dengan tenang dan banyak waktu. Benar-benar ramadhan praktis!

















Tuesday, 23 May 2017

Si Risol Kampung


Foto Su Rima.


Bukan cuma saya lho, yang suka nambah risol saat beli Soto Bogor. Makanya Mamang penjual soto seperti Mang Bonin punya banyak persediaan sekantong besar.
Kulit risol tipis tu renyah di luar, empuk di dalam, pokoknya  bikin nagih! Apalagi kalau kesiram kuah pedas segar beraroma  jeruk limau!

Bulan ramadhan dia nampang seminggu sekali, eh! pernah juga deng sampe 2 kali di meja makan saya. Siramannya sambal kacang encer, di makan selagi hangat.
Orang Bogor sebut "Karoket". Teman-teman di Jakarta sebut  "Risol Kampung"
Memang sama penampakannya dengan Risol Belanda isi kentang dan daging.

Beberapa hari ini anak anak lagi kangen. Sementara warung sarapan di ujung kampung sebelah sudah beberapa bulan nggak pernah bikin lagi. "Capek,bu. Kan masaknya 3 kali" Kata penjual.
Memang sih, harus tumis isi, bikin dadar lalu goreng.

Yasud,  setelah intip resep  NCC, berangkatlah saya dengan PDnya ke warung nenteng bahan-bahannya.
Ibu warung suprise lihat keseriusan saya. Berulang dia bilang "Gampang kok!"

Ahamdulillah bapak bapak yang biasanya ngumpul ngobrol, jam segitu pada menghilang.
Kami  leluasa duduk  di bale. Sefeelingnya dia satukan semua bahan. Waah... Apa saya bisa takar pas kalau nanti bikin lagi?

"Adonannya lebih encer sedikit dari kue dadar,ya bu!" *Hik! Nggak pernah bikin.

Sampai rumah, saya timbang sisa bahan.
Ini rincian dan cara bikinnya.


Foto Su Rima.

Terigu                250  gram
Tepung beras     100  gram
Garam                2 sendok teh

Semuanya dicampur dengan air sedikit-sedikit sampai agak kental tapi tidak encer banget. Pokoknya kalau dituang dengan sendok sayur kelihatan bergelembung. Lalu buat dadar dengan sedikit minyak.

Isinya? Saya bikin sendiri di rumah.

1/2  Bungkus bihun direbus  lalu gunting.
2 Wortel parut kasar, direbus.
1 Batang daun bawang iris
1 Batang saledri ambil daunnya

Haluskan,
3 Bawang Merah
2 Bawang Putih
2 sdt merica
2 sdt ketumbar sangrai
2 sdt garam halus

Tumis semua bumbu halus . Setelah harum masukkan parutan wortel, daun bawang, saledri, plus bihun rebus yang sudah ditiriskan. Aduk sampai bumbu tercampur sempurna.
Finally, letakkan dengan rapih dalam lipatan dadar lalu goreng dengan minyak banyak.

Alhamdulillah percobaan pertama ini sukses. Kalau kata anak saya sih, enak! Mungkin karna bumbunya komplit. Apalagi kalau saya tambahkan royco yang mereka suka.
Atau... Mau senengin mamanya doang? Hehe, yang jelas dari 24 risol itu, saya cuma kebagian 2,sodara sodara! Teeerlaalu!

Karna bikin sendiri, jadi keluarga saya makan dengan cocolan sambal botol, dan mayonaise.
Kalau  men temen pecinta pedes, bisa tambahkan irisan rawit pada isi, atau pada saus kacangnya. Selamat mencoba si Risol Kampung.




Wednesday, 3 May 2017

Petir, Antara Takut Dan Harap




Suara guntur  sambung  menyambung sejak asar tadi. Angin menerbangkan horden kamar perlahan. Kelihatan pekat di luar  terbelah cahaya , cukup menyakitkan mata.

Putra terkecil saya sedang menyiapkan kamera. Untung-untungan kalau dapat gambar kilatan petir berserabut panjang, seperti akar raksasa.

