Friday, 26 August 2016

Berusaha Dan Berserah


Saya agak nggak enak waktu tukang ojek yang tengah mengantar saya mengeluh  pendapatannya yang akhir akhir ini merosot tajam.

"Gara gara Gojek sama Grab bu, jadi susah begini!"

Saya diam saja. Harus bilang apa? Anak-anak saya yang dulu sering naik ojeg dia, sekarang  lebih memilih transportasi online.

"Bukannya Mamang punya langganan antar jemput sekolah?"

"Ada sih bu, tapi masih keneh kirang"*Masih juga kurang.

"Mudah-mudahan rejeki datang dari tempat lain ya,Mang" Kata saya.

"Amiin bu, Amiin"

Masih setengah jalan, saya mencoba nyambung pembicaraan lagi.

"Tapi , gimana ya Mang, anak anak saya tu sering butuh kendaraan yang langsung ke Stasiun.  Mamang ojeg di sini banyak yang nggak punya SIM dan nggak siap  Helm buat penumpang"

Saya terangkan juga, Gojek jam berapa pun bisa dipanggil, mereka siap masker, dan... Ongkos cuma 5000 perak untuk perjalanan yang hampir 10 kilometer, sementara ojeg minta 25 000.

"Masak semurah itu bu?" 

"Ya Mang, memang kadang tarif naik pada jam-jam tertentu, cuma nggak banyak"  Dia mengangguk beberapa kali

Sambil turun dan siap siap bayar, saya tanya...

" Anak-anak pada sehat,Mang?"

"Alhamdulillah pada sehat Bu..." Wajahnya sumringah.

"Alhamdulillah. Nggak apa-apa ya, Mang. Rejeki kan bukan dari motor ini. Bagaimana kalau  mamang banyak uang, tapi buat dokter?"

"Aduh... Jangan sampe buu !" Si Mamang senyum sambil masukkan uang ke saku dan siap putar haluan.

****

Obrolan dadakan dengan tukang ojeg, membawa pikiran saya pada masalah ihtiar dan rejeki. Dua hal yang jadi beban pikiran manusia purba hingga kini dan akan datang.
Demi pendapatan, manusia rela kaki jadi kepala, kepala jadi kaki. Menggunakan akal sehat mau pun trik curang demi duit.

Padahal saat lahir tangan kita kosong, nggak tau dari mana makanan masuk menumbuhkan raga? Semua ada yang menjamin!
Galon ASI sudah disiapkan sejak sang ibu masih gadis, pakaian, makanan, bisa sekolah,  kuliah, trus kenapa tiba-tiba  takut lapar dan masa depan?

Kita punya rejeki masing-masing yang nggak pernah meleset  ukurannya, baik kerja biasa mau pun workaholic. Karna dibalik kekurangan, ada bonus dari Allah. Di balik kelebihan ada yang Allah ambil.

Pendapatan sedikit, tapi dia sehat, sedikit keinginan, anak anak mudah diatur.
Pendapatan banyak, tapi  kewajiban banyak, selera makan dan pakainya tinggi.
Paling ngenes kalau kehilangan waktu kebersamaan dengan keluarga, akhirnya lonely dan pesakitan di masa tua.

Kita ada di abad yang mengandalkan akal tanpa sinar wahyu. Logika jadi raja yang diagung-agungkan. Hingga lupa bahwa Allah menguji manusia dengan KETAKUTAN dan KELAPARAN. Takut masa depan, takut  sakit, takut rugi.

Bukan Allah yang  ia ingat pertama kali saat musibah datang, tapi pada  BPJS, fasilitas , hubungan luas, dan lain lain. Sandaran yang sangat lemah!

Kenapa begitu? Karna pemahaman Aqidah masih minim.
Bukan salah ustad yang mengajari kita, tapi kita sendiri yang tidak kontinyu dalam belajar, tidak step by step, cuma ambil secomot-secomot, hingga salah menerjemahkan kehendak Rabb.

Ilmu itu masih dianggap sepele. kurang sadar bahwa itulah  kunci kunci menuju syurga. Dan... syurga tak murah! Perlu waktu, ihlas, bahkan air mata.


