Kamis, 30 Januari 2014

“IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN..!






Ini cerita dari sahabatku tentang putrinya...


Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.

Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?

Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.

Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.

Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.

Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!

Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.

Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.

Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR…

Selasa, 28 Januari 2014

Bakteri Di Keyboard



Tidak hanya pengguna komputer di tempat umum (Warnet), pengguna komputer pribadipun harus hati-hati.
Kingmoor Technical Service Inggris mengungkapkan bahwa Bakteri bisa bersemayam di perangkat Komputer. Utamanya pada keyboard dan mouse.
Penyebabnya 4 faktor :

1. Tidak bersih mencuci tangan setelah BAB
2. Serpihan sisa makanan yang terjatuh
3. Debu
4. Bekas dipakai orang yang sedang flu/virus

Sesekali bersihkanlah perangkat anda dengan cara :
-  Cuci Kering :
1. lepaskan perangkat anda dari CPU
2. Bersihkan permukaan maupun bawahnya dengan menggunakan kwas 1,5 inci atau ukuran lainnya,yang
kering dan bersih.sela2 tombol jangan dilewatkan,bisa gunakan kwas kecil.

-  Cuci Basah
1. Menggunakan air dan sedikit detergent, dibersihkan dengan cutton bud atau kain lap kecil,atau..
2. Bisa juga dengan sedikit menyemprot, lalu bersihkan dan keringkan.

Setelah itu keringkanlah dengan menggunakan Hair drier.
Lakukanlah paling tidak 1 minggu 1 kali. Langkah ini bukan hanya sebagai tindakan,tapi juga sebagai langkah pencegahan yang efekif.

Yang Harus Diperhatikan :

1. Hindari makan sambil bekerja di depan komputer
2. Sering2lah mencuci  tangan setelah menggunakan komputer di tempat umum
3  Jemurlah keybord bila keadaannya lembab/berjamur














Senin, 27 Januari 2014

Yang Paling Diingat Dari Ibu



Apa yang tergambar bila anda ingat Ibu...?

Bila saya menyebut "Ibu", maka yang terbayang bukanlah saat beliau menasehati saya, atau saat kami menonton TV  bersama...bukan !
Yang langsung tergambar adalah ,wajah Ibu saat tertidur di Kursi depan loket Rumah Sakit.
Berganti-ganti anak sakit,tapi ibu selalu sabar mengantar, sampai kami usia SMA.

Kami pemegang "Kartu Kuning", sebutan untuk ASKES pegawai negri saat itu.
Maka harus rela antri dari awal pagi di Rumah Sakit Persahabatan,yang zaman Bung Karno disebut Rumah Sakit RUSIA. (kerjasama dua negara)

Dokter datang sudah siang, setelah kami menunggu 3 jam.
Ibu tertidur...sesekali anggukan kepalanya membuatnya terbangun sesaat.
Saya hanya memandang sedih , diantara banyaknya pasien, suara tangis anak kecil, suara balon pencet yang berisik, dan lalu lalang kereta dorong pasien2 rawat inap berbagai macam keadaan.

Jika suara cempreng suster galak itu  menyebut nama saya, ibu  langsung kaget tergagap.
Dengan  mata yang setengah mengantuk beliau membimbing saya masuk ruang praktek.
Ada sedikit antrian lagi didalam ruang, mau tak mau kami harus kembali menunggu.
Didepan dokter ,seperti biasa, ibulah yang menerangkan keluhan sakit saya.

Matahari sudah tinggi saat kami keluar gedung. Diseberang jalan berjejer warung makanan.
Ibu pasti memilih Gado-gado karna tersedia rebusan daun singkong dan daun pepaya yang Ibu suka.

Saya senang melihat Ibu nikmat makan, sebab banyak pekerjaan  tertunda sudah menanti dirumah.
Dalam hati sungguh2 meminta ,agar Allah tak sering2 memberi saya sakit. Kasihan Ibu...








Minggu, 26 Januari 2014

Imaginasi Ibu...

Mother by Joan A. Walker Cox


Ibu saya tak seperti Ibu lain yang  rutin  membacakan buku ceritra jelang kami tidur.
Saya ingat, kadang ibu berusaha membuat kami ngantuk dengan sedikit dongeng , tapi beliau keburu terpejam mata sebelum tamat.
Tinggal saya dan 2 adik bermain  mainan apa saja  disebelahnya.
Kasihan Ibu....beliau  letih setelah keliling, kerumah kawan atau kerabat, menawarkan pakaian dagangannya.

Pernah Ibu bercerita tentang  keluarga dokter yang memiliki 3 orang putri cantik.
Namanya sama dengan kami,cuma abjad ujung  saja yang berbeda.
Wahh....serasa kamilah tokohnya. Kami berimajinasi sementara cerita berjalan

Digambarkan bagaiaman  patuhnya 3 putri itu kepada orang tua.
Pintar,Sopan dalam sikap dan tutur kata, membuat mereka disayangi  Ibu Guru dan teman-teman .
.
Hingga suatu hari Ibu menyambung kisah, bagaimana si 3 putri itu  menolong sahabat-sahabatnya yang miskin.
Masing2 punya  jalan cerita kesengasaraan yang berbeda,   sangat mengharukan..!

Sejak  itulah, kami tak mau ibu tertidur. Cerita terlanjur berkembang seperti sinetron bersambung.
1 episodepun kami tak mau ketinggalan.
( Hihihi...lucu kalau ingat, bagaimana wajah Ibu ketika pikir2 sesaat ,berusaha mengarang cerita)

Kini... Ibu telah pergi menemui sang Khaliq yang menitipkan kami dalam rahimnya.
Imajinasi  kami tetap menyatu lalu tumbuh di bumi. Gemar menolong si miskin bukan lagi dalam cerita...

(* Hargailah Imaginasi meski dari anak balita, kelak akan menjelma jadi cita-cita, ide, atau karya besar...)


Sabtu, 25 Januari 2014

Tak Perlu Bereaksi Berlebihan



                                               
                                                       mojokertonews.com

Anak Anda bicara kasar atau tak pantas? Tak perlu bereaksi berlebihan, apalagi sampai memberi hukuman fisik. Tenang saja, Bun! Berikut ini cara menghadapinya :

- Pura-pura tidak dengar. Jangan buat kata-kata itu berkesan bagi anak dengan memarahi atau menasihatinya. Perilaku yang diberikan perhatian cenderung diulang. Sementara yang tidak diberikan perhatian, cenderung berkurang.

- Sebaiknya berikan perhatian pada kata-kata yang baik. Misalnya, “Adik bilang pintar, ya, ke kakak? Kakak memang pintar.”

