Wednesday, 7 December 2016

Saling Menguatkan


Kemarin takziah ke Jakarta. Tetangga saya meninggal karna kanker paru lalu menjalar sampai ke otak.
Saat sakit, sabarnya luar biasa. Tanpa keluhan apalagi erangan. Sepanjang perjalanan berputar terus kenangan baiknya.

Rencana dimakamkan jam 10. Alhamdulillah, bisa datang sejam lebih awal dan bisa menatap wajah ibu cantik yang sedikit bicara itu terakhir kali.

Tapi... Ternyata jam 9 sampai sana, kifayah sudah selesai disholatkan. Oo rupanya jam 10 itu sebisa mungkin sudah tutup pusara. Orang orang gerak cepat, yang di rumah, musholla dan parkiran. Saya masih diam diam bingung.
Mau antar ke pemakan atau nggak?

Hukum wanita ziarah ke kubur dulunya, dilarang,  dibolehkan, lalu dilarang lagi.
Era Mekkah terlarang  karna saat itu kesyirikan masih melekat kuat. Paska Hijrah dianggap aqidah sudah tertanam hingga larangan dicabut. Selanjutnyaa??

Masih mikir...

Dari jauh saya lihat ibu almarhumah  tertahan di pintu, matanya mencari-cari sandal. Refleks saja saya hampiri, sodorkan satu persatu sendal yang banyak parkir. Nah, ketemu !

Waktu pakai sandal, tangan gemetarnya bertahan di lengan saya. Pelan-pelan kami jalan  menuju mobil sambil menahan tubuh lemasnya.
Legaaa waktu beliau sudah duduk dengan nyaman, lalu saya siap pulang.
Ehh... Tangannya nggak mau lepas! Terbawalah saya dalam rombongan pengantar jenazah. *Gimana Allah aja deh..

Usai acara doa dan tabur bunga, ibu tadi sudah dipapah keluarganya. Tinggal saya sendiri menyusuri jalan  makam. Ya Allah ... Di depan ada pemandangan yang mengaduk perasaan. Suami dan dua anak almarhumah berjalan beriringan, saling menguatkan.

Hik ! Bahu, mana bahu....?







Tuesday, 29 November 2016

We Are The Master Of Our Mind



Sebuah percakapan di Resto Baba Gendut.


Saya :
"Jadi gimana caranya supaya kita nggak jadi manusia  reaktif? Gampang  marah, mudah tersinggung, apa saja dikoment, trus cepat menshare berita.

Mbak Iwed:
"Bayangkan tubuh kita ada 2, satunya keluar jadi penonton sejenak. Netralkan hati, lihat jernih masalah, cek ricek data yang masuk di otak"

"Segala kejadian sebenarnya bersifat netral. Cara fikir kita akan membuatnya jadi cerah, suram, bahkan menakutkan. Kenapa kita mudah panik, marah, dan cepat melabelkan orang lain? Sebab kita tidak tahu bagaimana otak kita bekerja. Bagaimana persepsi terbentuk lalu menimbulkan emosi. Dan emosi mendorong manusia merespon peristiwa"


Mbak Iwed yang  ihlas berbagi ini sering menjadi trainer seminar Parenting di daerah dan luar negeri . Tulisannya bersama psikolog Okyna Fitriani laku di pasaran hingga cetak ulang (The Secret Of Lightening Parenting). Jadi ini  kesempatan emas menerima transferan ilmunya.

Mbak Iwed:

"Tau nggak? Karakter manusia tu berpola seperti binatang. Kalau orang suka pendam-pendam perasaan lalu dimuntahkan saat emosi memuncak, itu pola sapi yang memamah biak. Kalau orang langsung bereaksi setiap ada aksi, itu pola ular!"

Plaakk!! Serasa ditampar!

Acara kangen-kangenan ini  bikin benderang pandang. Selama ini banyak kesalahan internal external. Kok bisa yaa...sampe nggak nyadar gitu?

Mbak Iwed memberi tehnik-tehnik menyelesaikan emosi supaya tetap tenang dan berdaya dalam situasi apa pun. Lembutnya tutur kata, intonasi bicara, volume suara, akan membawa ketenangan buat semua.

Di dalam rumah saja kita bisa terpengaruh dengan emosi negativ, apalagi jika kaki sudah melangkah keluar. Banyak hal buruk mempengaruhi emosi.
Hidup harus berkwalitas dengan menjauhi kebodohan
Pantess... 37 kali Allah mengulang kata bodoh dalam Quran. Karna cuma orang bodoh yang lihai menzalimi diri dan orang lain.

Trus gimana supaya kita nggak cepat bereaksi  dengan berita medsos?
Mbak Iwed yang gemar berfoto mesra dengan suami ini, suatu hari baca artikel yang banyak mengundang komentar, judulnya "Pasangan Yang Bahagia Justru Tidak Suka Pamer Kemesraan di Medsos"

Bagaimana reaksinya? Apa tersinggung? Nggak!
Ada cara menghadapinya. Ia ciptakan percakapan di kepala. Istilahnya Meta Model, yang gunanya untuk mengklarifikasi sekaligus menyelesaikan emosi.

"Pasangan Yang Bahagia Justru Tidak Suka Pamer Kemesraan Di Medsos" Itu kata siapa? Ada datanya nggak? Mana samplenya? Melalui penelitian kah? Mana hasil surveynya ?
Nggak berdasar, kan? Jadi itu murni pendapat subjektif penulis.

Ini sebetulnya sudah terpapar di QS Hujurat:6 tentang "Tabayyun" Check and recheck. Surah yang sarat dengan pesan etika , moralitas, prinsip muammalah  yang menunjukan kwalitas akal manusia.
Kita banyak makan nasehat tentang SABAR . Tapi dalam praktek, kita butuh ilmu terapan

Kesimpulannya:
Nggak usah dipikirin! So, terpancing emosi, mengkopas, mengomentari, menshare artikel tak berdasar, bukan tindakan cerdas.

Notted:

1. Listen and acknowledge
2. Make piece your mind
3. Realize your thoughts are just thoughts
4. Observe your own mind
5. Retrain your mind to rewire your brain
6. Practice self-Compassion



We are the master of our mind.
 Kita nggak bisa ngatur mulut orang lain. Maka yang diatur pikiran sendiri




Sunday, 27 November 2016

Today...




Pagi ini harusnya ke Kebun Raya, ikuti kursus gratis menanam Bunga Anggrek . Tapi bapak tiba tiba telepon, yayasan Jakarta butuh dana renovasi musholla wakaf Almh.Ibu.