Dengan aqidah,  kita berserah dan bersandar di tempat yang benar dan kokoh.  Berihtiar diiringi keyakinan pada pertolongan Allah meski ketakutan tadi menyerbu setiap hari. Lama lama terbiasa menyatukan   ihtiar dan tawakkal. Bebas dari faham "Ini hasil keringat saya"

"Ya Rabb yang Maha Hidup, wahai Rabb yang berdiri sendiri, tidak butuh segala sesuatu. Dengan ramatMu aku meminta pertolongan. Perbaikilah segala keadaan dan urusanku. Dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (Tanpa mendapat pertolongan dariMu)"  *Doa zikir Pagi Petang

Pasti kita pernah mengalami ini...
"Kok, penghasilan saya cuma sekian... sekian...Tapi bisa nutupin juga akhirnya? Udah gitu masih bisa sedekah pula, meski nggak banyak"

Ternyata ihtiar yang kita usahakan  pun sebetulnya nggak pernah mencukupi. Mesttiiii  ujung-ujungnya Allah juga yang nombokin! Tiap bulan ada saja pengeluaran  tak terduga, tapi selalu tercukupi hingga datang bulan berikutnya.
Pertolongan datang berbentuk waktu atau kelonggaran, terserah skenarionya Allah! Yang  jelas Allah nggak pernah kehabisan cara.
Tak jarang Allah beri jembatan dulu, baru muncul masalah. Dapat arisan dulu, baru motor rusak.

Keuntungan Berihtiar Dan Tawakkal

- Memupuk rasa kebergantungan kita pada Allah.

- Ngak kecewa kalau target atau cita-cita nggak terpenuhi, karna yakin Allah tau yang terbaik buat kita

- Menurunkan rasa Pe De yang berlebihan akan kekuatan diri. Nggak ada yang bisa jamin kesehatan kita kecuali Allah. Kalau sakit, kita nggak bisa kerja, nggak mampu ihtiar.

- Nggak paranoid pada masa depan

- Nggak perlu baik-baikin manusia, minta ridho manusia karna "Sesuatu". Berbaik pada manusia benar benar karna Allah saja.

- Nggak takut kehilangan pekerjaan/penghasilan.  Karna akidah yang baik bikin si pemiliknya percaya diri dengan bekal bantuan Allah, bukan di bawah kontrol dunia

- Dia yakin bumi Allah itu luas. Selama ia mau bergerak, pasti Allah menolong.
Nggak perlu buang-buang duit buat seminar seminar bergengsi, beli buku mahal mahal karangan profesor-profesor untuk memotivasi diri.

- Akidah yang baik dan benar, kompornya lebih panas!! Karna  Allah dan rasulNya yang memotivsi langsung.



Ya Allah lembutkan hati kami dalam menerima kebenaran. Semangatkan kami untuk menuntut ilmu agamaMU.





















Monday, 22 August 2016

Resep Apple Pie Yang Simple



Sudah berbulan buku resep kue Serba Pie, hilang.
Tanya sana-sini tetep nggak ada yang merasa pinjam. Gitulah, kalau nggak  mencatat buku yang keluar. lebih lebih lagi, saya sering lupa (Males sebenernya) bubuhkan nama dan sign di halaman cover.

Bisa sih, cari di toko buku atau browsing, tapi resepnya beda takaran dan terlalu banyak pilihan.
Banyak jenis kue pie memang. Ada yang pakai tambahan susu, minyak olive, susu cair, dan telur.
Saya tetap inginkan resep Apple Pie klasik. Selain berbahan  sederhana, takaran pas, kulit pie masih renyah meski disimpan dalam kulkas. Ini ciri pie yang bagus dan anak anak menyukai rasanya.

Yang membedakan pie klasik ala emak emak eropa dengan pie kekinian, bahan dasar pie klasik diberi  shortening atau mentega putih, agar pie lembut renyah.

Setelah dipikir pikir...
Fanatis pada sesuatu itu nggak baik, ya kan? Kadang ilmu baru muncul dari sesuatu yang kita hindari.
Jadi saya coba resep Pie modern dengan tambahan telur. Dan karna saya baik hati, senang berbagi *Uhuk! Saya tampilkan di sini deh!
Bahannya sederhana,kok!


Bahan Kulit

250  Gram Tepung Terigu Segi Tiga
100   Gram Butter, setelah disimpan di kulkas
1      Bungkus vanili bubuk. Bila cair, cukup 1/2 sendok teh
1/2   Sdt garam
2      Butir kuning telur
1/2   Sdm gula halus, kalau senang manis.
2      Sdm air es. Harus dingin banget yaa!

Cara Membuat






-  Setelah terigu dalam wadah, masukkan Butter yang sudah dipotong-potong dadu. Menyusul bahan bahan lain, kecuali air es.

-  Aduk dan tekan tekan dengan garpu jika tak punya pisau Pastry

-  Setelah adonan keliatan kering dan berbiji, masukkan air es.Tekan dan aduk lagi.