- Bila anak bicara kata yang tidak pada tempatnya, pantat misalnya, alihkan dengan kata lain yang mirip. “Ohh… Adik mau ke pantai? Ingat waktu kita ke pantai, ya? Kita, kan, bawa ban. Coba ambil bannya sekarang.” Anak bakal lupa kata-kata yang diucapkan sebelumnya.

- Beberapa kasus bisa diselesaikan melalui peristiwa dramatis. Misalnya, anak Anda sangat menyayangi neneknya. Kalau dia mengucapkan kata terlarang di hadapan neneknya, lalu neneknya menangis kecewa, ini akan menjadi pelajaran berharga bagi anak.

- Gunakan teknologi untuk mencatat interaksi di rumah, seperti cctv. Bisa juga, gunakan fasilitas perekam dari ponsel ketika Anda atau anak marah, lalu dicatat. Pencatatan yang detil tentang perilaku buruk ini sebagai pengingat agar lain kali berubah menjadi perlaku positif.

- Situasinya akan lebih sulit ketika anak mendapat contoh kata-kata buruk dari lingkungan pergaulannya. Biasanya, anak mendapat dukungan dari teman-temannya ketika bicara buruk. Menarik anak dari teman-temannya bukan ide yang baik. Ajarkan anak untuk tidak menyebut kata-kata itu di dalam rumah. Ini sama seperti ketika Anda berpesan, “Nanti kalau ketemu eyang, bicaranya A, B, dan C, ya. Kalau bicara D, E, F tidak sopan.”

- Kegagalan sering muncul ketika tanpa sadar orang tua emosi menghadapi kesalahan anak yang berulang. “Kenapa, sih, bilang ‘bego’ lagi. Sudah mama nasihati berkali-kali. Belum ngerti juga, ya?” Anak bukannya kapok, malah ingat terus kata-kata itu.



semoga bermanfaat 

Jumat, 24 Januari 2014

Adakah Celah...?

Fenny Ferawati - Fenny Ferawati's Photos | Facebook by O.T



Kita selalu ingin mengatakan  yang benar, dan bisa meyentuh hati orang lain untuk sama-sama bisa meyakini bahwa itulah "Kebenaran". Tapi benar menurut siapa...?
Setiap hati punya muara keinginan. Tak sanggup kita menggamit paksa tangannya .

Jalan setapak kehidupan kitapun  tak selalu baik. Mungkin itu yang jadi pertimbangan mereka.
Adakah celah untuk bisa membuat mereka percaya..?

Banyak hati yang rusak, tak peka lagi pada bisikan terdalam .
Seseorang telah merusaknya...                                                                                                
Yang ada cuma sebutir harap ...mereka bisa percaya pada suatu saat.

 "Kebenaran" itu seperti Cinta
bukan sekedar kata-kata....ia nyata...dan tak pernah salah...!






Kamis, 23 Januari 2014

Oleh-oleh Cinta


Jangan dikira membawa buah tangan untuk anak-anak itu hal biasa
Senyumnya hanya karna sebuah permen, membuat hati  berbungah.
liat ...! tatapan penuh harapnya saat mereka menyambut dipintu
tangan mungilnya sigap ,berusaha membantu barang bawaan .
kadang tak sabar, langsung membuka tas tangan kiata

Setelah  mereka besar , tatap dan tangan itu adalah kerinduan.
ingin merasakan lagi kehangatan jemarinya dalam genggaman.
Harum baju dan bedaknya terus melekat.

Mereka tetap jadi pujaan hati,sumber bahagia
Namun bentuk bahagia telah  berubah bentuk dan warna
Oleh-oleh sederhana kita  dulu, nyatanya mengakar dan berbuah

Giliran mereka yang membawa wajah kita kemana pergi
oleh-oleh mereka bercerita  tentang  hati dan cintanya
seperti yang saya terima kali ini.....:)

*Love them so much...














Rabu, 22 Januari 2014

Tangan Dingin



Sudah 3 pagi,setiap bangun tidur,telapak tangan sebelah kanan terasa dingin. Saya fikir karna posisi tangan terjepit saat tidur,atau keluar dari selimut.
Memang Bogor sedang diguyur hujan terus menerus. Suasana seperti jam 6 pagi sepanjang hari.
Jadi wajar saja kalau begitu.

Usia bertambah, ada saja yang dirasa.Meski menghindar tapi jadi bahan fikir juga.
Search di Google,  ketemulah keterangan yang gejala-gejalanya mirip.
Namanya "Raynauds Syndrome". Adalah kondisi umum yang mempengaruhi suplay darah kebagian tubuh tertentu,biasanya daerah kaki dan tangan.

Biasanya timbul disaat cuaca dingin atau stress.
Ada yang menimbulkan bercak kemerahan sampai biru, atau pucat, atau yang lebih parah sampai kejang.
Alhamdulillah saya tak sampai sejauh itu.

Karna bisa terjadi pada banyak kasus dan belum ditemukan penyebabnya,maka penyakit ini masuk golongan Sindrema atau Fenomena.
Mudah kok mengetasinya, hanya dengan hangatkan tubuh dan ubah pola /gaya hidup.

Syukulah ...bukan disuruh libur panjang pegang "Mouse" Computer...:)




Keriting Jadul



Putri saya dikaruniai  rambut ikal,bergelombang besar. mudah diatur atau ditata bentuk apa saja.
Hhhmm.. Rambut impian saya sejak kanak-kanak.

Untuk memenuhi impian itu mustinya saya cukup ke Salon saja,tapi salon kala itu hanya bisa membuat keriting ... Saya tak suka !.
Selain itu  Ibu tak akan  memberi uang, beliau selalu bilang :

"Ibu senang liat rambutmu,harusnya kamu bersyukur punya rambut lurus,kan orang Ambon kebanyakan berambut keriting"

Nah,...bisa bayangkan reaksi Ibu jika saya masuk kerumah dengan tampilan beda, Wahh..!!

Maka belajarlah saya dari orang kampung dibelakang rumah. Bersama anak-anak itu ,kami  memetik batang-batang daun singkong. Sambil bercerita, ngikik, sesekali ada yang ngambek,macam-macam lah...!
Kami tolong menolong memelintir dan mengancing ikatan rambut kecil-kecil .
Bentuk ikatannya seperti siput diatas kepala. Makin tebal rambut,makin banyak siput bertengger,

4 atau 5 jam setelah itu baru kami mandi sore,  ganti baju dan lain-lain,baru printilan itu dibuka.
Taraaaaaa......rambut ikal mayang menjuntai, riang meski bentuk tak teratur.
mengibas, geleng-geleng ,menggoyangkan rambut kiri kanan didepan cermin.
Senaaang rasanya, walaupun ikal bertahan hanya beberapa jam.


