Monday, 7 August 2017

Lakukan Saja..



Lakukan saja, dan jadilah!
Hanya melakukan ahirnya menemukan

Hidup  bukan nyanyian alam yang melahirkan tenteram
ulah keteraturan dan kepastian
Tak pernah bertanya 
Tak pernah menunggu jawab

Hidup bukan rangkaian pencarian
Tapi rangkaian penemuan

Tak selalu bahagia.
Sedekahkan satu senyum 

Gejolak perbedaan, riuh kepalsuan,
adalah batu 
Bernyaman saja dalam sarung
Bila ingin jadi pisau emas terbuang

.....*Ketika usia menapaki tangga kadaluarsa



















Saturday, 1 July 2017

Belajar Dari Lesley




Suaranya berat tapi masih kedengaran suara wanitanya.
Kalau lihat langsung baru tahu pemilik suara bariton itu berwajah cantik secantik gerak tangannya yang feminin.

Keteduhannya berubah riuh waktu dia kupas satu satu bagaimana mempesonanya "Pria" dambaan yang jadi pusat perhatiannya bertahun. Kedalaman cintanya ia simpan di tiap huruf. Berharap pembaca turut menikmati tetesan sejuk prilakunya.

Lesley Hazelton membuat saya malu, banyak menulis tapi bukan tentang manusia mulia itu.
Banyak beshalawat, banyak rindu, tapi tak berdakwah bil hal.

Kesantunan dalam keberagaman inti paparan Lesley di satu tayangan yang nggak sengaja saya temukan.
Saya jadi berfikir...

Banyak seruan berbagai LSM untuk menjaga kelestarian alam
Sebetulnya santun pada alam dimulai dari santun pada diri sendiri dan orang lain. Mampu jaga hati manusia dalam  keberagamannya
Perkataan manfaat  mengakar harus diusahakan, agar tambah lagi satu pohon di saat perusak merajalela.

Semakin cerdas manusia, semakin sadar tugas di bumi adalah menjaga perjanjian dengan Rabb.
Ilmu yang di dapat jangan jadi tembok kegagahan.

Kelembutan makin penting di zaman fitnah seperti ini, di samping sikap tegas keras menahan laju fitnah.
Berani tolak berita  orang fasik. penyubur kebencian dan kebodohan.


Lesley  banyak membaca quran, namun menyebut dirinya sebagai out sider. Ia melancong meraup pengalaman terindah saja.
Jadi jelas kan ya, bahwa di atas segala kemuliaan dan kehebatan, tetap yang namanya "Hidayah" is number one! Semoga akan turun untuknya, someday...

Orang yang paling merasa aman, seperti pisau dalam sarung. Bentuknya bagus tapi  nggak terpakai, percuma! Mending pisau jelek  yang tajam.
Pisau perlu batu asah, dan alat asah manusia adalah manusia lainnya.


Harus lebih banyak lagi bersyukur atas hadiah "Ddiin" dari Allah.
Tanda syukur kita adalah siap menerima buram sebagaimana kesiapan menerima cerah.
Muslim tengah tersudut. Sulit membela diri.
Anggap saja kita sedang menjaga sebuah tempat buruk  berisi kekayaan.
Harus mampu menjawab dengan lembut agar pengunjung mau memasukinya.

Lihat, mukjizat perkataan Rasul dan kaum salaf telah terpampang jelas sekarang ini!


Akan datang satu masa
Aku hawatir dengan masa itu.

Keyakinan tinggal dalam fikiran
Keimanan tak berbekas dalam perbuatan
Banyak orang baik tapi tak berakal
Berakal tapi tak beriman

Ahli maksiat tapi rendah hati
Berlisan bijak tapi tak memberi teladan
Pelacur jadi figur

Berilmu tapi tak faham 
Faham tapi tak menjalankan 
Pintar tapi membodohi 
Badoh tapi tak tahu diri

Beragama tapi tak berahlak
Berahlak tapi tak bertuhan








Bagaimana Ramadhanku-mu?



Image result for ramadhan pergi



Beberapa jam lagi, ramadhan melambai.
Padatkan waktu dengan permohonan ampun
Dalamkan makna doa.


Ini lapar ke 29 di  bulan kariim
Semoga terbayar tunai saat antri di yaumil masyhar tanpa aqua, apalagi lontong isi!