-  Bila adonan keliatan sudah halus, tumpahkan semua di atas plastik wrap, lalu bungkus, satukan/genggam dengan kuat hingga kelihatan bulat padat. Kenapa demikian? Sebab bila adonan kena tangan, pie bisa jadi keras dan mudah hancur.

-  Potong adonan, bagi dua. Sebagian agak besar untuk pie bagian bawah.
Sisanya untuk penutup pie.

-  Diamkan dalam kulkas sampai 30 menit.



Selama menunggu, kita membuat isian Pie.

Bahan Isi

4       Buah Apel Malang, kadang saya pakai 2 Apel Granny Smith
5       Sdm Palm Sugar
2       Sdm  Tepung Tapioka yang sudah diaduk dengan air secukupnya.
1/2    Sdt  bubuk kayu manis
1/2    Sdt  Pala bubuk
1/2    bagian jeruk lemon yang sudah diperas.

Cara Membuat






-  Buang biji apel, dikupas, lalu iris-iris tipis (Sesuai selera)

-  Masukkan dalam panci, aduk  semua bahan (Kecuali Tapioka) dengan air secukupnya, pokoknya asal terendam irisan apelnya.

-  Bila apel kelihatan sudah setengah  empuk, siram dengan tapioka cair. Aduk perlahan sampai kental. Angkat lalu sisihkan.




-  Keluarkan adonan Pie dari kulkas. Kalau cukup empuk, pipihkan selebar loyang atau pirex yang sudah dilapisi mentega.

- Letakkan lembar pie menutupi loyang, tusuk tusuk permukaannya dengan garpu agar panas oven mudah tembus.

- Tuangkan isi Pie, ratakan.

-  Sisa adonan pie kedua di pipihkan dan potong panjang. Kita mudah membentuknya jadi  anyaman bila adonan masih dingin.

-  Tutup adonan, lalu kwas permukaan anyaman dengan kuning telur. Lalu panggang dalam oven dengan api sedang.

- Bila sudah setengah matang, keluarkan sebentar untuk diolesi mentega. Supaya Pie tak pucat warnanya. Panggang kembali hinga matang.

Selamat mencoba! Simple,kan?



Add caption
-











Monday, 15 August 2016

Surat Adik




Kemarin pagi, adik saya sibuk terima telepon, sms dan WA
Ucapan selamat Ultah dari teman dan saudara datang beruntun.
Senyumnya nggak lepas waktu bilang terimakasih dan aminkan semua doa.
Kelihatan bahagia sekali!

Jelang siang, masih ada telepon yang masuk. Herannya adik saya cuma diam.
Muka cerianya yang tadi entah ke mana?
Ponsel dia silent, dan  serius  menulis sesuatu.

Biasanya dia  gambar sketsa kalau dapat ide dadakan sebelum melukis.
Tapi lihat mukanya sedih muram begitu , saya yakin bukan karna itu!

Dan penasaran saya kemarin,  akhirnya terjawab hari ini.
Adik saya ternyata menulis surat untuk dirinya sendiri!


Dear Aas...
Sejak pagi buta Hp mu terus menerus berbunyi. Kamu bahagia,kan? Merasa diperhatikan kerabat dan sahabat. Merasa ini hari spesial, banyak yang memberi selamat, mengajak pesta, atau sekedar traktir-traktir sederhana untuk merayakan.

Dear Aas...
Mungkin kamu tengah terbuai, atau kamu lupa, atau memang kurang tanggap?
Bila quota internetmu berkurang, kau panik! Berusaha secepat mungkin isi ulang.
Tapi giliran quota usiamu berkurang, kamu senyum gembira. 
Pantaskah kau merayakannya? Layakkah kau menyebutnya hari spesial?

Paket quota internet bisa kau isi ulang kapan saja.
Sayang, layanan UNLIMITED USIA tak tersedia, dan tak akan pernah tersedia!
Jadi, berhati-hatilah  menggunakan sisa usiamu! Jangan pernah melupakan sabda Rasulullah Saw.

"Seandainya engkau tahu apa yang aku ketahui ( Yang terjadi setelah kematian), niscaya engkau akan lebih banyak MENANGIS daripada tertawa"



Dear Aas...
Perbanyaklah mantadaburi diri. Hisab dirimu sebelum datang hari hisab sesungguhnya! Tanya pada dirimu sendiri...
Pantaskah engkau merayakan "Peringatan" yang mengingatkanmu betapa kian mendekatnya  kakimu ke lubang yang gelap itu?

Terakhir untukmu Aas...
Mulai hari ini, belajarlah!
Belajar untuk menempatkan rasa bahagiamu di tempat yang benar
Bukan menempatkan rasa bahagia itu pada saat yang seharusnya engkau bersedih.