  Beranjak remaja, ada temuan lagi selain rol rambut plastik.  Namanya WIDEX.
Hihihi...fashion tu selalu bikin repot yaa....
Itu yang namanya WIDEX, sejenis rol rambut agak berat  berisi cairan obat,harus direbus dalam air sebelumnya.
Hasilnya bagus ! bentuk ikal atau blow bertahan lebih lama.
Cumaa...lumayan panas kalau rol tersentuh leher. Hadeehh...!

Makin kesini, makin banyak cara,makin instant ganti penampilan.
Rambut model apa saja tidak sebatas keinginan. Mau lurus,ikal,kriting,tebal, panjang,warna-warni,semua bisa asal ada duit...!

Melihat rambut anak, saya jadi mikir...
Iya yaa...Allah itu selalu ingin memenuhi keinginan hamba, meski keinginan itu sudah lapuk.
Melihat rambutnya seperti terbayar keinginan saya.

(Tapi..diam-diam ia mendamba rambut lurus seperti saya.)

Duh, gimana sihh...?



                                           didalamdiam.blogspot.com





















Minggu, 19 Januari 2014

Bukan Sekedar Penanggulangan Banjir






Waktu  mengikuti Seminar Lingkungan Alam (1989), saya menganggap penyedia makalah punya takut dan perhutingan yang berlebihan. Katanya  tahun 2011  Jakarta akan seperti mangkok  menampung limpahan air dari Bogor, banjir  masuk sampai Istana.

Setelah hadapi kenyataan begini ....akhirnya mikir :
Sudahlaaah..! habiskan villa2  puncak Bogor ,biarkan hijau luas membentang tanpa atap2  rumah yang mengganggu pandang. Biarkan air bebas menyerap hingga debit air tidak menyerang kota Jakarta ..!
Lalu entah dengan cara apa pemerintah membebaskan Pantai Indah Kapuk  dari  pemukiman rumah2 mewah.
Begitu juga wilayah2 jakarta yang namanya serba pakai "Rawa" kembalikan keasalnya.
Konon waliyah2 itu dulunya Rawa-rawa resapan seluas mata memandang. Meski Belanda melarang pembangunan pemukiman disitu. Toh, masih juga terjadi banjir saat itu ,meski  ringan.

Saya membayangkan Bogor dan Jakarta sama2 punya drainase lebar dan dalam seperti Amerika punya.
Gorong2 disana seperti goa yang leluasa di lalui orang dewasa, meski air cuma sedikit mengalir.
( Hihihi...insya Allah kalau adapun, pasti jadi tempat hunian tuna wisma.)

Apa benar pemikiran saya ? ternyata tidak  sesederhana itu  !
Penyelesaian banjir dengan "menjauhkan air dari orang" dan "menjauhkan orang dari air" ,itu paradigma lama.
Konsep baru drainase yang baik dan suatu keharusan adalah:

"Menyimpan air selama mungkin dan memanfaatkan air semaksimal mungjin"

Konsep lama ternyata banyak menimbulkan masalah,menjadikan kekeringan didaerah hulu pada musim kemarau. Debit air yang harusnya cepat ke laut jadi tergenang.

Prinsip Eko drainase sangat sejalan dengan prinsip keselarasan lingkungan. Sistim ini menangani banjir dengan lebih ramah terhadap flora, fauna, maupun lingkungan. (ternyata lebih luas yaa..)

Pada prinsipnya ada 4 tahapan untuk menahan banjir.

1.Skala besarnya Jakarta punya waduk, danau,dan rawa. (kata ahlinya paling tidak seluas 155,40 Ha)
Skala kecilnya menampung air di tandon air skala rumah tangga. Pada waktunya bisa panen air untuk tumbuhan.

2. Meresapkan air sebanyak mungkin ke tenah melalui media sumur resapan,biopori ,sumur imbuhan.

3. Mengalirkan air melalui berbagai saluran baik makro maupun mikro

4.  Memelihara air dengan kwntitas dan kwalitas yang baik. Disini diubutuhkan tehnologi untuk penyaringan sampah...dan tentu harus diterapkan larangan keras membuang sampah di saluran.

Wallahu a'lam...




Sabtu, 18 Januari 2014

Berfikir Sebelum Membawa Pasien





Setelah bawa anak ke UGD Rumah Sakit besar kemarin, saya jadi yakin sekarang.
Bahwa teliti dulu kasus penyakitnya ,baru memutuskan Rumah Sakit mana yang akan dituju.
Lebih bagus lagi kalau sudah punya referensi Rumah Sakit/Klinik yang memudahkan pasien.
( Jangan segan  bertanya sebelum musibah menimpa. )

Kejadian anak saya yang menangis karna di takut2i dokter lukanya akan membusuk,membuat saya tak mau lagi kerumah sakit ternama,apalagi setelah liat list tarif untuk kasus luka kena knalpot yang sebetulnya tidak seberapa,sebab  perawatan sudah dilakukan dirumah.
Luka kering, pertumbuhan jaringan kulit baru sudah nampak,tak ada inveksi sama sekali..!

Mungkin anda pernah mengalami atau lebih tau dari saya.
Lain dulu lain sekarang. Kalau lagunya Iwan Fals berkisah tentang pasien tukang Helicak  diperlakukan beda dengan anak Nyonya Besar. Maka sekarang tak serupa itu lagi.
Di pintu masuk, sebelum mengisi data kita ditanya dulu : " Punya Asuransi..?"

Jadi ringkasnya ada 4 kelompok,menurut saya:

-   Pasien berasuransi mewah, Pasien tak berasuransi tapi mampu,Pasien biasa,pasien tak mampu.

Pasien berusaransi mewah peringkat pertama nampaknya lebih mereka sukai,(Tau sendirilah...!), mempermudah kerja dan pemasukan besar buat mereka.

Alhamdulillah...Walau terlambat, tapi saya dapat petunjuk ke Klinik Nurdin di Cibinong. Sangat beda diagnosanya. Ternyata luka bakar anak saya dilapisan 1  (bukan 3), karna jaringan kulit baru sudah nampak jadi  cukup dirawat dirumah dengan dibekali petunjuk.
Jauh dari operasi Kecil,tak perlu rawat inap 3 hari  dengan tarif 5 sampai 12 juta (Ampuuun..!)

Di klinik Nurdin : Membersihkan+merawat luka+konsultasi gokter+Obat........150 rubu saja !Mudah dan murah...!