Kok pas banget! Kas yayasan Bogor lagi miniiim. Amanatnya pun untuk pendidikan. *Binuuun.
Terus putar otak sambil menanti bantuan Allah entah lewat apa dan berbentuk apa?

Pada ahirnya dapet  "Rejeki Ide simple" , bapak ringan ... saya ringan. Bapak terbantu, amanah terjaga.
Semoga renov lancar. Musholla  di bantaran sungai itu bisa dimakmurkan pengajian anak-anak  dhuafa,  setelah  kurleb 6 atau 7 tahun  jagoan kampung menyerobot  jadi rumah tinggal, paska musibah kebakaran.

Beberes rumah dan ke ATM kelar. Matahari sudah tinggi, tapi tetap ke Kebun Raya. Ciaaan deh, panggung sudah kosong!
Untungnya rumah kaca angrek tetap terbuka.

Sepi pengunjung malah nyaman. Bebas pilih objek foto, nggak usah nunggu orang lewat baru cetrak cetrek kamera.
Beneran lhoo... Serasa dapat hadiah spesial dari Pencipta kebun ini!
Nikmati sendirian sisa hujan, dingin, daun dan batu  basah, pakis menjuntai di pohon tua, gemuruh deras sungai Ciliwung, kicau burung, kabut di kelok jalan, semua cantik segar! Kembalikan ingatan ke jalan setapak kaki gunung Gede-Pangrango.







Lempar tatap haru dengan menyebut nama kekasih. Seruput perlahan kehangatan pesanNya.
Nikmatnya memeluk diri sendiri, menghiburnya. Nggak ada yang menuntutnya  sempurna. Setiap kesulitan yang ditemui akan menjadi sumber bahagia nggak berbatas. Pahami takdir sebagai program satu satunya yang sempurna dan dirancang husus.


Today...
I choose to feel life
Not to deny my humanity, but embrace it










Wednesday, 23 November 2016

Teman Sarapan





Gara gara baca artikel perjalanan karirnya Panglima RI Jendral  Gatot Nurmantyo, yang namanya terinspirasi dari pahlawan Gatot Subroto itu , saya ketemu dengan komentar mantan Kepala Angkatan Perang RI Letnan Jenderal TB Simatupang, di bukunya yang berjudul "Report From Banaran : Experiences During People's War

"Saya tidak tahu mengapa, pimpinan militer banyak dari Banyumas dan Kedu. Seperti Sungkono, Sadikin, Bambang Sugeng, Gatot Subroto, dan tentu tak boleh dilupakan, Pak Urip"

Lantas dia bilang, "Pada masa itu muncul pembicaraan bahwa dialek Banyumas memang terdengar lebih militan dibanding dengan dialek masyarakat jawa lainnya.

"Saya kerap bercanda, menganggap orang orang itu (Para pemimpin militer  asal Banyumas) sebagai "Prussian of Java"

Kebetulan Pak Gatot Nurmantyo berasal dari Banyumasan bagian Utara.
Wah! Jadi penasaran dengan sejarah Prussia yang mempangaruhi Eropa di abad 16 hingga 19, dan apa hubungannya dengan para jendral kita?
Jadi browsing deh! Dan nggak lupa mencatatnya.

Saat sarapan pagi adalah saat paling enak mencatat informasi, istilah baru, dan ilmu apa saja. Buku kecil di meja makan selalu menemani saya sarapan.
Otak masih segar, sesegar sisa embun di luar.
Lagi pula suasana sepi. Pak suami dan anak-anak lapernya jam 10an.



Tentang Prussia

Wilayah Prussia sekarang, ada di antara wilayah Rusia dan Polandia,
Dahulu dia negara terkuat di Eropa. Berhasil menguasai Jerman negri asal nenek moyangnya (Arya Jerman), Polandia, spanyol, Prancis. Selisia, Bavaria, Frankfurt, Nurenburg dan  Austria. Hingga  Austria memberinya julukan "Negara Perampas"

Tentara Prussia terkenal kuat dan pemberani. Darah nenek moyangnya suku Barbaarian dan Suku Vandalis yang tinggal di tepian sungai Rhein - Jerman mengalir dalam tubuh mereka.

Unik juga alur ceritanya. Peranakan Jerman yang mengembara, balik memerangi Jerman, tapi ahirnya menyatukan negri pecahan Jerman sampai jadi Jerman besar.

Jumlah tentara sedikit, tapi punya tehnologi senjata terbaru saat itu, bernama Dreyse Needle Gun.
Memiliki keunggulan, pendek, mudah disimpan, nyaman dipakai ketika sembunyi atau tiarap, tapi memiliki jarak tembak jauh.


Suku Baarbarian.


Istilah "Orang Prussia" sering digunakan terutama di luar Jerman, untuk  menguatkan kesan dari profesionalisme, militerisme, dan konservatisme.

Raja pertama Prussia,Frederic The Great I. Saking hebatnya orang Prussia sampai-sampai  suksesor kemerdekaan Amerika atas Inggris pun dari imigran Prussia.

Yang bisa menyaingi Prussia hanya Rusia dan Turki Usmani.
Ketiganya kelak gagal, namun Prussia bisa dibilang sirna! Tersobek bagian negara itu ke negara tetangga (Polandia dan Sovyet) sejak Hitler berkuasa dan ingin mendirikan negara kesatuan Jerman, tahun 1941.

Asik  baca tentang Prussia ini. Sejarahnya nyambung ke penaklukan negeri-negeri Eropa oleh tentara muslim dari bani Utsmani hingga koalisi eropa yang menyerang Jerussalem dalam perang Salib.

Ada yang tragis dalam perang itu. Pasukan Eropa yang menjalankan serangan darat menderita panas dan kehausan. Mujur, di tengah gurun mereka dapati Oase.
Panglima perang amat gembira,  langsung turun berlari menuju air. Sampai ia lupa beratnya baju besi. Panglima mati dalam air.

Begitu ceritanya...
Teh manis saya dengan roti panggang yang rada-rada angus enak ini tinggal sedikit. Habisin dulu ah!
Kamu punya teman sarapan juga,kan?




















Thursday, 17 November 2016

"Lestari Wastraku, Lestari Negeriku".




Negeri kita ini  ajaib ya..
Panglima TNI Gatot Nurmantyo pernah bertanya di hadapan para presiden Badan Mahasiswa se Indonesia.
"Coba cari, daerah mana yang tidak punya senjata khas? Daerah mana yang tak punya tarian perang? Tidak ada!