Sumber Gambar:  Ada di sini












.







Monday, 8 August 2016

Kuki Cafe Yang Romantis



Saya nggak  tau sejak kapan ada Kuki Cafe di jalan Halimun Bogor?  Gara gara undangan FFH (Female Food Hero) yang disponsori Oxfam, saya datang  menikmati menu cafe unik . Letaknya memang terpisah dari cafe cafe lain yang tengah menjamur. Persisnya di belokan sebelah kanan setelah gedung RRI.

Cafe & Store ini memiliki paviliun yang bisa disewa untuk meeting atau perayaan hari spesial. 50 orang bisa tertampung, lumayan! Tawaran menu  juga seru tampilannya.

Saya dapat Wafel hangat dengan topping daging halus dan sauce. Rasanya mirip topping pizza pedas dengan tambahan sayuran. *Kurang pedas sik, sebenarnya.

Karna bertetangga dengan rumah hunian dibelakang bukit (dulunya), cafe yang mempertahankan bangunan kuno ini jadi tampil anggun sendirian, jauh dari bising jalan dan lalu lintas orang. Privacy banget kesannya!

Meski masih ada kekurangan, tapi tempat ini menyediakan ruang sholat. Itu yang penting!

Ngng... Mau bikin acaranya malam?  Bakal   lebih asyik dan romantis ! Silahkan datang.

 Oh ya, terimakasih Kiku Cafe! Wafelnya enak,  tidak keras, tidak juga terlalu lembut.
Banyak yang belum saya coba seperti Lasagna, aneka ice cream, macaroni schotel, dan coockies yang harganya lumayan bersahabat.
Bay de wey... Banyak coockies juga di sini. Apa itu penyebab diberikannya nama Kuki?


Foto makanan di Kuki Store & Cafe





Sunday, 7 August 2016

Roadshow FFH Video Competition Di Bogor




Baru pertama kali ini saya meliput workshop komunitas pembuat film.Mereka kumpul di Kuki Cafe & Restaurant, jalan Halimun Bogor, guna mendapat  informasi dan arahan sebelum  mengikuti kompetisi  film dokumenter yang diadakan FFH (Female Food Hero)

Sebelumnya saya cerita dulu ya, FFH itu apa?
FFH ini salah satu program kerjanya OXFAM, organisasi internasional yang  berupaya mencari solusi praktis dan inovatif , agar masyarakat miskin bisa memperbaiki ekonomi rumah tangganya. Berkampanye secara luas mengajak petani dan nelayan perempuan  mempengaruhi proses pengambilan keputusan /kebijakan pemerintah.

Organisasi yang lahir tahun 1957 ini menggandeng organisasi nasional demi pemenuhan hak atas pangan.
Tapi kenapa mengatas namakan perempuan? Sebab kuncinya ada pada petani perempuan sebagai tulang punggung pertanian di Indonesia.

Oxfam  melibatkan pemuda sebagai agen perubahan. Melalui karya mereka, masyarakat luas akan sadar, perempuan adalah pahlawan penghasil pangan. Penyambung rantai pangan yang harus diakui dan dihargai.
Tema yang pas sudah disiapkan,

"Tunjukan Pada Dunia, Siapa Perempuan Pejuang Panganmu"


Acara Workshop

Mas Wiwit sebagai pembicara pertama, menganjurkan peserta dapat menggugah penonton seputar kedaulatan pangan.
Perlihatkan bagaimana perjuangan petani atau nelayan dalam menghadapi kesulitan di lahan kerja dan kebijakan pemerintah yang pincang.

Dalam durasi pendek, sang sutradara harus  pandai membidik moment keseharian petani saat kerja di sawah, kemudian kembali ke rumah dan setumpuk pekerjaan rumah tangga sudah menanti.




Pembicara ke Dua, Siti Marsiyah yang akrab dipanggil "Mbak Imey" membuka dengan pertanyaan.

"Pernah membuat film dengan Hp atau handycam?
Langsung sorot atau edit?

Kebanyakan peserta pernah membuat film dengan hp untuk tugas sekolah, iseng biar bisa tampil di youtube, dan ada yang hobby dan ingin diseriusi.

Tahap Pembuatan Film

Dokumneter  sama dengan Rekam cerita. Bertujuan mendidik penonton agar terjadi suatu perubahan.