Suami saya santai bilang : Ya itulah...! 2 cara untuk dapat uang, bikan orang "tergiur" atau "panik" keduanya "Pemaksaan" sebenarnya.






Jumat, 17 Januari 2014

Derita Hewan Piaraan


Tivi  ramai bicarakan masalah kebun Binatang Surabaya .
Katanya hewan mati ,  karna salah urus ...kurang biaya...ada niat ingin menggeser kebun bintang untuk dijadikan Mall atau Hotel...entah apa lagi...!
Yang jelas, diperut bangkai jerapah didapati sekian kilo plastik, Harimau mati terjerat, dan beberapa petugas pernah terbukti  menjual kiloan daging jatah makan hewan..
apa namanya, kalau bukan "keterlaluan" ?

Hal serupa (meski tak ada hewan yg  mati), saya dapati beberapa bulan lalu di Kebun Bintang Mini milik sebuah Malll tersbesar di Tasik.
Kuda kurus tanpa air minum, lidahnya terjulur basah, berusaha mengambil serat2 bambu memenuhi laparnya.
Monyet yang berisik kelaparan, hewan2 lain dalam kandang berlumut tak terurus . Mirrrisss...!!


Kamboja...




Rasanya sudah lama tidak  motret...

Kebetulan waktu ke Rumah Sakit Cibinong, halaman parkir sepi ,bersih.. runtuhan bunga kamboja
kelihatan  manis....Jadi meski terburu-buru masih sempat...klik...!!   :)





Derita Diusia Tua


Tak jauh dari Villa Soekarno- Puncak Bogor, beberapa  Satpol PP ,mendatangi gubug plastik milik seorang nenek pesakitan.
Tinggi gubug dibawah pohon asem tua itu hanya sebatas dada petugas.

Cukup lama mereka membujuk , mobil sudah menanti,namun si nenek keras pendirian.
Membuat kendaraan2 yang lewat memperlambat kecepatan.
(Bukan hanya kecelakaan saja yang menarik perhatian pengendara.)

Gigih petugas terbayar juga akhirnya..., sinenek menyerah...!
Perlahan mau keluar meski dengan sumpah serapah yang ditanggapi dengan maklum.
Semua mata memandang...dengan pertanyaan sama yang mudah ditebak.
"Kemana Keluarganya..? Apa tak punya putra/putri..? Tega banget sihh..?"

Rasulullah pernah mengajarkan kita satu doa,agar terhindar dari kesengsaraan masa tua.
Bisa jadi masa gagah kita senang, didatangi banyak orang, tapi harus menelan kesepian di ujung umur.
Tak sedikit juga  yang terkena masalah hukum justru di hari tua. Harus terusir dari rumah yang sudah puluhan tahun dihuni.

Apakah kita bisa tau  bagaimana nasib hati tua kita ..?
Yang saya tau, semua rentetan takdir  punya sebab akibat.
Bisa jadi,

-  Ada dosa tersembunyi /tak disadari, membuat Allah dan Alam bergemuruh marah.
-  Banyak lupa Allah dimasa muda, akhirnya Allah melupakannya di hari tua
-  Pernah menterlantarkan anak-anak.
-  Pernah mendurhakai Orang Tua.

Allah suka yang bersih, jika hamba tak pandai membersihkan diri,Dia  akan membersihkan dengan caraNya.
Manusia boleh urut dada tak tega, andaikan manusia tau pedihnya ganjaran nanti,tentu lebih suka menerima keadaan sekarang sepahit apapun..

Bila tak ada 1 pointpun kesalahan tadi,tapi masih menderita juga. Maka seperti yang Rasul bilang:

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya." (HR. Muslim, no. 2999)

















Membayar Masa Lalu




Ibu muda itu masih sempat senyum membaca sms yang penuh dengan hinaan dan ancaman. 
Dengan mudah hal yang menyakitkan ia bawa jadi canda, malah bisa jadi hiburan orang lain. 
**Bagi saya itu "SABAR" yang dikemas cantik.

Yang tau masa lalunya, pasti berdecak kagum!
Dia sanggup membuat orang sakit hati dengan lidahnya. Dalam keadaan terjepit, menantang laki-laki pun berani.

Jalan cerita hidup mampu merubah siapa saja yang dilibasnya, lama cepat atau dadakan.
Bisa berjalan menuju kebaikan adalah rahmat, ia ada setelah manusia mampu merubah cara pandang.

Bila ditanya tentang perubahan itu, ia hanya menjawab datar...

"Sudah terlalu banyak maksiat  mengisi hari-hari lalu, jauh dari sujud,pernah! Wajar bila aku harus sabar menuju ke  "Kebaikan" Bukankah Allah dulu sabar melihat tingkahku?

Getar keikhlasan terdengar jelas dalam nada bicaranya....






Lomba Menulis Novel

                          write now by O.T

Lomba Menulis Novel Inspiratif Juara 1: 10jt + Royalti jk diterbitkn by PT Indiva Media Kreasi (DL: 31 Agustus 2014)

Sejak tahun 2007, PT Indiva Media Kreasi telah berperan dalam penerbitan novel-novel inspiratif dengan mutu yang terjamin. Seleksi yang ketat dari tim redaksi telah membuat novel-novel terbitan Indiva memiliki pembaca tersendiri yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah yang cerdas, idealis dan memiliki energi muda yang dinamis. Untuk menjaring novel-novel berbobot, Indiva Media Kreasi menggelar Lomba Menulis Novel Inspiratif Indiva 2014.

Ketentuan:

Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia (dibuktikan dengan identitas yang berlaku).
Tema cerita bebas, inspiratif, tidak mengandung konten pornografi dan sadisme, tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam, mengandung unsur pencerahan yang kuat, dan tidak mengandung unsur SARA. Eksplorasi tema yang mendalam, ide-ide baru yang kreatif, akan mendapatkan porsi penilaian yang lebih.
Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
Panjang Naskah 150-250 halaman A4, 1,5 spasi, 12 pt, huruf tipe Times New Roman.
Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah dengan masing-masing disertai formulir asli.
Seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia (bukan hak publikasi/cetaknya).
Naskah yang tidak menang, namun layak diterbitkan, akan kami terbitkan dengan kontrak penerbitan tersendiri.
Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan alay).
Cantumkan tulisan “Lomba Menulis Novel Inspiratif INDIVA 2014” di sudut atas kanan amplop pengiriman.
Peserta harus mem-follow akun twitter @penerbitindiva
Kirimkan naskah (print out rangkap tiga dan soft-file), yang dilengkapi dengan:
  • Sinopsis cerita;
  • Foto penulis berwarna;
  • Fotokopi identitas yang berlaku (KTP/identitas lain);
  • Mengisi formulir asli yang bisa didapat di lembar belakang buku-buku Indiva dengan logo “Lomba Menulis Novel Inspiratif INDIVA 2014”;
  • Surat pernyataan keaslian, bukan terjemahan/saduran dan belum pernah dipublikasikan di media manapun.