Semua pulau di negeri ini punya sesuatu yang khas. Baik bahasa, rumah,  perhiasan, musik, makanan, buah-buahan, binatang dan lain-lain.
Dan kemarin saya melihat kekayaan lain .... 183 macam kain tradisional Nusantara, pada  acara "Seribu Nuansa Satu Indonesia" di Museum Nasional Jakarta.

Pameran yang melibatkan 34 museum dari 433 museum seluruh Indonesia ini mengundang   duta-duta museum dari berbagai daerah. Menginap 4 hari di satu hotel dan datang bersama  mengenakan baju khas daerahnya masing-masing.
Kami berdoa dan mengumandangkan lagu  Indonesia raya bersama dalam gedung putih berpilar.  Di hangatnya cuaca politik saat ini, tentu membawa perasaan tersendiri yang sulit dilukiskan. 

Tamu kehormatan telah  membuka Cenara bertutup beludru hitam payet emas,  tanda acara dimulai.  Disusul tari Sulawesi  berbaju Bodo yang warna dan modelnya selalu bikin saya jatuh cinta.

Dulu, waktu aktif menari di Taman Mini Indonesia, Bapak  Ibu wanti wanti berpesan, tarian adat apa saja, boleh! Asal jangan tari Anging Mamiri dan tari Pendet. Haha...kuciwa!





Dirjen Pariwisata sebagai pembicara kedua setelah Kepala Musium mengatakan, kain tradisonal kita sudah mendapat pengakuan badan dunia sebagai warisan budaya. Tinggal pengakuan dalam negeri saja yang belum maksimal.

Sebisa mungkin ajak dan biasakan anak anak berpakain  tradisionil pada acara khusus keluarga. Pendidikan tentang warisan budaya pun penting dengan cara mengajak mereka ke pameran-pameran.

Waktu pejabat dan utusan daerah memasuki ruang pameran. Undangan media seperti saya dan teman-teman dipersilahkan menikmati hidangan dulu.
Eh ... Belum sampai meja hidangan, di dekat pilar sisi gedung ada Mbok-mbok gesit tengah meracik pecel Madiun dengan asesories kerupuk gendar dan rempeyek kacang.
Wah... Menu lain dengan perangkat  mewah itu kalah deh!
Yang bikin lengkap menariknya, berdampingan dengan pendopo mungil. Seorang guru berblankon siap ajari kami membatik.








Ruang Pameran

Begitu masuk, teman teman belia yang cantik ajak selfie dulu, Ok lah! Karna tak ada tongsis, jadi "Tongmas"saja! *Tolong Mas! 
Satpamnya baik hati, sangat sabar, kayaknya nggak sekali dua kali deh, diminta tolong.





Pada dinding pintu masuk, pengunjung disambut  foto foto tua bertema baju adat dan peralatan menenun sederhana.
Kalau boleh saya kelompokkan, pameran ini menampilkan  3 fase pembuatan  pakaian. Masa  kulit kayu, serat alami, lalu kenal kapas.

Baju kulit kayu semula polos, lalu tersentuh seni,  hasilnya... lukisan unik dengan warna asli dari tumbuhan membuat baju tak sekedar penutup aurat dan pelindung saja, tapi keindahan dan kebanggaan.
Berlanjut terus hingga muncul  bordir, payet, manik manik, sulam, di atas kain yang makin lama makin lembut.


Decak kagum saya pada tetua kita dahulu. Di tiap alur dan warna , bisa kita dapati   sifat penenun, suasana hati dan suasana alam di mana mereka  tinggal.
Menempa kulit kayu super kasar hingga jadi lembaran lentur tentu  butuh proses panjang dan kesabaran.
Maka berdiri diantara alat tenun dan sampiran kain, seperti melihat kelincahan jemari perempuan rumahan yang taat, sabar dan punya cita rasa rasa seni tinggi.

Stand-stand cerah bersinar menyoroti busana kulit kayu, tenun ikat. Tenun Sederhana,  Lompat Lungsi, songket, Batik, Tapis, Jumputan, Sulam dan Aplikasi. Duh, pengen ngeborong aja bawaannya. *Baju kayu,nggak.

Masing masing punya filosophi, sejarah, dan peruntukkannya. Bicara Tenun saja ada 26 macam. Belum  bicara Batik yang sama sama dari Pulau Jawa tapi banyak beda. Pembahasan panjang, jadi si museum nggak mau repot, tinggal kasih buku tentang Kain dan putar film dokumenter kain nusantara di stand sudut. Jadi, ngasih saya PR nih, Pak?





Sepinya Museum Di Daerah

Habis sholat zuhur sempat diskusi santai dengan salah seorang ibu, pejabat museum Sumatra Barat.
Sejak benda asing bernama internet muncul, toko buku banyak gulung tikar, museum di daerah kurang menarik untuk dikunjungi, sepi, berdebu.

Sudah waktunya bikin  acara yang tak biasa, supaya pelajar tertarik mengenal peninggalan sejarah dan budaya, bukan sekedar membaca permukaannya  melalui ebook.

Mustinya...*Sok tau deh!  Museum menggunakan tehnologi canggih dalam eventnya. Seperti anjungan Ramayana atau Hello Kitty di wisata Dunia Fantasi.
Sambil berperahu, pengunjung dibawa ke alam fantasi,  masuk ke kerajaan Majapahit, ketemu suasana perang (Teatrikal)  lalu menggema sumpah Gajahmada. Ngayal dulu 

Nonton Film Durasi Panjang







Ruang auditorium berdampingan dengan Bazaar handy craft. Di ruang sejuk itu  peserta disajikan film dokumenter "Toraja Melo", artinya Toraja yang Indah.Mengisahkan perjuangan Ibu Dinny Yusuf (Pendiri Torajamelo), merangkap aktifis perempuan yang mengangkat derajat kain tenun Toraja ke pasar Internasional.

Diawal sih semangat, karna dengar ceramahnya Dr.Harry Widianto (Direktur Pelestarian Cagar Budaya) tentang tema seminar "Lestari Wastraku Lestari Negeriku".
Dengan santai kocak, ahli gigi tengkorak manusia purba ini menerangkan arti Wastra, yaitu Pelestarian Kain Tradisional yang bukan peninggalan bersejarah dalam bentuk benda saja, tapi juga non benda. Karna punya filosophi dan punya pengaruh psikologis. Tahun 2009  resmi diterima UNESCO.

Menyusul tayangan desa Toraja, perempuan dan ibu muda berjuang melempar kain tenun artistik ke pasar dunia sambil berkuat hati menghadapi mafia benang.