Film dokumenter terbaik karya anak bangsa yang bisa diambil pelajaran adalah film "Rayuan Pulau Palsu" atau "Tentang 3 Pengamen"

Cara membuat film yang baik, biasanya cari tema dulu, lalu susun skript atau naskah, memilah milah cerita, menentukan pelakon, menyusun daftar pertanyaan untuk wawancara petani. Nggak runut pun nggak apa-apa. Pilih saja mana yang bisa disiapkan lebih dulu.
Kadang ide pertanyaan lebih dulu muncul, atau pelakonnya sudah ketemu lebih dulu. Bebas saja!

Bedanya Film Fiksi Dan Dokumenter

Kalau film fiksi naskah harus tersedia sebelum shooting, dan tak boleh berubah.
Sedangkan film dokumenter naskah bisa setelah shooting berjalan. Sangat fleksibel! Bisa saja di akhir shooting ketemu adegan  yang pas, lalu akhirnya ditampilkan di pembukaan.

Imajinasi pembuat film sangat dituntut. Petunjuk pengambilan gambar saat dilapangan baiknya sudah matang, agar tak melenceng.
Sesekali bumbuilah dengan adegan  kocak atau haru , supaya penonton tak jenuh.

Mbak Imey melanjutkan,
Amat penting pengambilan suasana emosi petani. Misalnya saat ia letih, terengah engah, melap  keringat, pokoknya jeli manangkap mood.

Fungsi Script 

-  Sebagai panduan untuk pelaku produksi film
-  Membantu kamera man untuk mengambil mood pemeran
-  Membantu tim produksi mengirit ongkos produksi
-  Membantu editor dan membantu menentukan karakter pelakon

Enaknya penulisan naskah ini, nggak ada kata salah atau benar. Nggak ada teory dan prioritas. Asalkan sudah menentukan tema, tau pesan apa yang akan disampaikan, tau apa yang akan ditonjolkan, lalu risetlah! Agar cerita menjadi kuat.

Hasil riset bisa dikembangkan menjadi naskah, dan dari riset kita bisa punya referensi yang menentukan sudut pandang berbeda dengan film lain baik dari tokoh, stock shoot, dan point statement.

Tahapan Menulis Naskah / Script 

- Ada sinopsis dari hasil riset
- Treatment dari rancangan atau ide cerita
- skenario setelah riset selesai dan sudah diperiksa ulang.

Hal hal yang bisa dilakukan selama proses berjalan, ambil gambar yang lucu atau mengharukan, melakukan pendekatan dengan petani yang hendak kita wawancarai, memahami karakter orang desa yang tertutup, dan malu tampli di depan kamera.

Panduan wawancara bisa belajar dari film dokumenter "Indonesia Biru"

Tehnis Kompetisi




Tila, sebagai pembicara akhir mengingatkan peserta untuk memperhatikan persayaratan yang telah disepakati. Misalnya ...

- Menulis jelas  nama petani/nelayan,
- Tokohnya perempuan warga Indonesia yang memproduksi pangan untuk diri sendiri/keluarga/masyarakat.

-  Mendukung inisiatif pertanian bagi perempuan
-  Ia tinggal di pesisir
-  Tokoh jangan sampai sama
-  Hindari tampilan gambar yang berhubungan dengan lembaga, merk atau partai tertentu.

-  Maksimal 2 video yang dikirimkan
- Dead line tanggal 29 September.


Kompetisi ini terbuka untuk umum di seluruh Indonesia. Roadshownya akan berlangsung lagi di Makssar tanggal 12Agustus, dan Yogyakarta tanggal 24 Agustus yang akan datang.

Mau ikut kompetisi? Lengkapnya persyaratan  bisa dilihat  di sini
















Muncul Di Radar Bogor




Nggak pakek  lama, koran Radar Bogor yang merupakan anak Jawa Post, menerbitkan artikel tentang Asinan Blogger. Sabtu wawancara, minggu terpampang gambar  kami full satu halaman.

Lahirnya koran ini tanggal 2 November 1998, sebanyak 12 lembar pada pemunculan perdana.
Pertumbuhannya sangat baik meski sekarang era media digital.

Seperti yang Mbak Enji ( Wartawati Radar) bilang, media ini mencari komunitas perempuan di Bogor yang aktif dan mandiri. Maka meski sudah dua kali grup kami muncul, Mbak Enji berniat memunculkan lagi berita tentang prestasi persoanalnya di lain waktu.

Mbak Enji menulis tentang awal kemunculan Asinan Blogger, kegiatannya, visi misi, dan apa mungkin menerima anggota baru?

Alhamdulillah ... Semoga gaungnya meluaskan manfaat.  Kami harus lebih semangat dan berhati hati dalam membawa cita dan citra.