Alamat Pengiriman Naskah
Panitia Lomba Menulis Novel Inspiratif Indiva 2014PT Indiva Media KreasiJln. Sawo Raya no. 10, Jajar, Laweyan, Surakarta 57144 Telp. (0271)7055584

Penjadwalan
Deadline : 31 Agustus 2014 (stempel pos)
Penilaian : 1 September – 14 Oktober 2014
Pengumuman : 15 Oktober 2014 di website www.indivamediakreasi.com

HADIAH :
  1. Juara I Rp 10.000.000,00 + Trofi + Sertifikat + Kontrak Penerbitan
  2. Juara II Rp 7.500.000,00 + Trofi + Sertifikat + Kontrak Penerbitan
  3. Juara III Rp 5.000.000,00 + Trofi + Sertifikat + Kontrak Penerbitan
*) Hadiah belum termasuk royalti jika diterbitkan.

Karya yang tak menang namun layak terbit akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman pemenang.

Dewan Juri
  • Sinta Yudisia (Penulis Produktif, Ketua Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena)
  • Topik Mulyana (Kritikus Sastra, Staf Pengajar MKDU Bahasa Indonesia Telkom University)
  • Afifah Afra (CEO PT Indiva Media Kreasi)
Jika ada pertanyaa mengenai info lomba ini, silakan menghubungi penyelenggara:
[t]: @penerbitindiva
[w]: indivamediakreasi.com
Telp. (0271)7055584

Kamis, 16 Januari 2014

Hujan2 Nyanyi Ini...

 by O.T

Selamat Jalan Kekasih ...
kejarlah cita-cita...
Jangan kau ragu tuk melangkah
demi masa depan dan segala kemungkinaaaan...

Hehehe..lirik lagunya Chrisye yang saya pakai dulu untuk belajar petik gitar .
Nggak tau kalau akhirnya bakal kejadian juga...
Suami harus tugas ke negeri yang jauhhh...

Karna carinya bukan untuk sesuap nasi...tapi sepiring nasi
jadi, tugasnya lamaaa...

Nggak apa-apa deh....
Semoga Allah bayar kesabaran kami
Pisah sebentar disini tak apa
Asalkan Allah himpun kami sekeluarga di SyurgaNya,kelak....(betul kan..?)   :)

Buku :Air Mata Buaya..




Memang sulit....harus  membaca pemikiran yang amat-amat bertentangan dalam pakaian,agama,dan memiliki nabi yang sama.
Namun yang namanya "Haq" atau kebenaran akan terungkap juga. selihai dan serapih apapun manusia menyembunyikannya.

Keadaan demikian membuat saya lebih leluasa menghadapi mereka yang jelas berfaham /beragama beda.
Kita tau arah imannya, tau cara berbuat baik kepada mereka,bagaimana mendoakan mereka  seperti yang Rasulullah contohkan.

Syiah yang tengah ramai dibicarakan, banyak kesesatan didalamnya. Masalah penggolongan "sesat" menurut dalil Quran dan Hadist biarlah urusan MUI, yang insya Allah mengetahui dari awal sejarah Kerajaan Persia,  dan alasan mengapa Khalifah Umar memerangi mereka.

Namun agar kita mengenal mereka, dan bisa menilai sendiri sesuaikah faham mereka dengan apa yang telah Rasulullah ajarkan..?
Pembaca bisa lebih komplit menimba fakta dengan membaca hadist2 mereka tentang Imam,aqidah ,Hukum Perkawinan,dan cara-cara mereka mengahadapi kita ASWAJA (Ahlussunnah wal Jamaah),di Buku
AIR MATA BUAYA PENGANUT SYIAH  by: DR.Muhammad Arifin Badri MA.
( Buku penuh manfaat ini mengurai juga dalil2 sanggahan secara detail.)

Saya hanya mencoba memperlihatkan sedikit saja tentang" penyimpangan pandangan" kaum Syiah terhadap Imam mereka.

1. Imam mengetahui hal-hal yang ghaib.
Ini ditemui dalam kitab mereka Al-Kafy. Bagi mereka kitab ini setara dengan kitab Hadist Imam Bukhary yang kita pegang.

2.  Imam mengetahui segala Ilmu yang turun kepada Malaikat,Nabi,dan Rasul
3. Imam bersifat Ma'sum (terlindung dari kesalahan)
4. Memegang Doktrin Al-Bada, yaitu : Menentang seluruh aliran yang ada ditengah umat Islam
5. Ucapan Imam setara dengan Quran dan Hadis

Yang lainnya di buku tersebut adalah :
- Halal berbohong  (Taqiyya)
- Pandangan nya terhadap Rasulullah SAW
- Menghalalkan nikah Mut'ah
- Bagaimana mereka mencela bahkan membunuh sahabat Rasululah..

Wallahu a'lam...





Imam Khomeini Dimata Saya


Saya mengagumi Khomeini, karna pendiriannya yang keras menantang Syah Iran yang tidak Islami dan berani menantang Barat+Yahudi.
Kesehariannya amat sederhana. Rumah kecil tanpa ornament hanya berisi buku-buku.
Diam , tak bicara bila tak perlu, mau mengerjakan tugas istri, dan mengasihi anak cucu.

Sementara suami saya mengidolakan Djalaluddin Rahmat. Bukunya "psikologi Komunikasi" sangat bagus.
Banyak pula menulis  pemikiran agama, sejarah dan pandangan politik.

Pada akhirnya harus terima...kalau kedua tokoh itu punya sisi lain yang amat jauh dari yang Rasulullah syiarkan.

Ada koleksi buku saya ,tulisannya Syariati/Rafsanjani.dll....Beberapa buku terbitan Fatimiyah yang banyak mengulas masalah wanita.
Ringkasnya,penulis dan tokoh Iran punya cara pandang politik yang baik.
Kepemimpinan dan sistim "Imam" yang mereka miliki membuat pandang rakyat terarah.
Saya menyukainya, karna saya merindu...sistim Khalifah setelah Rasulullah wafat.

Namun meski sejenak terbawa dalam kelompok kajiannya,terbukalah mata..!
Tatacara/ritual mereka berbeda. Banyak ibadah yang tak pernah Rasul perintahkan.
Syair-syair pujian kepada manusia amat berlebihan, seperti pujian buat Tuhan.