Cantik cantik corak tenun pada upacara pengantin, keagamaan, dan kematian. Siapa sangka, kesederhaan hidup di alam cantik itu menghasilkan kain bergengsi di Eropa.

Di tengah film, lebih banyak orasi dari pada actionnya. Peserta mulai letih. Tang ting suara cangkir dan harum kopi mbuyarkan konsentrasi. Apalagi bapak di sebelah saya sudah ambil serabi solo dan aneka rebusan.

Ingat, kan? Otak kita menghasilkan biokimia yang namanya endorphin. Dia terlibat dalam proses belajar dan mengingat di fase antara alfa dan Theta. Kalau kelamaan konsentrasi, kondisi gelombang otak jadi nggak menentu. Hihi, bilang aja mau ngopiii.

Oh iya,tau arti  corak batik ini ??

 Image result for batik tema awan


Dari pak Doktor tadi, saya baru tau, ini batik Mega Mendung asal Cirebon. Pesan batik... "Semoga Ada Perdamaian" . Manusia harus mampu meredam amarah dalam situasi apa pun.

Hmmm, seperti pekat awan yang menyimpan gumpalan es, kali yaaa.. Manusia di bumi nggak pernah bisa lihat prosesnya sampai jadi hujan yang menyejukkan dan manfaat bagi orang banyak. So, tahanlah amarah demi kebaikan. *Yang terahir ini ngarang bebas.

Begitulah hasil kunjungan saya...
Detil kain dan fungsi museum, saya tulis di lembaran lain saja, deh!
Nanti bacanya keburu boring.

Yang asik sih, datang saja ke pameran! Sampai tanggal 20 November,kok.
Nanti ada workshop membatik dan jumputan. Pameran ini akan membuka wawasan, selain meningkatkan  pemahaman serta kecintaan masyarakat hususnya generasi muda terhadap kekayaan budaya nasional, spesifiknya kain tradisional.




"Lestari Wastraku Lestari Negeriku". 



























Tuesday, 15 November 2016

Tempat Bernaung Kala Perang Itu Datang



Image result for reklamasi pantai indah kapuk


Ini cuma catatan kecil yang saya ambil dari beberapa rekaman penting pidato tokoh berpengaruh. Biasanya saya siapkan menjelang ketemu dengan bapak. 
Saya harus menceritakan keadaan politik teranyar, lantaran beliau sibuk baca buku buku agama.

Bapak suka senyum menertawakan jalan akal manusia, tapi kadang matanya berair,  melihat bukti ayat ayat Allah turun perlahan, membentang.

*****

Hanya ada 3 negara di garis equator bumi, yaitu Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Latin. Tanahnya subur dan kaya air bersih.
Di saat negara negara besar tak bisa mendapatkan energy fosil, banyak kerusakan alam, dan keringnya sungai Tiberias, maka 3 negara itu seperti gula yang dikerubungi semut. Bisa tejadi perang demi pangan, seperti  yang Presiden Soekano dulu ramalkan.

Dibanding dengan 2 negara lain, Indonesia paling menguntungkan dari kekayaan alam dan strategi politik internasional.  menurut Sri Bintang Pamungkas, China yang  selalu berani menantang aturan PBB itu  sejak tahun 1920 bahkan jauh sebelumnya, sudah  atur strategi ingin menguasai pangan Indonesia. Sementara bangsa kita masih asik mengandalkan energy minyak dan emas Papua.

Satu saja pulau kita dijadikan pangkalan militer, maka akan leluasa dia berekspansi. Misalnya Pulau Natuna yang kekeh surekeh ingin dijadikan wilayah China setelah penduduk china minoritas di sana mengadu pada  Presiden Deng Xiaoping di dekade 80an.

Jurnal the diplomat pada 2 Oktober 2014 sudah meramalkan akan ada konflik terbuka antara Indonesia dan China. Cepat atau lambat. Analis  politik Victor Robert Lee punya bukti bahwa ada permintaan resmi warga keturunan, agar China menganeksasi pulau itu.

Kalau dengar pidato Panglima Gatot yang saya kagumi itu dan orasinya Yapto, ada kesatuan arah. Strategi penguasaan pinggir pantai seperti membentuk satu benteng. Dari Natuna, akhirnya berani mencoba ke teluk Jakarta.

Kenapa properti Podomoro, Agung Sedayu, selalu laku keras sejak tiang pancang di tanam dalam laut? Padahal izin pemda belum di kantong! Mungkin pakai prinsip "Lebih baik minta maaf, dari pada minta izin"

Dari pengelola, Yapto dapat jawaban, bahwa warga keturunan di Batamlah pembelinya. Tapi setelah cek data penduduk, pemda setempat mengatakan jumlah penduduk masih sama, tak  berkurang! Nah lho!!

Daerah pantai sangat strategis untuk mengurung dan mempermudah penguasaan. Pendapat lain, agar mudah mengevakuasi warga keturunan itu bila terjadi satu hal di luar perhitungan.


Persoalan lainnya,  warga China berkedok tenaga kerja  beruntun datang dengan e-KTP palsu yang mereka buat di sana. Siapa yang bisa menjamin kalau mereka bukan tentara? Intelejen dan petugas imigrasi masih minim.

Mereka datang saat kita susah. Dilalahnya kaum mereka adalah pemilik  industri hulu. Bicara makanan dari mie, bumbu, kecap, minyak goreng, sampai tokonya, semua sudah dikuasai. Perjanjian awal perusahaan memperkerjakan warga asing terlanjur disetujui.

Konon, warga Melayu Malasyia dan Singapur amat iri pada Indonesia. Karna negeri kita masih mayoritas Melayu dan tak berdominion.
Menurut Guru Besar UI, di singapur ada 4 kasta. Yang pertama adalah China, kedua India, Arab, dan terakhir Melayu sebagai kasta Sudra. Padahal awal mula Singapur mayoritas muslim Melayu, Kemana mereka? Apa kita mau seperti itu?

Saya tak  membenci satu kaum, kecuali karna Allah yang murka  pada perbuatan mereka. Masa depan pun tak khawatir , sebab sudah janji Allah, jika kita beriman maka para malaikat akan datang menghibur. Laa Takhaf walaa Tahzan!
Rasul bilang ... "Sungguh indah perkara muslim, apa saja yang datang, selalu baik!"

Kalau menyatukan  Surah Al Kahfi, Al hadid dan pidato tokoh itu, kok cocok dengan kisah Ya'juj Dan Ma'juj. Saya lupa siapa penulisnya, ada satu buku yang meramalkan demikian.

Apa pun... Bagaimana pun, selalu ingat pesan  bapak di saat kami naik mobil berdua, atau ngobrol di rumah. 