Trimakasih Radar, semoga terus bertambah oplah penjualannya dan membawa kebaikan buat warga Bogor khususnya
Terimakasih mbak Dwina, yang awal pagi  sudah mau jauh jauh ngedrop koran gratis buat kami.




Tuesday, 2 August 2016

Liputan Media Di Halal Bihalal Asinan Blogger


Sejak  Ramadhan  grup Asinan Blogger nggak pernah ketemuan. Padahal sama -sama berdomisili di Bogor,lho! Maklum, anggotanya banyak kesibukan. Ada yang kantoran, pengusaha, Mahasiswi, pendidik, sementara tugas rumah  harus tetap dilakoni.

Maka hari sabtu kemarin jadi hari spesial. Berhalal bihalal setelah menahan kangen, dan letih mudik lebaran.

Hehe ... Harusnya nggak terlalu kangen ya, karna dalam perjalanan mudik pun notifikasi WA tetap padat cerita dan informasi. Dari informasi pemadaman listrik/PAM, suasana jalur mudik, berbagi resep masakan, cara menanggapi penawaran kerjasama dari satu brand, kasih arahan bagi yang blognya bermasalah, bicara politik,  curcol, nggak jarang jadi GPS bagi teman yang lagi bingung cari transportasi, atau cari tempat makan yang enak rasa dan tempat buat keluarga.

Sering sampe 3  digit kalau ditambah sumbangan solusinya. 
Wah, bisa-bisa kayak peraturan lalu lintas Jakarta nih!  Nomor akhir genap dan ganjil masing-masing dapat giliran lewat.

Tapi karna selalu ceria, jadi rindunya nggak abis-abis,begitu juga idenya.
Sebelum ketemuan sudah ada list sumbangan makanan, janjian warna baju, rencana berbagi ilmu yang selalu mewarnai pertemuan, daaaan ... Ada tamu special dari Media! Wartawati koran Radar Bogor akan meliput acara. *Tralalaa

Jam 11 kumpul di rumah Mbak Almazia yang  baru make over, hadiah  lomba foto IG. Kemarin-kemarin cuma lihat fotonya, sekarang bisa selfie dari berbagai sudut. Grup asinan pecah telur nih, ada yang juara fotography. Sebelumnya selalu juara menulis.

Waktu memasuki perumahan asri  itu, asli saya celingak celinguk, karna nomor rumah nggak tau.
Akhirnya saya suruh stop kendaraan didekat perempatan. Niatnya mau tanya dulu sama warga.
Lho, nggak taunya di dekat saya berdiri ada rumah yang terasnya banyak sepatu  parkir, dan suara seru pula! nahh, nggak salah ini mah!

Tarrraaa!! Teman teman soul mate itu menyambut, cipika cipika deh, saling memaafkan. Sementara Mbak Dwina, ibu muda cantik dan fashionable itu, sedang serius kasih tutorial MUA (Make up Ala Artis) yang lagi ngetop sekarang.



Membagi ilmunya ihlaaas banget! Salah satu cirinya Asinan Blogger. Terimakasih Mbak Dwina. Padahal saya mau juga di dandanin, tapi saya takut menerima banyak pujian *Ehem!

Mbak Enji dari Radar Bogor diam diam menyaksikan keseruan kami, kemudian mengajak Mbak Ratna ke teras untuk wawancara.




Saat Pemotretan

Aih, baru pertama kali bergaya dengan arahan jurnalis profesional. Waktu pemunculan sebelumnya, Radar hanya menampilkan foto  dokument Asinan.
Bisa liat di Intagram kami.

Sambil ketawa-ketiwi fotonya. Sesekali bubaran karna ada motor atau mobil lewat.




Yang tambah bikin senang 3 anak laki laki kecil yang dibawa,  malah ikut-ikutan motret  kami yang beberapa kali salah gaya.  Pasang muka  santai padahal  kaki pegal tahan posisi.

Nice kids, mereka biar baru ketemu langsung kompak kayak emak- emaknya. Habis main game bersama, Mereka sholat berjamaah. Mas Kemal putra Mbak ratna menjadi imam sholat untuk kedua putra Mbak Inna. So swiiiit...

Waktu terasa singkat. Setelah menyantap makanan bersama, kami harus bebenah lalu berpisah.
Sudah terbayang apa yang bakal terjadi sesampainya di rumah nanti.
Foto foto bernuansa biru pasti akan mengalir beruntun ke WA grup. Saling berbagi dan saling minta izin aplot foto ke FB dan blog. Dan ada itu lhoo... curhat penyesalan bagi yang belum bisa hadir.