Saya hanya mengambil pelajaran yg baik , "kecintaan" mereka pada keluarga Rasul ,itu saja...!

Berseberangan Diperlukan


Dulu saya dan suami  beda sikap disaat anak sakit.
Saya cenderung resah, tdk pandai menyimpan rasa cemas+bersalah, dan selalu khawatir pilih asupan.
Mondar mandir pegang kepala/badan anak. atau melihat tarikan nafasnya.

Sementara suami bisa lebih tenang, membebaskan makanan apa saja yg penting anak mau makan,
banyak ngobrol ,dan tdk khawatir dengan demam, santai dia bilang : "Kenapa takut  kalau badan anak panas? Kalau badannya dingin baru kamu boleh takut !" ( bener juga)

Kini suami bekerja di negri Obama sana. Hampir tiap hari ngobrol lewat Viber/Skype dengan anak-anak saat mereka sakit. Sikapnya masih  seperti dulu, seolah bukan  menghadapi orang sakit.
Kadang  khawatir, anak butuh istirahat,kan?
Tapi kok si anak santai saja, malah mereka banyak  cerita dan tawa.
Mungkin Saya yg terlalu berlebihan, nyatanya diperlakukan seperti orang sehat bisa mempercepat kesembuhan.

Rupanya berseberangan cara bertindak + berfikir, memang dibutuhkan pasangan.....


Rabu, 15 Januari 2014

Apakah Maulid Tanda Cinta...?


                            


Perayaan Maulid kemarin jadi mengingatkan saya puluhan tahun lalu.
Di kompleks perumahan tempat kami tinggal, remajanya aktif rutin merayakan.
Sebutan perayaan  bermacam-macam,ada Maulu, Mulud, bahkan diplesetkan jadi Mulutan,
maksudnya hari itu musimnya banyak makanan , masanya pesta mulut.

Warga sudah terbiasa untuk memberi sumbangan, berupa uang atau konsumsi.
Jika penduduk asli merayakannya dengan makan nasi uduk berasama-sama dalam satu tampah/nyiru,
kami hanya makan kueh campur aduk, hasil sumbangan yang beragam .
Bada Asar para remaja sudah kumpul . Yang pria mendekorasi  mimbar Musholla, yang putri memasukkan
kue2 kedalam plastik.( Remaja non muslimpun  ikut sibuk).

Bapak kami  terkadang diundang ceramah di desa pedalaman yang beda kebiasaannya.
Banyak orang ingin menunjukkan cinta pada Rasulnnya. Berduyun-duyun orang datang di area terbuka.
Tumpeng2 nasi uduk datang bukan lagi dengan baki kaleng/tampah nyiur. Tapi tumpeng berhias di beberapa mobil bak terbuka (Colt). Ceramah selesai mereka berebut makanan yang dibagi-bagi tidak lagi dengan sendok,tapi dengan sekop!
Yang aneh, mereka menunggu-nunggu Bapak  minum. Karna tak tau, santai saja beliau diam dan meminumnya perlahan,tapi baru mau meletakkan gelas, langsung banyak tangan merebut. mereka  minum bergantian.

Banyak cara orang merayakan kelahiran Rasulullah. Dalam kemeriahan mereka merasa rindu dan cinta.
Hingga lupa bahwa mencintai Rasul ditandai dengan  mengerjakan apa yang beliau suka..
Saya lupa judul dan  kata2  puisi karya Neno Warisman, intinya begini :

"Siapkah kita menerima kedatangan Rasulullah,dirumah?"
Jika dalam rumah penuh gambar yang tak beliau sukai
Atau rumah full musik tanpa gema Quran
Atau kaligrafi hanya hiasan tanpa tau dan faham  makna?

Itu semua membuat saya punya cara sendiri dalam "Memaknai Maulid Nabi"
Tak lagi dengan perayaan.












Pemenang Hidup


Kalau di tela'ah kayaknya hidup itu jauh dari mulus dan indah ya.,
Meski keduanya harus ada sebagai tanda bahwa Allah memberi "komplit"
Tak ada yang disebut mulus dan indah jika Allah tak ciptakan gelombang dan buruk.
Bagaimana kita bisa bilang "itu warna biru" jika  tak tercipta warna merah?
Allah menghendaki dalam hidup kita pandai melihat.. berfikir.. dan membedakan.
Jika mampu,dialah "Pemenang" dalam hidup.

Karna mata,otak dan akal dari Allah...
maka kita menggunakannya harus sesuai dengan yang Dia mau.
Banyak orang bisa jadi "pemenang" layak dapat sertifikat..

Tapi... ada 2 macam 
1.  Sertifikat dari manusia
2.  Sertifikat dari Allah

Peraih pertama, akan dapat kemuliaan dari manusia,kemana-mana dapat cinta dan pujian. Tapi begitu pulang, Allah tak mengenalnya.
Kenapa? karna niat dan ukuran dari manusia.

Sedang peraih penghargaan kedua sifatnya rahasia, tak tertangkap mata manusia.
Hamba yakin janji Allah sudah menanti atas perjuangan hidupnya menomor satukan nilai Allah

Wallahu a'lam
Allah dan rasulNya tak pernah sekalipun dalam Quran maupun Hadist yang memuji dunia.
Lalu apakah kita harus menjauh dan menghina dunia,tanpa  menikmatinya?
Keindahan dari Allah, baiknya tetap dinikmati tanpa lepas dari nilai / garis Allah yang ada.

(Fabi-ayyi 'alaair rabbikumaa tukadzibaan...Quran Surat:Ar-Rahman)





Tegak Aqidah Kala Susah


Beberapa bulan terakhir, anak-anak beruntun sakit. Alhamdulillah bukan termasuk sakit berat,resiko tinggi, atau penyakit yang jadi momok.Tapi perawatannya cukup memakan waktu lama.

Dalam perjalanan , seringkali gangguan  datang, bergantung pada selain Allah.(  menganggap dokter dan obat adalah penolong utama.)
Maka saya harus ber ikhlas diri,bila menerima kekecewaan dari mereka. Allah tengah mengingatkan
"Not Them...!"

Bukan itu saja.....berbagai macam anjuran dari orang sekeliling, untuk pakai ramuan A...B...C...atau ke tempat praktek dokter A...B...C...
Mereka benar,mereka baik mau menolong....Masalahnya ada pada saya ! Lamban mengingatkan diri.
Harusnya selalu ingat,bahwa semua adalah ikhtiar...
"Kemanapun berobat, tetap Allah jua yang menyembuhkan"

Keliatannya biasa-biasa saja, semua orang mengalami.
Padahal didalamnya ada pertanyaan Allah  "Sampai Dimana Kekuatan Aqidahmu?"
Aqidah yang bisa membuat hati kuat ikhtiar (berusaha), dan tawakal (ketergantungan pada Allah)
Tak ada SABAR tanpa keduanya.
Pertanyaannya: Sanggupkah saya reflex menggenggamnya disaat ujian datang mendadak..?
Apa perlu waktu dulu baru menyadari,atau silih berganti antara INGAT dan LUPA...?