"Wa makaruu wa makarullah, wallahu khairum maakiriin"

Orang orang kufar itu membuat makar, dan Allah pun membuat makar untuk mereka. Dan Allah adalah sebaik baiknya pembuat makar"


Berapa lama ada pemberontakan? Berapa negara disinggahi  Hasan Tiro untuk minta dukungan kemerdekaan? Jika Allah bukan jadi sandaran, lalu  kehendakNya sudah tetap, maka dalam hitungan detik, cuma satu sapuan tsunami,  semua hapus, berubah!

Bayangkan kalau sapuan itu datang di sentra bisnis dan kawasan hunian modern yang dibangun setelah mendepak  nelayan jelata. Rumput indah tamannya tumbuh setelah menggusur  paksa pemukiman kumuh, perusak pandang dari jendela kamar mereka.

Hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'mannashiiir...
Allah sebaik baiknya tempat kita benaung dan meminta pertolongan, sebelum mau pun  saat genderang perang pangan itu datang.

Wallhu a'lam...


Image result for reklamasi pantai indah kapuk







Friday, 28 October 2016

Serempak, Blogger dan Mahasiswa,Bersuara Bulat



Sebagai Blogger, pasti dooong ... Senang dilibatkan dalam urusan pemerintah. Hati blogger kan sensi,  cermat pada sekitar, trus tangan gatal ingin menulis, pas banget buat diajak kerja sama. Apalagi bergabung dengan mahasiswa yang muda segar, berdarah juang tinggi penuh idealisme. Klop!!

Kemarin tanggal 27 Oktober 2016, kami berkumpul di lantai 6 Gedung FX Senayan. Mall yang didalamnya ada kampus Binus. Tanggalnya bertepatan dengan Hari Blogger yang ke 9. Jadi Ibu Martha Simanjuntak SE,MM ketua umum IWITA ( Indonesia Women IT Awareness)  menyiapkan kue ultah cantik.
Horeee!! Saya nggak kebagian karna sibuk motret dan antri Soto Padang.

Serempak sebagai sayap institusi pemerintah  mengumpulkan kami demi menyebarnya informasi program-program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dan perlindungan anak. Pilihan tema talkshownya pas banget  dengan kebutuhan Blogger, THE POWER OF CONTENT!

Hadir 2 pembicara dari pentolan Blogger, perwakilan dari Komnas Perlindunngan Perempuan dan Anak (KPPPA), perwakilan BINUS, dan Maman Suherman, jurnalis / Pemerhati masyarakat yang wajahnya sering  muncul di TV, acara Jakarta Lawyers Club.

Deritamu Wahai Perempuan Dan Anak



Image result for kang maman suherman


Suasana cukup syahdu waktu menyanyikan lagu Indonesia Raya, apalagi dalam balutan busana daerah, dengan segudang cita-cita di kepala,  ingin memperbaiki keadaan negeri.

Selanjutnya audience dihentak oleh Kang Maman (Sebutan kesukaannya). Indonesia menurut survey, paling tidak 35 perempuan dalam sehari mengalami kekerasan fisik. Dan angka tinggi mengejutkan, anak anak korban pedophil di Indonesia adalah terbesar di dunia. Whattt???

Masya Allah! Banyak keburukan di depan mata. Berita cuma lewat, tanpa sadar angka terus bertambah. Apa baca berita cuma untuk menemani sarapan pagi saja?
Selanjutnya beliau tegas bilang, hilangkan falsafah 3UR! Perempuan nggak jauh-jauh dari  dapur,kasur, dan sumur. 3 tempat itu untuk ibadahnya perempuan, jangan dikonotasikan kewajiban untuk memenuhi syahwat semata. *Ini prinsip saya.

Blogger Almarhum Meninggalkan...?

Ibu Inna A.Murwani,MM,MBA, Deputy Head of Marketing Binus Business School, memulai pembicaraan dengan pertanyaan...

Kalau gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, kalau blogger mati? 



Gading dan belang paling melekat di tubuh, itulah Brand!
Blogger mati harus meningglkan tulisan bermanfaat. Tulisan tak manfaat tanpa pembaca, maka blogger harus punya brand! Kesan apa yang paling ingin ditonjolkan dalam benak pembaca?

Saya terkesima dengan kalimatnya...

"Anda tidak bisa jadi apa saja buat siapa saja. Anda hanya bisa bermakna bagi seorang saja."


Tulislah sesuatu yang pembaca ingin baca, misalnya tentang Gadget,Bahasa, Parenting dll. Blog tema parenting banyak dan biasa, tapi akan  jadi luar biasa bila ditulis oleh seorang bapak. Penasaran kan? Search aja di Talk Fater Parenting Issue to Fathers.

Mau punya blog unik, saratnya adalah select your theme, write stick to the theme, and create your personality! Haha... Personality saya apaaa yaa? Yang jelas masih rakus. Apa saja mau ditulis. 

Tampilan blog mau memberi kesan saat blog dibuka? Cotoh saja blognya Dian Rikasari yang jadi idola saya! Lihat di sini

Inget, cateeet! 
Kenali target anda, pembaca mau apa? Choose your blog name, then colours,fonts,logo,and  tagline! Kenapa harus warna diperhatikan? Sebab masing masing punya kesan. Violet menampakkan Prosperity,royalty. Yellow adalah Joy,light, dan masih banyak lagi.

Cari nama yang unik. Misalnya seperti blogger nekad ini, kasih nama Ngambek-ngambek.com. Abis ini, saya mau selancar ke sana.

Kadang nama nggak berhubungan dengan postingan, tapi asik. Seperti blog Food Is The Best Reason to Travel. Dikira isinya soal makanan, nggak taunya tentang travel. Ngejebak enak ya! Udah gitu back ground imagenya bakaran sate yang bisa bergerak-gerak. Ide dari mana, coba!!

Ringkasnya, Invest to blind your brand!

- Write powerfull
- Sosmed ( Bukan Ismed lho!) is your friend
- Comment... comment..Is link
- Advertise and the use analityc
- Jangan lupa, SEO


Jadi Blogger Yang Keren!

Ini ke empat kalinya saya ketemu dengan Mbak Ani Berta, famous atau selebritinya Blogger! Selaluu dia tekankan, jadilah blogger yang cekatan. Jangan nunggu sampe seminggu buat nulis laporan event. Kan honor sudah dapet!