Lapar orang lain adalah tawaran beramal.
Makin menghargai setiap bulir nasi.
Tak sekedar pelengkap yang dihadapi dengan ngobrol, canda  tawa
Pengingat syukur lewat keringat petani, penggiling, sopir, dari berbagai penjuru sampai ketemu di satu piring


Nikmati gembira berbuka akhir
Mohon diizinkan muncul kembali dengan kelipatan tinggi
Saat menatap wajahNya

Esok tak ada tarawih
Surat al qadr penghias 10 malam, lenyap dari menara
Kita bawa saja ke bilik rumah
toh cahayanya ada di mana-mana
tergantung besarnya kapasitas jangkauan hati.
Sinyal ada terus, mudah kita bagi ke tetangga dan saudara


Pahit manis ramadhan, hikmah sepanjang tahun.
Rabb kita beri pesan husus untuk setiap diri
Asal mau teliti

Tahun ini ramadhan terasa pendek yaa
Kata orang sibuk

Jika ada kenikmatan lain selian ibadah
Jika hal tidak penting masih memenuhi rongga mulut
Jika belum berani berkorban menolak kenikmatan sesaat
Ramadhan terbang seperti kapas tertiup badai

Bagaimana ramadhanku-mu?













Thursday, 22 June 2017

Ahirnya Nulis Juga




Langit  memutih ... Matahari sembunyi.
Di stasiun Manggarai , gerimis sebentar.
Teman teman di grup WA mengalami hal serupa.
Insya Allah, itu ciri-ciri tadi malam kita kedatangan tamu Lailatul Qadar.
Trus, apa kegiatan  tadi malam?

Seperti malam malam ramadhan terdahulu, di sepuluh malam terahir ada malam malam tertentu yang mata sulit diajak kompromi. Apalagi cuma dengan secangkir kopi. Nggak mempan!
Habis tarawih masih seger, begitu jam 11-an mulai deh!
Saya siasati dengan macam-macam kegiatan  sambil minta pertolongan.
Tau nggak, yang paling bikin mata sepat jadi segar? Buka laptop! Hadeeh..

Sampai masak makanan sahur, saya masih bolak balik antara quran dan urusan dapur. Masak berpahala juga kata ustadz, lakukan sambil berzikir dengan zikiran sepuluh malam terahir. Allahumma innaka afuwun...dst. Tapi kok tetap merasa kurang.

Insya Allah, semalam adalah malam penuh berkah, malam bonus besar-besaran.
Matahari jam 4 sore kelihatan separuh. Warna jingga redup, berselaput tipis. Sesuai  yang Rasul sebutkan, seperti melihat matahari di dalam air.

Saya menyapa dia dengan segala pujian tak beraturan, saking gembira di tengah kesibukan duniawi dia memperlihatkan wajahnya yang sarat pesan.
Sayap para malaikat di rombongan terakhir menutupi cahayanya.  Entah insan mana yang beruntung mendapat tebaran karunia terbesar itu? Rahasia! (Semoga kamu yaa..)

Sebagai mahluk yang tau diri, kadar keimanan mudah ditakar, belum mampu memandang gemerlap dunia seperti bangkai anak kambing cacat, saya cuma berharap. Cukup Allah menerima saja puasa dan ibadah ramadhan saya. Itu sudah jadi kebahagiaan besar.
Kebahagiann lain? Jika setelah ramadhan pergi, ahlak dan ibadah saya bisa lebih baik dan berkwalitas.

Hehe, andai bisa, andai bisaa... Kepengen nego sama Allah. Minta bonus doong, atas usaha saya menolak berbagai undangan dan menahan ngantuk!

Demikian sekilas curhat. Janji sebulan penuh nggak nulis,eh! Ahirnya nulis juga.

















Saturday, 27 May 2017

Ramadhan Praktis



Foto Su Rima.


Saya kapok dengan janji jelang ramadhan tahun lalu. Tekad untuk menggunakan waktu sebaik mungkin demi ibadah yang berkwalitas, menguap jadi hayalan.
Begitu ramadhan tiba saya sibuk berkutat di dapur pada jam-jam 4 sore hingga magrib. Padahal itu saat-saat mahal, semua doa bisa terijabah.

Ramadhan hadir kembali, akan kah janji cuma jadi catatan kaki? Tidak boleh!
Alhamdulillah, di event Philips tanggal 15 Mei 2017, saya dapat satu jalan yang bisa meraih beberapa keuntungan. Pakar gizi Rita Ramayulis  menerangkan bagaimana menyediakan asupan yang baik selama berpuasa.


Foto Su Rima.

Ternyata menu buka puasa dan sahur selama ini menghabiskan waktu pembuatannya cuma memenuhi selera mata alias "Lapar Mata". Hidangan kurang memenuhi syarat gizi, asal kenyang asal senang, besoknya badan lemas.
Pendapat lama orang-orang tua zaman dulu yang saya yakin  bisa menanggulangi rasa haus nyatanya tidak berpengaruh.