Saya bilang...
"Mama takut! Pekat dan kilat selalu mengingatkan  mi'raj Rasulullah. Beliau lihat siksaan bagi manusia yang selama di dunia  kadang beriman, kadang kufur. Ia  tenggelam di kegelapan. Melihat tangannya  pun tak mampu.
Dalam perih sesal cuma bisa menanti cahaya kilat yang bisa menambah satu langkah. Entah  berapa ribu tahun lagi ia sampai ke tempat  aman dan terang? Atau tak akan pernah sampai?


"Kalau kamu ingat apa,Nak?"

"Saya ingat cerita Rasul tentang jenazah yang baru masuk kubur , Malaikat datang dengan suara gelegarnya melebihi halilintar" Jawabnya sambil siapkan tripot.

Saya membayangkan malaikat  memegang cemeti berbentuk akar raksasa seperti gambar di atas.
Nauzu billahi min zalik!


Kenapa doa saat hujan angin mudah terijabah?  Karna hati sedang dekat dengan penciptanya. Diri merasa keciil diantara dahsyatnya gelegar dan kecepatan cahaya. Sekejap kilatan mengandung 300 juta volt. Cukup untuk menyalakan lampu neon 100 watt selama setahun.

Entah di rumah, atau saat berteduh di pingir jalan, suara hujan petir melambungkan takut dan harap manusia.
2 rasa yang Allah suka  bila ada dalam dada kita. Bayna khauf wa roja'

Kata petir dalam surah Al-Baqarah, menggambarkan manusia yang  menutup telinga kuat-kuat dari  kebenaran. Sedang di surah Ar-Ra'd, petir  itu berzikir memuji kebesaran Allah. Manusia selalu berselisih tentang Allah. Padahal Allah maha keras siksaNya.

Ada petir dan kerasnya siksaan Allah dalam satu ayat..







Wednesday, 5 April 2017

Tulisan Untuk MIZAN


AYAH HEBAT

Ponsel berbunyi dari nomor asing. Suara di seberang sana kedengaran tergesa-gesa dan singkat. "Tolong informasikan ke teman dan saudara, supaya nomor saya dihapus dari grup WA dan daftar nomor telepon. Saya kehilangan Hp dan si pencuri menghubungi nomor yang ada untuk  meminta uang!"

Musibah datang tak kenal siapa dan di mana.  tak hanya dia yang kena musibah kehilangan, teman teman pun mendapat imbas buruknya.

Al Hasan seorang 'alim memohon : "Ya Allah, kami tak berdaya menolak bahaya dari diri kami, meski datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara apa yang kami ketahui"

Semoga doa ini bisa jadi penguat para ayah ketika harus  melapangkan  hati istri dan anak dalam menghadapi kehilangan baik kecil mau pun besar.


IBU BIJAK

Peristiwa ini sering terjadi tanpa disadari.  Begitu penumpang perempuan masuk ke dalam kendaraan umum, langsung mata penumpang perempuan lain tertuju ke sana. Dilihat dari pakaian, sepatu, tas, sampai saat orang itu membuka dompetnya. Cukup satu sapuan mata, semua terangkum.

"Ah, nggak apa-apa. Kita kan nggak menggibahi dia. Nggak berdosa, kan?"

Mungkin itu yang tercetus dalam hati. Namun kalau mempelajari "Jebakan jebakan Iblis"  Kebiasaan itu sesungguhnya membuat hati jadi terlatih lihai menghisab orang lain.

Muhasabah (Hisab diri sendiri) lah yang harusnya dilatih. Ia pencuci jiwa yang kotor. Jika minta pertolongan Allah, pasti diberi. Akan Allah ilhamkan kepada hamba2Nya dengan cara yang tidak sama. Misalnya ada yang  langsung menolak dan bilang pada dirinya , "Siapa tahu orang itu lebih panjang umurnya dan lebih baik amalannya?"