Duh, jangan sampe deh! Biar cuma dikasih pulpen dan nggak wajib nulis, saya tetap menulis sebagai tanda terimakasih. Bukan apa-apa, sampe dia mengundang kita, artinya dia percaya kita tamu yang baik dan sudah ditunggu oleh panitia yang sudah capek menyiapkan.
Nggak mungkin lah, dateng, nikmati hidangan, disambut istimewa, terus good by! Hellooow... Kan ini bukan ngundang orang lewat.

Apa karna nggak mau makan duit haram? Bukan ! Tapi sudah komit, be an actual on your side, segala langkah dan tinta harus jadi bekal buat "ke Sana"

Mbak Ani menngingatkan, selain pola 5W + 1H sudah ada dalam catatan, alangkah baiknya menggunakan sisa waktu event untuk interview tokoh penting.

Ada juga blogger yang butuh waktu banyak agar uraian banyak. Jika demikian, yasud! Tulis saja apa adanya dan sisihkan opini.

Masalah lainnya, jenuh suka muncul. Segeralah cari celah lain, jadi EO juga bisa. Atau  ada sahabat yang minta produknya direview? ok ok saja. Asal jangan terlalu sering.

Mbak Ani yang full time nge-blog memang ihlas dalam kegiatannya. Datang ke satu event bukan dengan niat dapat fee atau goodie bag. Bahkan ia pernah tak menghasilkan apa pun dari menulis, tapi ihlasnya dibayar oleh Allah. Tanpa disadari blognya jadi perhatianAustralian Aid.


Mau Jadi Maestro Artikel?

Irwin Day pemilik irwinday.web.id dan  yang banyak pembacanya itu, kasih tips.
Tulisan akan menarik bila tersimpan ide keren di dalamnya. Hal hal baru yang orisinil, menginspirasi,positif dan produktif , bukan saja disukai pembaca personal, tapi juga jadi makanan empuk bagi instansi pemerintah, contohnya web 1juta.id , sangat membantu memperluas pemasaran produk usaha mandiri sekolah, pondok pesantren, komunitas mau pun desa melalui internet.

Artikel menjadi penting bila memaparkan verifikasi data akurat. Sampaikan opini yang kira kira bisa meneduhkan dan jadi ilmu pengetahuan baru buat orang banyak. 
Sekarang hukum kita melindungi. Banyak brodcast  jadi sarana Black Campaign, jadi sembarang me-like  bisa terkena pasal, apalagi sesumbar koment.

Intisari Dari Event Ini

Kang Maman bilang...
Beranilah ungkap kebenaran masalah perempuan. Serempak memang bermanfaat dan jadi naungan buat kaum perempuan, tapi ketahuilah gaungnya akan berimbas untuk kemaslahatan/ kebaikan bangsa dan dunia. 

Kapan lagi kita berbuat untuk negeri tercinta? Serempak satu-satunya portal interaktif yang memberikan fasilitas diskusi  terkait pemberdayaan perempuan dan anak. Sarana pas buat kita sebagai penulis kan?

- Menulis dengan tema yang mendukung perempuan dan anak
- Berikan info cerdas untuk perempuan dan anak
- Munculkan figur perempuan yang inspiratif

Acara ditutup dengan pembagian cendramata kepada pembicara,  hadiah menarik buat  penanya terbaik, busana daerah terbaik. Aihh... Mbak Een Endah teman segrup WA dan teman seperjalanan saya dapat hadiah busana terfavorit. Dia terima voucher menginap di hotel, dan tas cantik, Wow banget!

Meski acara meriah dengan  hiburan band  keren, hadiah plus makanan enak,  tapi jangan pernah lupa bahwa Serempak, Blogger dan Mahasiswa,  bersuara bulat dan tetap membumi. Karna rakyat kecil yang banyak jadi korban.

Sukses terus buat penyelenggara dan Selamat Ulang Tahun Blogger! 

























Wednesday, 19 October 2016

Fotography Arsitektur Dan Interior Yang Menyatu





Pernah ditontonin orang. Di gonggong anjing juga pernah, gara-gara motret rumah-rumah  tua yang ada di seputaran jalan Dewi Sartika Pasar Anyar dan Jalan Surya Kencana. Tapi kalem aja! Yang penting sudah saya abadikan, tersimpan dalam dokument.

Kota Bogor seperti remaja yang sedang mengalami perubahan fisik. Senang berdandan, ingin tampil beda, bikin pangling!
Beton tinggi penginapan dan resto bermunculan menggantikan rumah beratap kerucut dengan jendela kayu lebar berkisi,  khas arsitektur Belanda.

Sedih, Tapi mau diapain? Rumah hangat sederhana penyimpan cerita beberapa generasi itu memang harus pecah jadi warisan berbagi.
Entah, ada Perda yang melindungi rumah tua seperti di kawasan Menteng Jakarta, atau nggak?

Pikiran saya sederhana saja,  rumah bukan cuma tempat bernaung, tapi produk kebudayaan manusia dari zaman ke zaman.
Lihat saja, penggunaan material kayu, besi, dan kaca yang berbeda mewakili perbedaan masa.

Karya arsitektur mengandung  estetika, seni,ekspresi, realita dan harmoni. Dengan mendokumentasikannya, kelak saya bisa bercerita pada generasi selanjutnya.


Hasil jepretan masih terlalu sederhana, karna hanya mengambil dari satu sisi. Padahal banyak detil bagian bangunan bisa bercerita juga.
Harusnya saya minta izin pada pemilik rumah. Motret ruangan-ruangan, cari obyek unik, sambil bertanya sejarahnya. Lebih asik lagi kalau bisa lihat foto jadulnya, trus jadi deh.. foto Before dan after.

Keharusan itu saya  tahu setelah ikut workshop fotography arsitek di Hotel Grand Savero Bogor beberapa hari lalu tanggal 15 Oktober. Kebanyakan anak berseragam abu-abu yang datang ke hajatannya  KFB  Komunitas Fotography Bogor) ini. Ehemm! Berasa muda lagi :)
Workshop ini membuka wawasan saya, bahwa fotography arsitek bisa diperkuat dengan fotography interior.

Alhamdulilllah, ini kehadiran saya ke dua di workshop serupa. Yang sebelumnya  bisa dilihat di sini, dalam bahasan yang berbeda.


Pembicara Sesi Pertama




Mas Priadi Soefjanto, dosen ilmu fotography-Institut Kesenian Jakarta, menjelaskan...

Banyaknya manusia lalu lalang dari negeri ke negeri, mempengaruhi gaya bangunan di negaranya sendiri. Bangunan ibadah  kini beragam gaya, ada model Parsi, India, Arab dan lain-lain.
Orang Eropa yang jatuh cinta bali, langsung membuat rumah peristirahatannya bergaya bali, dengann seni detilnya.
Atau di tahun 80-an, perumahan Pondok Indah Jakarta, bermunculan rumah-rumah berpilar model Spanyol.