Tenang ajaa... Insya Allah kita ketemuan lagi  di event terdekat.  Peringatan Hari Hijaber Nasional di Menteng-Jakarta Pusat. Tepatnya di Masjid Sunda Kelapa. * Ouwh,  full memory! Tempat menghabiskan masa muda saya duluu..
Kita juga bisa janjian ke musium dan Pusat  IKEA, kumpul bahan tulisan buat lomba blog

Terimakasih Mbak Almazia yang sudah sudi direpotkan. Pak suaminya sampe bersedia juga motret motret.  Semoga pertemuan penuh berkah dan manfaat.

Bantal kursinya Mbak Alma. Nice words yaa, kok pas benget dengan keinginan kami.




Nah... Ini potluck kami




Dan ini hasil foto yang paling saya suka.  Hmmm... Jadi kangen!







Thursday, 28 July 2016

Menata Pola Pikir


Lihat peralatan makan berantakan sisa acara makan makan di rumah, pasti kesal, kan? Gelas di mana-mana, susunan piring tak teratur  diselingi sampah,tisu dan sendok yang berminyak. Beban pekerjaan terasa berat.

Hmm... Saya bukan mau mereview sabun cuci lho!
Ini cuma pengantar dari sebuah pemikiran. Bahwa setiap pekerjaan dan beban pikiran pasti akan ringan, bila kita mau menyederhanakannya dengan pemilahan atau pengelompokan.

Piring satu satu kita ambil dan kumpulkan sampahnya  dalam satu kantong, siram sedikit, susun rapih, gelas dan sendok kumpulkan berkelompok, trus siap mencuci.
Dengan pengelompokan  beban pekerjaan akan ringan dan hati lapang. Seolah mencuci hanya 3 macam jenis barang saja, bukan setumpuk barang kotor menjijikan!

Pun beban hidup. Bila otak terasa penuh, baiknya buang  sampah-sampah  masalah lalu dari ingatan , menjauh dari persoalan orang yang bukan urusan kita. Kelompokan mana urusan diri sendiri yang paling urgent untuk cepat diselesaikan.
Mau mencatatnya? Cakeeep! Pasti berkurang lagi.

Bisa menata pikiran, artinya kita meringankan beban sendiri.
Bisa diumpamakan, pikiran kita seperti magnet yang amat kuat. Sadar atau tidak, kita menarik semua apa pun yang pola  pikir kita beritau. Jika kita yakin kehidupan itu sulit, maka kesulitan terus yang kita temui. hasil yang kita peroleh sesuai dengan apa yang kita yakini.

Akal menolong kita menemukan cara pengelompokan tadi. Akibatnya pikiran kita berubah, kita yakin bahwa tak berat mencuci piring sebanyak itu.
Kita menciptakan pola pikir kita sendiri, tapi pada saat yang sama pola pikir menciptakan diri kita.

Jangan anggap remeh kata-kata. Darinya pola pikir juga bisa bergeser.
Misalnya, seorang anak dengan penuh iba berkata pada Ibunya, seorang penjual kue keliling.

"Kasihan ibu, kerja keras terus  setiap hari  agar kita bisa makan"

"Nggak kok! Ibu cuma hobby bikin kue . Banyak orang yang suka, dan kita dapat uang!"

Anak lega, ibu terhibur dengan sendirinya.

Tak sedikit orang menghadiri seminar, ceramah, berjanji di hari ultah atau pas malam tahun baru, tujuannya ingin mengubah hidup mereka. Tapi tak lama kemudian energy mereka merosot. Mereka mencoba mengubah hasil, tanpa menggeser pola pikir.



Tuesday, 26 July 2016

Alumni SMA 1 Bogor, Berbagi Bahagia




Bulan Juli banyak  undangan. Acara halbil komunitas, reuni kampus, reuni alumni SMA 1 Bogor angkatan 86, acara  pernikahan, dan kajian.  Jarak waktunya berdekatan.
Khawatir lupa, saya tempel note di samping kulkas. Pokoknya menyolok terlihat kalau mau masuk dapur. *Sok sibuk banget ya!

Undangan SMA 1 paling pagi.
Saya bukan alumni sana. Kedatangan saya untuk terima donasi (Disponsori yayasan Kick Andy) secara simbolis, untuk anak dhuafa binaan saya.

Wah, ribet! Harus siapkan makanan  sebelum berangkat. Pak suami yang saya kira mau pesan sarapan praktis, nggak taunya minta dibuatkan nasi goreng pedas.
Mana bawang merahnya piyik piyik, jadi lama  ngupasnya!