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri" (QS.Attaubah 108).
Bulan suci sebentar lagi datang, alangkah baiknya bila kita bebersih dulu sebelum memasukinya. Semoga masih ada jatah usia.


KELUARGA QURANI

Assalamualaikum keluarga besar Mizan? Bagaimana semangatnya jelang Ramadhan? Semoga  sudah punya rencana untuk lebih baik ya..
Bulan ramadhan adalah bulannya Quran pula, sebab diturunkan pada bulan tersebut. Ada satu kisah nyata mengenai Quran.

Jamaah satu pengajian  tak  menyangka, dari murid 10 orang akhirnya sampai ratusan jadi ratusan karna ihlas dan sabarnya ustazah Maimunah mengajar.

Dalam grup yang duduk melingkar, ia telaten membenarkan bunyi huruf yang keluar dari mulut anak didik. Setiap huruf ada tempat keluarnya masing-masing. Salah ucap bisa salah arti. Begitu kata bu ustazah.

Satu hari matanya kelihatan sayu. Muridnya meminta supaya ustazah  istirahat saja. Tapi usul itu ditolak. "Saya cuma sedikit ngantuk, teruskan saja bacaannya! Saya masih bisa mendengar dengan baik" Ujarnya dengan senyum berusaha meyakinkan.

Beberapa murid meneruskan sementara yang lain melihat ustazah menutup mata sambil mendengar dan membetulkan bacaan. Tapi beberapa waktu berselang kelihatan Ustazah seperti tertidur dengan quran masih dalam dekapan.
Pelan-pelan seorang murid berusaha membangunkan, namun ia kaget setengah menjerit, ustazah sudah tak bernyawa.

Keluarga tentu terkejut dan duka mendalam karna tak ada sedikit pun tanda-tanda . Sang suami yang shaleh tak mampu membendung tangisnya. Kata-katanya sempat terdengar oleh pelayat, "Aku ridho atas ketaatanmu. Dan aku harus ihlas  karna inilah cita-citamu, wafat pada saat memegang quran"

ANAK JUARA

Siapa pahlawan Idolamu? Pernahkah mendengar nama Abdurrahman Bin Auf? Ia salah seorang sahabat Rasulullah yang dijuluki "Manusia Bertangan Emas"
karena ia seorang pemberani dan pemurah.

Sejak ia mengikuti ajaran Rasulullah, selalu dapat tekanan dan siksaan dari orang kafir Qurasy, bangsanya sendiri. Namun dirinya tetap sabar dan teguh memegang keislamannya.

Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah mempersaudarakannya dengan penduduk asli Madinah bernama Sa'ad seorang muallaf kaya raya. Hati Sa'ad yang lembut ingin membantu keuangan Abdurrahman Bin Auf, namun dengan sopan ia menolak. Ia hanya punya satu permohonan, minta ditunjukkan letak pasar.

Sejak berdagang Abdurahman makin hari makin makmur saja. Meski demikian ia tetap cinta pada perjuangan. Pada perang Tabuk dimana Rasulullah meminta  sumbangan untuk perlengkapan perang, ia menyerahkan semua harta bendanya hingga tak bersisa. Rasulullah bertanya, apa yang ia tinggalkan buat keluarganya? Jawab Abdurrahman ...

"Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik dari yang kusumbangkan. Sebanyak rejeki, kebaikan dan pahala yang dijanjikan Allah"

Salah satu mental juara adalah, keyakinan tinggi akan sifat Allah yang Maha Kaya dan tidak bergantung pada orang lain.







Sunday, 2 April 2017

Potret Makanan Lagi







Sudah lama nggak posting soal makanan, sejak kapan ya? Lupa!
Foto ini hampir sebulan yang lalu, pas saya lagi urus surat Waris di Kecamatan untuk Balik Nama Kepemilikan SHM.

Entah sudah berapa kali bolak balik dari kelurahan dan kecamatan karna ada kesalahan data, dan typo. 
Saya cuma ingat tanggalnya, tanggal 1 Maret, karna bertepatan dengan datangnya Raja Salman. Dan... Sampai tanggal 27 belum kelar-kelar.