***Ada kata-kata penting dalam buku kali ini  ("Shahih Thibbun Nabawi")
Harus kita kuatkan keyakinan, bahwa bencana atau kesusahan yang menimpa ini berasal dari Allah yang Maha Pengasih,melebihi cinta kasih kedua orang tua,lebih dari cinta kepada anak, lebih dari cinta kepada diri sendiri. Ujian adalah rahmat....


JALAN KELUAR :

- Berpegang pada janji Allah Boleh Jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu.dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"  (QS: Al-Baqarah 216)

- Tetap berprasangka baik pada Allah, ada sesuatu yg baik setelah atau disebalik ini,namun kita tidak tau,sedangkan Allah maha mengetahui.

"Tidaklah Allah menguji hambaNya yang beriman dengan suatu ujian pada jiwa,harta,atau anaknya, melainkan karna salah satu dari 2 perkara : Bisa jadi ia memiliki dosa yang tidak bisa dihapus kecuali dengan ini,atau ia memiliki derajat disisi Allah yang tidak bisa dipercaya kecuali dengan ini.."

- Dalam pemilihan obatpun nyatanya selalu ada ujian.
Memilih obat yang halal, cara pengobatan yang halal termasuk perjuangan untuk tetap berdiri dalam aqidah.

Semoga jadi pembelajaran ..









KALA HUJAN




Musim hujannya kota hujan, seperti ini ....
Orang bilang hujan berformalin,( meuni aweeeet....)
Hujan membuat betah dirumah  ,  malas keluar kamar,lebih senang tarik selimut daripada handuk.
Hujan menginspirasi menu juga, Kalau kemarin2 bikin singkong rebus, hari ini   pisang rebus dan pisang bakar tabur keju coklat  . Alhamdulillah dapat Pisang Tanduk yang bagus pilihan si Mamang Jujur.
Menu pas ,makan bersama  dengan Anak2  dan kerabat yang kebetulan bermalam ,  (sampe 2 ronde masaknya..!).

Ada juga sih,kurang enaknya
melepas anak berangkat kerja dipagi dingin,agak gelap, hujan pula
Harus kejar waktu dan berjubel dalam kereta jurusan Jakarta
Semoga Allah melindungi ...









My Place





































Senin, 13 Januari 2014

Di Ruang UGD

Putri saya menangis di ruang UGD.
Dokter yang baik seharusnya tidak mudah memvonis resiko penyakit sebelum kejadian, apalagi didepan pasien.
Dia sudah  mengecilkan hati dan meruntuhkan semangat untuk sembuh.
Saya tersinggung ,  kecewa !....Diruang lain saya memaksa dokter  untuk beri penjelasan dan meralat kata-katanya. Sebab bagaimanapun saya membesarkan hati,tetap saja anak saya lebih percaya pada keterangan dokter . Akh..! seperti inikah pelayanan rumah sakit mewah..?

Keropeng (kulit mati) diatas luka knalpot anak saya terlepas sedikit sebelum waktunya. Dokter akan ambil tindakan mengupas. Ok lah..!  tapi melihat tarifnya di meja informasi biayanya 5 s/d 7 juta diluar obat, atau dirawat 3 hari dengan bea 10 s/d 12 juta + alat 5 jt+deposit 5 jt ,itu sangat diluar dugaan...

- "Saya akan bawa pulang anak saya saja,"
- "Ya sudah, di kompres saja dirumah .." kata dokter bedah,sambil  pergi

Namun sebelum pulang ,dokter jaga menawarkan
-"Ada jalan lain Bu,  tanpa bius, tapi nanti anak ibu akan kesakitan"

Eh,Ternyata tak ada teriak atau tangis... (Kata2 dokter rupanya lebih sakit )
Dengan 1/2 jam  mengompres,kulit melunak dan mudah digunting.
Luka dalam yang belum tuntas membentuk jaringan kullit baru,terlihat dan mudah diobati.  Selesaii !

Sebelum pulang saya tanya lagi,
- " apa bisa rawat jalan saja ,.Dokter?"
- "Bisa ! asal ibu rutin datang pd jadwalnya"

( Naahh....kenapa nggak dari awal penjelasannya ...?! Pilihan akan meringankan hati keluarga pasien...)

Dalam perjalanan pulang,kami jadi membahasnya. Anak saya bilang :

" Lucu ya Ma, kok jadi seperti lagi tawar menawar di pasar. Pembeli sudah mau beranjak pergi dipanggil lagi, dibujuk dengan pilihan harga "

** Itulah...saya belum faham sampai sekarang , Rumah Sakit memang sudah berkembang  jadi industri/ lahan bisnis.Tapi hendaknya terbuka dalam memberi pilihan, agar tak ada kesan "memaksa",dan pasien tidak merasa "dibodohi".

Wallahu a'lam





Minggu, 12 Januari 2014

Sayang Saudara


Beberapa minggu sudah,putri bungsu cedera kaki.
Hari ini abang sulungnya datang membawa laptop dengan bagai macam film lucu.
Meraka tertawa renyah di tempat tidur.
.

2 abangnya lagi menunjukan denga cara berbeda
Yang satu memasak pancake/mie.....yang lain ngobrol + tertawa sambil nonton TV
Pemandangan yang mengharukan buat saya....



Resep Pancake





Beberapa kali bikin Pancake dari resep, tapi masih terasa getir Baking Powder.
Kali ini dapat resep sederhana, mudah, dan rasanya cocok.
Tidak terlalu manis, dan ada gurih  sedikit.
Jadi dimakan tanpa caramel enak,tidak membosankan.
Dimakan dengan caramelpun ada rasa gurih sedikit,manis tidak dominan ...

Kami sudah mencoba memasaknya dengan mentega ataupun Butter. Keduanya punya kelezatan yang berbeda.
Anak saya mengambil sebagian adonan lalu dicampurkan dengan kopi. Mengikuti pancake-nya Cafe "Roti Boy" di Bandung. Lumayan...tapi kurangi sedkit garam dari adonan.

RESEP :

- 1 1/2 cups terigu
- 3 1/2  sendok teh Baking Powder
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula putih
- 1 1/4  cups Milk
- 1 butir telur
- 3 sndok makan butter leleh

Bahan yang kering jadikan satu dulu, lalu lubangi tengahnya untuk bahan yang basah.
Mixer dengan kecepatan sedang.
Baiknya masak di wajan ( pan) kecil supaya hasilnya tebal.
Saya bikin 2 macam tipis dan tebal....