Tiap bangunan punya jiwa/philosopinya sendiri. Seperti rumah suku Jawa. Makin tinggi dan berlapisnya plafon, menandakan makin tinggi kedudukan si pemilik rumah.

Seorang photografer arsitektur wajib tahu dan menonjolkan jiwa rumah tersebut melalui kameranya. Perhatikan, rumah  asli  orang Bali berpondasi tinggi di atas permukaan tanah. Di terasnya ada beberapa anak tangga. Philsopinya agar penghuni rumah merasa tenang dan aman dari air atau binatang. So, jangan sampai photograper memotret rumah tanpa tangga.




Ketelitian Perlu

Supaya gambar nggak  membosankan, cari detil benda yang ada di rumah. Misalnya pegangan pintu, grendel jendela, bentuk jendela dan lain lain.

Bila ingin membuat  foto rumah terkesan menonjol dibandingkan bangunan lain di kiri kanannya, siapkan banyak lampu sorot. Seperti pengambilan gambar Gedung Indocement yang butuh 19 lampu  di titik titik penting .

Jangan lupa mencatat di mana titik titik lampu di pasang. Supaya mudah menyiapkan kembali  bila harus potret ulang ( Re-Take).
Properti harus aman dari gangguan kabel, dan lalu lintas orang. Satu lampu jatuh, artinya uang besar  melayang.
Properti fotography harganya cuma 2 macam. MAHAL dan MAHAL BANGET!


Menentukan perpektif harus diutamakan , yaitu cara pandang kita pada objek foto. Mau meninggalkan kesan apa pada saat orang melihat fotonya? Kesan luas kah? Megah? Tinggi?
Dengan perpektif, foto jadi berdimensi. Arah, jarak pengambilan, dan tinggi rendahnya posisi kamera waktu memotret sangat mempengaruhi.

Ada istilah "Titik Lenyap"  ( Finishing Point) dalam ilmu fotography. Dengan memanfaatkan titik lenyap saat memotret, maka satu lorong atau jalan, makin lama makin mengecil hingga hilang. Ini contoh titik lenyap 1


boardwalk in mangrove forest


Dan berikut contoh titik lenyap 2

split level


Pembicara Sesi ke dua




Mas Irfan Nurdin, fotographer majalah Arsitek Griya ASRI banyak menerangkan tehnis pengambilaan gambar dan pengenalan fisik kamera. Ia mengatakan foto kita harus penuh cerita. Bukan sekedar gambar.

Yuuk kita nge-cek hasil jepretan kita kemarin-kemarin! Apa bercerita?
Ya doong pastinya! Tapi kita sendiri yang ngerti ceritanya, haha !


Lalu beliau mengajak kita memanfaatkan  lensa Fishaye bila ingin semua pemandangan luas masuk dalam satu frame.
Pernah nggak, kepengen ambil semua moment, tapi gatot? *Gagal Total

Saya alami waktu diminta tolong motret acara ijaab qabul anaknya tetangga.
Itu ruangan tamunya sempiit.

Saya pakek Nikkon Analog Dx 1900 dengan lensa zoom... berapa ya? *Lupa! Akibatnya gambar keambil  separo separo. Trus saya cropping yang pas setelah dicetak. Maksain banget! Untungnya nggak kelihatan setelah masuk album. Apalagi zaman itu kan asesories album lagi musim, jadi tersiasatilah.

Dengan lensa fishaye. kita bisa ambil panorama luas dengan maksimal. Atau sekumpulan banyak orang pada foto resmi tanpa harus berkali kali take.

Sejajarnya lensa dengan garis cakrawala luas, menghasilkan gambar dengan sudut lebar,  sedikit yang terdistorsi.

Namun jika lensa arahnya di bawah cakrawala, maka terlihat gambar langit melengkung  dari cakrawala. Sayangnya lensa ini punya titik fokus pendek.

Image result for kamera fish eye maksudnya


Fotography arsitek dan interior nggak terpisah. Keduanya sama sama  mengandung art, pilihan sudut, transposisi, juga  tata letak.

Ruangan yang sama akan tampil beda bila intensitas cahaya berubah. Dan tak semua ruang bagus diambil pada siang/malam hari.

Hindari asesories yang terlalu ramai di ruang kamar. Untuk kesan alami, nggak usah terlalu rapih-rapih amat! Tapi berantakan pun jangan! Timbulkan kesan bahwa peralatan di kamar itu baru digunakan pemiliknya. Misalnya selimut yang sedikit tesingkap, meja dengan segelas kopi , majalah terbuka dan kacamata.
Kehadiran orang, atau binatang, pun bisa menghapus kesan formal.

Jangan ragu mengambil sudut  kaku. atau gambar  tak utuh. Garis-garis  tak selalu harus lurus. Ketidak sempurnaan malah membuat hidup.

HT / Alat komunikasi jarak pendek perlu disiapkan. Kadang ambil gambar out door malam hari, lampu ruang tak semua menyala. Memberi intruksi dengan HT akan mempermudah.

Siapkan juga  printilan-printilan seperti peniti, untuk mengencangkan posisi sprei. Lakban, isolasi, untuk merapihkan kabel-kabel yang menjuntai tak teratur.

Sesi Tanya Jawab

Rupanya nggak  banyak kesempatan bertanya. Audience bergerak cepat  menggunakan waktu untuk praktek langsung di lobby. Beruntung saya dapat kesempatan bertanya dan kasih saran agar KFB sewaktu waktu mengadakan lomba foto rumah-rumah tua di Kota Bogor.

Fotography arsitek dengan Interior yang menyatu, akan menghasilkan gaambar dan cerita yang menarik untuk dikenang.
KFB, terimakasih undangan dan sajian lezatnya yaa..Oh, sertifikatnya jugaa!























Tuesday, 11 October 2016

Tingkatkan Perawatan Kewanitaan Dengan Antiseptik Yang Aman




Para Ilmuwan menemukan 5 fakta ajaib yang menakjubkan dari  tubuh wanita.
Diantaranya memiliki rahim yang ultra elastis dan tingkat keasaman pada vagina.

Tuhan sudah sedemikian baiknya, membekali wanita dengan keasaman (Ph).
Bila Ph normal, vagina menjadi sehat. Dapat mencuci dan melindungi dirinya sendiri dari serangan  bakteri jahat, virus, inveksi, dan jamur  yang bisa melebar hingga organ reproduksi. Maka sudah sepatutnya wanita serius dalam merawat dan menjaga kebersihannya. Terutama pada saat menstruasi.