Saat menunggu tanda tangan paling nggak enak. "Maaf Bu, Pak Lurah lagi ada acara... Maaf, Pak Camat ada rapat...Lagi sholat...Petugas ngetik lagi keluar, Bla,bla,bla.

Untung saja di dekat Kantor Camat ada RM.Padang. Sajiannya yang penuh warna memunculkan selera makan, singkirkan kesal. 
Memang ya, hadapi masalah jangan dengan perut lapar. 

Saya masih senang foto makanan. Sebab gampang, objek tidak bergerak.
Sebagian saja yang bisa tampil, sisanya... Keburu habis saya makan! :)





Wednesday, 29 March 2017

Tulisan untuk Mizan

AYAH HEBAT

Melatih anak agar peka pada lingkungan dan alam bisa dimulai dengan kesukaan mereka. Misalnya sebentar lagi ini akan datang libur sekolah. Kita gunakan untuk mengingatkan kebesaran dan cinta Allah melalui alam.

Seorang pengusaha muslim yang terbiasa ketat dengan waktu, menelpon istrinya dari negeri seberang. "Ma, anak-anak boleh saja liburan. Tapi tolong pilihkan dan  jangan sia-siakan rejeki dari Allah! Mereka harus dapat ilmu dari liburannya"

"...maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing), dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di Akhirat)." [Surah al-Jumu'ah : 10]


BUNDA PINTAR

Satu jam setelah anaknya berangkat sekolah, ponsel ibu berdering.
"Bunda, buku olah ragaku ketinggalan. Bunda tolong antarkan yaa, pliiss!

Merayap kemarahan ibu sampai ke kepala. Sebab ini sudah kesekian kalinya kejadian berulang. Kenapa sih, nggak disiapkan dari tadi malam? Kenapa saya lagi yang harus jadi pahlawan? Ibu lemah yang nggak disiplin!

Teringat nasihat Allah yang intinya, berkata lembutlah meski pada Fir'aun.
Sejenak ia berusaha menanangkan diri. Pesan dan sangsi tetap harus ada untuk anak lalai dan meremehkan kewajiban.

"Nak... Kita sudah sepakat,kan? Bunda juga punya kesibukan. Jadi ayo, kamu pikirkan solusianya !"

Ahirnya sang anak  memutuskan sendiri. Ojek online akan datang mengambil dengan resiko uang jajan berkurang. Masalah selesai tanpa omelan, tanpa selalu harus menyuapi solusi, sekaligus menerima konsekwensi dari kesalahannya.



ANAK JUARA

Diantara teman-teman sekelas Adi datang paling awal. Tampilan bersih dan wajah segar  serius, seolah  siap menerima kucuran ilmu. Waktu istirahat dilewati dengan ceria sebagai pengimbang keseriusannya tadi.

Tak hanya para guru, orang tua murid yang biasa duduk berkumpul di halaman sekolah pun memperhatikan dengan  kagum.
Mereka tidak tahu penyebabnya sampai  bisa sesemangat itu.

Adi tak pernah melupakan perkataan kakeknya saat ia menginap bulan lalu. Kakek berpesan, bangun pagi melawan kemalasan adalah jihad, belajar pun jihad, demikian juga kerajinan di rumah dan di sekolah.

KELUARGA QURANI

Di atas tempat tidur, seorang pemuda yang putus kaki kanannya terkena bom,  meminta ibunya mencarikan seorang istri.
Tentu ibunya pesimis, tapi lillahi ta'ala ia bertekad mewujudkan keinginan anaknya.

Di luar dugaan, ternyata banyak wanita yang bersedia diperisteri. Mereka bangga jika kelak melahirkan anak-anak pejuang. Apalagi pejuang itu seorang penghafal quran. 

Kemuliaan quran akan mengalahkan segalanya. Pecinta quran insya Allah memiliki sifat sifat baik.