Yang tipis bisa kita gulung dengan diberi isi alpukat siram coklat, pisang, keju ,dll...
Selamat mencoba...!  :)






Olah Raga Mata



Foto: men.kapanlagi.com



Mata juga butuh olahraga. Terutama bagi yang biasa didepan komputer. Bagaimana caranya?

1. Memutar mata
Putar mata berlawanan dan searah dengan jarum jam, kemudian ulangi setiap 30 menit. Hal ini sangat penting dilakukan, teruatama bila duduk di depan layar komputer atau belajar untuk waktu yang lama.

2. Tutup mata dengan telapak tangan
Tutup mata, kemudian tutupi lagi dengan telapak tangan. Penutupan mata tidak perlu terlalu rapat hingga menimbulkan tekanan. Tahap ini akan merilekskan mata yang lelah.

3. Fokus pada objek lain
Bila mata terasa lelah, sebaiknya pandang objek lain yang lebih jauh selama setengah menit. Saat itu cobalah untuk perbaiki fokus, kemudian berkedip cepat selama beberapa kali. Setelah itu, ganti pandangan terhadap objek lain yang lebih dekat selama 15 detik, dan berkedip lagi dengan cepat selama beberapa kali. Ulangi tahap ini sebanyak 10 kali untuk mata yang lebih rileks.

Tips Penggunaan Tepung Terigu



1. Kenalilah jenis tepung terigu sebelum digunakan. Pastikan bahwa jenis terigu yang dipergunakan telah sesuai untuk membuat makanan yang diinginkan, dan pastikan tepungnya tidak apek.
2. Jangan menggunakan tepung terigu yang baunya apek. 
3. Tepung yang berkutu tetapi tidak apek, masih bisa digunakan dengan terlebih dahulu diayak. 
4. Tutuplah kantong tepung terigu setelah digunakan 
5. Simpanlah tepung terigu yang tidak habis dipakai ke dalam kulkas. Terigu akan tahan lama, tidak berbau apek
6. Tepung bisa apek sebelum digunakan sebab tempat penyimpanan tepungnya lembab dan tidak ada sirkulasi udara yang baik. Apalagi jika di dalam penyimpanannya tidak diberikan alas seperti pallet., dan tidak berkutu. 

Penggunaan Terigu yang Cocok Untuk Berbagai Jenis Makanan

* Tepung utk Daging Tiruan (Gluten) 

Jenis tepung terigu yang paling cocok untuk membuat gluten adalah tepung terigu protein tinggi (merk Cakra Kembar), karena akan menghasilkan banyak gluten. Pati hasil cucian gluten bila disaring lagi akan menghasilkan tepung tang mien. Tepung ini biasa dipakai untuk pembuatan dumpling, hakao, dan campuran untuk membuat ba-pao.
Gluten biasa dibuat sebagai daging tiruan untuk para vegetarian. Satu kilogram tepung terigu protein tinggi (Cakra Kembar) diberi air 600 cc dan sedikit garam lalu diaduk sampai tercampur rata. Adonan ini lalu dicuci sampai airnya bening untuk membuang pati dari terigu. Setelah pati-nya hilang akan tertinggal gumpalan kenyal berwarna keabu-abuan yang disebut gluten dan siap diolah untuk berbagai macam masakan.

* Kulit Martabak Telur 

Membuat kulit martabak telur harus menggunakan tepung terigu berprotein tinggi (Cakra Kembar) karena hanya tepung terigu protein tinggi yang mampu menipiskan kulit martabak telur sampai berbentuk selaput. Jika menggunakan tepung protein rendah maka selaput tipis tersebut akan mudah robek. 

* Kulit Pangsit 

Tepung terigu yang tepat untuk pembuatan pangsit goreng adalah tepung terigu protein sedang (merk Segitiga Biru) supaya hasilnya lebih renyah dan lembut. Sedangkan untuk membuat pangsit rebus sebaiknya menggunakan tepung terigu protein tinggi (Cakra Kembar). Menggunakan tepung terigu protein rendah mengakibatkan pangsit goreng menjadi lebih berminyak dan pangsit rebus menjadi mudah hancur. 

* Martabak Manis 

Martabak manis memerlukan terigu dengan protein 11,5%. Tepung yang cocok adalah terigu protein sedang (Segitiga Biru) atau pencampuran antara tepung Segitiga Biru dengan Cakra Kembar (protein tinggi). 

* Kulit Pia 

Pembuatan kulit pia harus menggunakan tepung terigu protein rendah (Kunci Biru). Kalau tidak, maka kulit pia-nya akan menjadi keras. 

* Gorengan 

Tepung Terigu yang cocok untuk membuat gorengan adalah tepung terigu protein sedang (merk Segitiga Biru). Jika kita menggunakan tepung yang proteinnya terlalu rendah maka hasil gorengan akan lebih menyerap minyak atau kurang renyah/ tidak garing. Sebaliknya jika menggunakan tepung terigu protein tinggi maka hasil gorengan akan lebih keras. Jika warna gorengan agak gelap tetapi bukan karena hangus kemungkinan disebabkan oleh pemakaian tepung terigu yang tinggi kadar abunya. 

* Ba-Pao 

Tepung Terigu yang paling bagus untuk membuat ba-pao adalah tepung terigu protein rendah (cap Kunci Biru) karena kadar abunya rendah sehingga ba-pao yang dihasilkan warnanya putih dan lembut. 

* Kue Pukis 

Membuat kue pukis terbaik dengan menggunakan tepung terigu protein rendah (cap Kunci Biru). 

"Mengapa" tentang Roti Tawar

* Mengapa roti tawar tidak tahan lama (lebih dari 5 hari)? Kemungkinan jumlah gula dan garam yang digunakan kurang, tidak menggunakan calcium propeonat, tingkat kematangan roti yang kurang, sistem packing yang kurang bagus, atau tempat packing tidak steril. 

* Mengapa roti tawar setelah 2 hari beraroma asam?

Kemungkinan pembakarannya kurang sempurna, adonan setelah keluar dari mixer (mesin aduk) terlalu panas, atau roti dalam keadaan panas langsung dipacking.

* Mengapa roti tawar mudah berjamur pada bagian bawahnya?

Kemungkinan roti yang baru keluar dari oven tidak cepat dikeluarkan dari cetakannya sehingga bagian bawah roti akan "berkeringat" (basah) dan menyebabkan mudah berjamur.