Demikian pengetahuan yang saya dapat saat memenuhi undangan peluncuran produk baru Betadine tanggal 6 Oktober 2016 kemarin di Cafe Tanamera Letter 5 Cuisine- Jakarta Pusat. Ruang yang didominasi  nuansa pink itu sangat mewakili  tema;
During your Red Days "BETADINE Feminine Hygiene Helps Reducing the Risk of Infection"

Usai mengabadikan tampilan BETADINE  kemasan warna kesukaan wanita itu, kami mencicipi hidangan Chef Cafe Tanamera.
Acara yang dikemas Inke Maris Assosiates ini amat simple, praktis, dan padat pesan meski waktu pendek.
Pers Liris dalam map rapih bersih dan fee langsung diterima para Blogger di pintu masuk. Keren kerjanya yaa! Menyenangkan dan amat berkesan.


Di kesempatan emas ini,  dr Liva Wijaya, SpOG menyampaikan:

 "Hasil penelitian para ahli berkesimpulan, banyak wanita pada saat menstruasi terjadi siklus dua arah. Sel darah dan jaringan yang harusnya terbuang ke vagina,  mengalir juga ke arah leher rahim dan tuba falopi. Kondisi ini memungkinkan kontaminasi mikroorganisme semakin tinggi karena adanya aliran dari atas ke bawah dan sebaliknya. 
Ini lah salah satu penyebab banyaknya ditemukan kasus infeksi saluran kemih paska menstruasi. 
Oleh karena itu menjadi penting bagi wanita untuk menjaga kebersihan dan kelembaban daerah kewanitaannya"

Kesehatan  kewanitaan sangat berhubungan dengan

- Siklus menstruasi
- Penyakit Infeksi
- Paska Kelahiran
- Monopouse
- Obat-obatan yang diminum
- Dan perubahan saat kehamilan


Akibat kurangnya  perawatan biasanya akan timbul infeksi berulang, seperti

- Infeksi pangul
- Infeksi Saluran Kencing
- Infertilitas

Bahkan bisa berakibat

- Kanker Servick, Vulva Vagina
- Kerusakan sistem imun tubuh
- Infeksi menyeluruh ( Sepsis)



Andra Alodita, sahabat Bloger yang menjadi salah satu pembicara menuturkan pengalamannya. Keputihan tak boleh dianggap remeh. Infeksi yang pernah dideritanya dulu menyebabkan Tuba Faloppinya harus diangkat. Tak ada lagi yang dapat menggantikan salah satu organ reproduksi wanita yang penting ini. Untuk memiliki keturunan, ia harus menjalani program bayi tabung.



RADANG PADA VAGINA

Radang ini banyak ditemukan di populasi. Gajalanya dapat berupa gatal dan perih, kemerahan, dan keluar cairan ( Keputihan). Sangat tidak nyaman saat Buang air kecil dan dapat mengganggu hubungan sexual.

Penyebab keputihan  berasal dari jamur Candida Albican, bisa juga dari parasit yang disebut Trichomonosiasis Vaginalis. Keputihan patologis akan meningkat karena;

- Hygiene buruk
- Keadaan imunokompromise
- Nutrisi dan kesehatan yang menurun
- "Unsave Sex"
- Praktek hygiene daerah kewanitaan yang salah

PERWATAN VAGINA

Banyak cara  dilakukan wanita untuk merawat kebersihan kewanitaannya.
Misalnya dengan steam vagina, mengolesnya dengan krim tanpa konsultasi ke dokter karna malu, atau dengan Doucing, menyemprotkan larutan air dan cuka melalui alat husus.
Padahal menurut Constance Young,MD, asisten profesor di Colombia University Medical Center, penyemprotan akan membuat vagina rentan terhadap inveksi.

Dan perlu wanita ketahui, dalam vagina terdapat bakteri baik dan bakteri jahat.
Jangan sampai cara perawatan yang ia lakukan menyebabkan matinya bakteri baik.






Merry Sulastri, educator merankap Trainer Mundipharma menjelaskan;
Salah satu pembersih (Antiseptik) yang terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri buruk sekaligus mengembalikan kondisi flora bakteri natural pada daerah  kewanitaan adalah Providone-Iodine, BETADINE @Feminine Hygiene yang mengandung Providone-Iodine 10%.

Ini merupakan salah satu solusi yang telah terbukti secara medis dapat menjaga kebersihan kewanitaan saat resiko infeksi meningkat termasuk selama periode menstruasi.

Kandungannya terbukti memiliki kemampuan dengan spektrum terluas dalam mengatasi berbagai jenis bakteri buruk, virus, jamur, dan protozoa yang mengakibatkan infeksi, tanpa membunuh bakteri baik, bila menggunakannya tidak setiap hari atau pada waktu yang tepat.

dr.Livia Wijaya,SpOG menambahkan, pada saat menstruasi sebaiknya wanita membersihkan organ kewanitaannya secara teratur, dengan cara membasuhnya dari depan ke belakang, dikeringkan dengan baik. Selain itu disarankan juga untuk mengganti pembalut sesering mungkin, setidaknya 3-4 jam sekali, untuk menghindari kelembaban. Underwear yang nyaman adalah yang tidak ketat, terbuat dari kain katun yang dapat menyerap keringat.

BETADINE, CAIRAN ANTISEPTIK YANG AMAN



Dari keterangan Adi Prabowo, Marketing Manager Consumer Mundhiparma, saya baru tau lhoo.... Bahwa Betadine jadi pilihan para dokter  NASA dalam misi Apollo 11  27 Juli 1969. Mereka khawatir apa yang mungkin dihadapi dan dibawa astronot sekembalinya dari luar angkasa.

Percaya dengan ungkapan "Lebih baik aman dari pada menyesal", seluruh bagian di dalam modul pendaratan, badan perahu dan pakaian astronot  harus disterilkan dengan BETADINE.

BETADINE Feminine Hygiene adalah pembersih antiseptik kewanitaan sebagai desinfektan vagina untuk mengobati gejala iritasi ringan, gatal dan keputihan, serta menjaga flora vagina normal tetap ada meski sedang bekerja menurunkan infeksi hingga batas minimum. Pakailah hanya di saat resiko infeksi bisa meningkat.

Sebelum kejadian pahit seperti pengalaman Andra Alodita, yuk!  Kita tingkatkan perawatan kewanitaan dengan memilih antiseptik yang aman.


Asinan Blogger  bersama pembicara