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (Alquran) yang menjadi pelajaran dari tuhanMu. Penyembuh bagi sifat jahat yang berada di dalam dada. Dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman  (QS.Yunus 57)











Saturday, 25 March 2017

Belajar Quilt Gratis Bersama Brother Dan Kriya Indonesia

Foto Su Rima.


Menjahit itu membosankan dan melelahkan! Dengar saja monoton suara mesinnya, lihat wajah ibu saya seminggu sebelum lebaran.
Saya temani ibu begadang sambil menggunting limbah bahan menjadi baju boneka kertas, persis di dekat kakinya.

Waktu tingkat SMP saya mulai kenal pola dasar menjahit. Bikin baju bayi bisa sukses karna simple dan demi nilai raport. Tapi begitu dapat PR  bikin kemeja, nyerah! Pasang kerah baju ternyata njelimet, akhirnya ibu yang menyelesaikan.

Hingga berumah tangga saya cuma bisa  jahit kruistik, sulam, crochet, sulam pita dan smock.
Cinta pada Quilt harus dipendam karna berurusan dengan masin jahit. Jenis kriya yang seperti kain tambalan itu selalu mengingatkan suasana alami desa Eropa dengan rumah sederhana bercerobong asap di antara barisan pinus segar. Dapurnya berbau roti, dengan segelas susu perahan sendiri di tas meja. Horden, taplak meja hingga perlengkapan kamar tidur, semuanya dari kain perca berjahit.


Hari sabtu tanggal  4 Maret 2017, gaung Quilt yang selama ini bisu memanggil manggil mesra. Kriya Indonesia bekerja sama dengan Brother mengadakan workshop kursus  gratis di Musium Tekstil Jakarta. Pendaman cinta telah pecah. Puncak-puncaknya saat  menyentuh mesin jahit modern bersuara halus itu. Sungguh rancangan cermat yang sangat membantu pengguna.
Kapan lagi mau mencoba? Semua bahan dan perlengkapan sudah tersedia. Cuma bawa diri doang!
Iyess! Berangkat dengan penuh suka cita karna sempat ditolak saat mendaftar pertama

Makan Pecel Dulu

Aih, ketemu lagi dengan si Mbok penjual pecel gendong. Beliau senang diajak ngobrol. Salut deh! Dagangannya selalu dibutuhkan  setiap event musium musium Jakarta.
Selesai santap pecelnya yang maknyus rasa ndeso itu, kami sholat di mushola bangunan tua. Sementara 20 mesin jahit sudah bersih, menunggu di beranda.

Proses Quilt.

Kalau mau mengasah sifat sabar, teliti, hati hati, dan rasa seni, belajar jahit quilt!
Bagaimana tidak sabar ? Sebelum menjahit, kita harus padu padankan dulu warna dan motif. Bila model yang diinginkan  sudah terbentuk, pertahankan  dengan menyemat jarum pentul pada lajur yang akan dijahit agar tak bergeser.



Potongan segi tiga ini sebetulnya bisa ditata dengan bermacam posisi. Maklum masih basic banget, jadi new comers mau tidak mau membuat  sama bentuk. Model baling baling.
Strika bagian depan hinga jahitan tidak ada lagi yang menggelembung. Tahap akhir gabung dengan kain bagian  belakang.


Foto Su Rima.

Foto Su Rima.

Kesalahan pasti ada, saya terlalu mepet meletakkan jarum pentul penahan, salah posisikan benang dan strika puring kurang merata.
Secara umum, pekerjaan ini sangat mudah karna ditunjang  mesin jahit canggih Brother GS 2500 yang punya banyak kelebihan.

Jam 1 lewat saya mulai berkeringat. Lihat beberapa teman sudah rampung sementara saya masih strika pelapis sarung bantal  setengah jadi. Untung saja mereka ibu ibu yang sudah akrab dengan mesin jahit, jadi saya tak perlu minder. Tetap dengan hati-hati menyelesaikan dan... Jreeengng!! Sempurna terjahit.