Eh, kenapa ya,  kalau masak dadakan hasilnya yahut? Bumbu berasa dan harumnya kecium. Ah, sayang nggak bisa nikmatin karna harus siap siap.

Panitia sudah jauh jauh hari kirim dafar acara, kebangetan kalau mereka panggil, saya masih di jalan.

Setelah rapi seger, buka pintu luar, trus nyalahin mobil. Eeehh... mobil nggak mau distater! Padahal udah mbela-belain ngelap pagi-pagi, biar nggak dekil sendirian di parkiran.
Haddoh! Padahal waktu pakek terakhir nggak apa-apa,kok!  *Hehe, terakhirnya tu pas lebaran sih, setelah itu nggak pernah dipanasin.
Terpaksa naik ojek lalu jalan kaki sedikit.

Alhamdulillah, acara  nggak pakek basa basi dan nggak bertele tele .
Nggak lama kemudian saya dengan wakil beberapa yayasan Panti asuhan dan club sepak bola, ke pentas menerima donasi sesuai  rencana waktu.



Saya suka dengan model acara reuni seperti ini. Sarat manfaat dan membuat orang lain ikut bahagia.
Mereka sumbang buku ilmu pengetahuan, sepatu sekolah, sepatu bola,  juga aksi sumbang darah.
Bukan sekedar kumpul, ketawa, karaokean dan makan makan sambil ngumbar cerita dan aib lama.

Nggak semua orang senang dengan acara reuni. Seperti salah seorang ibu pedagang bensin eceran  saat diajak temannya untuk hadir.

"Saya tidak mau datang, karna saya miskin!"

Jawaban yang bikin sontak sahabatnya.

"Tapi kan, nggak ada hubungannya reuni dengan kaya atau miskin!"

"Saya tetap tidak mau datang!" Tegasnya. 

Dia enggan menghadapi pertanyaan teman yang  menyinggung perasaan. Kerja di mana? Tinggal di mana? Anak sudah berapa?

Siapa tau, yang ditanya tidak punya pekerjaan tetap? Ada yang belum dikaruniai anak, dan ada yang malu menyebut alamat rumah karna nggak ada embel embel Komplek/Perumahan yang serba indah namanya.

Saya lupa baca di mana? Ada celetukan pedas tentang reuni.
"Hallah... untuk apa gue dateng? Paling nyaksiin temen kaya berpengaruh jadi sanjungan, trus dia yang kasih sambutan dan ngajuin ide. Gue mendadak jadi mahluk yang nggak bersyukur!

Puluhan tahun berpisah tentu cerita hidup orang bisa jauh berbeda seperti bumi dan langit. Baiknya pertemuan dijadikan kesempatan untuk saling beri manfaat, saling melengkapi, hingga  nilai silaturrahmi bukan cuma sekedar "Ketemu".

Saya dapat informasi tambahan, alumni angkatan 89 ini  punya simpanan kas lumayan besar untuk beasiswa anak anak sahabatnya yang berkekurangan. Semoga jadi contoh buat alumni sekolah lain.

Terimakasih SMA 1 Teladan, ... Terimakasih Yayasan Kick Andy.
Semoga  ridlho dan berkah Allah  tercurah buat anda semua.... Amiin ya Rabb.











Saturday, 23 July 2016

Batal Menulis


Sebenernya kepengen nulis kegiatan tadi siang. Saya mewakili yayasan, memenuhi undangan reuni SMA 1 Bogor, angkatan 89, untuk menerima donasi secara simbolis.

Bagus ya, musim halbil dan reunian paska lebaran begini, digunakan sebaik baiknya untuk menyantuni dhuafa. Bukan menghambur uang dan cerita di cafe cafe.

Tapi, sejak kemarin  perut saya sakit. Puncaknya habis sholat maghrib,tadi. Jadi setelah minum obat, langsung tidur.

Alasan lainnya, saya pusing liat postingan-postingan lama. EYDnya ancur mbleduk! Duh, ilfil euy!

Banyak tulisan yang harus dibenahi. *Orangnya juga sik!
Saya tak teliti pada tanda baca, dan tak sabar mengedit sebelum dipublish.

Keliatan banget, tulisan cuma pelampiasan. Asal  bisa cerita, ya sudah!
Padahal bikin sakit mata pembaca. *Yang faham EYD pasti gemes deh!

Hari hari memang harus ada yang diperbaru dan diperbaiki, kan?
Kalau cuma makan minum, apa bedanya sama hewan?

Ok, saya mau sholat isya,trus  tidur lagi! Selamat malam dan selamat istirahat,sahabat... :)