Alhamdulillah terima koment positif. Buat ukuran pemula hasilnya termasuk rapih.
Tahu kah? Saat membalik bahan usai jahitan akhir adalah puncak kenikmatan menjahit. Saya puas sampai membuka lagi berkali kali sarung bantal yang sudah terlipat dan siap masuk tas. Pantas, almarhum ibu rela begadang menjahit dibanding beli jadi. Pagi hari ibu bahagia lihat anak anak gembira mendapati  baju baru bergantungan di dinding.

Kelebihan Mesin Jahit Brother

1. Punya Banyak Jenis Jahitan
Kalau diperhatikan variasi  jahitan tiap  baju tak selalu sama. Ada jahitan lurus dan bergelombang untuk mempercantik tampilan. Mesin jahit ini punya 25 variasi.

2. Sistem 4 Lubang Kancing
Hanya dengan mengganti sepatu jarum maka kita bisa pasang kancing sesuai keinginan.

3. Pemasangan Sepatu Yang Mudah
Saya baru tahu kalau sepatu jarum bisa berbeda fungsi. Untuk pemasangan resleting, lubang kancing dan lain lain. Cara melepas dan mengganti dirancang mudah, tinggal  menekan bagian atas sepatu. Pokoknya tanpa obeng!

4. Hemat Listrik
Waktu melihat 20 mesin jahit berjejer dengan stop kontaknya masing masing, saya jadi berfikir, berapa biaya listrik yang harus panitia bayar ke Musium Tekstil? Apalagi belajar gratis ini sampai 2 session.
Jawaban panitia sangat menyenangkan, ternyata mesin cuma butuh 51 watt saja. Aman ... Kita bisa begadang tuntaskan jahitan.

5.  Pengaturan Jahitan
Ada 6 baris gigi bisa diatur sesuai tebal tipisnya bahan yang akan kita jahit. Demikian juga panjang pendeknya jarak jahitan hingga 4,00 cm.

6.  Built In Free Arm
Kalau membuat tali bentuk silindris pada mesn jahit lama, kita harus hati-hati dan konsisten menahan kain agar tidak melenceng. Di mesin canggih ini, kain bisa berjalan sendiri.

7.  Pisau Pemotong Benang
Dekat sepatu jarum ada semacam pengait menghadap ke atas. Gunanya untuk memotong benang. Jika jahitan sudah sampai batas ahir, benang akan putus tanpa repot repot ambil gunting.

Dan yang paling menyenangkan buat saya, mesin ini berlampu dan bisa dengan cepat memasukkan benang ke lubang jarum. Cocok untuk ibu-ibu berkaca mata plus seperti saya.

Foto Su Rima.

Kembali ke Quilting, ia adalah seni menggabung kain perca. Letak kecantikannya ada pada kepandaian dan cita rasa pembuatnya dalam memilih pattern, warna, kain, dan pengelompokkan motif kain.

Textilezy.com kaya akan koleksi motif, kita tinggal pilih dan pesan online. Mau bahan apa? Golden Rami, Cotton Voal, Balloteli, Bubble  Crepe, Titanium Saten? Kunjungi saja webnya.
Jangan hawatir soal harga. Toko kain online pertama kali yang ada  di Jakarta ini punya harga kompetitif dan bahan berkwalitas.

Mesin jahit canggih plus bahan mudah didapat bikin saya kepincut. Menjahit kegiatan yang menyenangkan, ternyata.
Suara mesin , bau kain, berhadapan dengan gunting dan jarum pentul, seperti bermain kembali dekat kaki ibu. Ah, jadi kangen!

Saya berharap memiliki benda ini suatu saat. Untuk berkarya dan jadi jalan amal.
Wah, asiknya ... Kalau bisa memberdayakan ibu ibu dhuafa dengan quilt!
Terimakasih Brother GS 2500 dan Kriya Indonesia.


Image result for quilt kitchen bread


Image result for kitchen and quilt