Memang ya, segala sesuatu harus diiringi dengan ilmu. Saya membaginya dalam 2 hal yang harus diketahui. Bagaimana keadaan tubuh saat berpuasa dan bagaimana menyiapkan makanan sehat tanpa kehilangan waktu beribadah.

Prinsipnya berpuasa itu memberikan kesempatan kita untuk hidup sehat. Organ tubuh beristirahat dari kerja kerasnya selama 11 bulan. Detoksifikasi  atau pembuangan zat racun dalam tubuh pun akan terjadi  secara alami. Akibatnya di awal awal puasa biasanya badan jadi lemas, pusing, sulit konsentrasi,ada juga keluhan kadar gula darah.

Siapa yang tidak mau tetap bugar saat puasa?
Rahasianya ada pada makanan apa yang dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Makanan harus seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, air serta serat sesuai dengan kalori masing-masing. Hindari makanan kalori tinggi, mengapa? Sebab akan menyebabkan dehidrasi dan seterusnya mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi.

Tidak usah payah payah menyiapkan makanan. Pepaya, semangka, dan pisang bisa menggantikan cairan elektrolit dalam tubuh. Esok hari kita tidak terlalu kehausan. Selain itu gula darah akan stabil.
Makan buah-buahan ini jelang tidur atau sesudah sahur.


Gorengan paling asik dimakan saat berbuka, apalagi kalau minumnya teh manis hangat suam-suam kuku! Risoles, bakwan, pisang goreng, bisa ketemu di satu meja. Tapi ketahuilah, makanan nikmat itu harus melalui proses panjang sebelum sampai ke pencernaan. Enzim mulut, usus, empedu dan hati akan bekerja keras mengolahnya. Padahal jatah badan kita hanya cukup kira-kira  5 jempol minyak satu hari.

Yuk, kita ciptakan menu cepat saji yang memenuhi syarat sehat, dan sesuai sunnah (Thoyyiban).
Misalnya menyediakan buah-buahan yang manisnya mampu jadi pengganti gula.
Hindari gorengan yang berlebihan. Kurangi makanan bersantan, apalagi makanan yang berkali kali dipanaskan.


Event Philips yang penyambutannya selalu aduhai baik soal tempat, makanan, dan kesigapan panitianya ini, mengadakan demo memasak praktis juga.
Produk alat rumah tangga Philip  yang selalu berinovasi sering bikin ibu-ibu penasaran . Lihat saja  Philips Air Fryer, Fuzzy Logic, Dan Philips Blendder. Semuanya memudahkan ibu-ibu dalam menyiapkan makana sahur dan berbuka.


Foto Su Rima.
Foto Su Rima.
Foto Su Rima.
Add caption


Jangan sedih dilarang makan menu gorengan! Philps air fryer yang saya taksir ini memasak tanpa minyak. Saya dan teman mempraktekkannya langsung di meja per kelompok.
Kami masak Bola-Bola Ayam Sayur. Sama sekali tak beda rasa dengan yang digoreng menggunakan minyak. Aman, tidak perlu diremas dengan tisu sebelum dilahap.

Produk Philips disainnya apik dan langsing. Hasil tehnologi eklusif  hingga mudah digunakan. Seperti blender yang kami coba juga untuk membuat energizer Juice. Paduan beberapa buah seperti Melon, Mangga Manalagi, perasan Jeruk Pontianak, dan es batu. Si segar yang siap membentuk energi untuk esok hari.


Foto Su Rima.


Bapak Yongki Saputra sebagai Head Of Personal Health Philips Indonesia Sentosa Healthy menjelaskan bagaimana usaha Philips memudahkan pekerjaan ibu-ibu. Apalagi ibu-ibu yang sibuk dalam karirnya.


Ah, senangnya...  Bisa beribadah dengan tenang dan banyak waktu. Benar-benar ramadhan praktis!

















Tuesday, 23 May 2017

Si Risol Kampung


Foto Su Rima.


Bukan cuma saya lho, yang suka nambah risol saat beli Soto Bogor. Makanya Mamang penjual soto seperti Mang Bonin punya banyak persediaan sekantong besar.
Kulit risol tipis tu renyah di luar, empuk di dalam, pokoknya  bikin nagih! Apalagi kalau kesiram kuah pedas segar beraroma  jeruk limau!

Bulan ramadhan dia nampang seminggu sekali, eh! pernah juga deng sampe 2 kali di meja makan saya. Siramannya sambal kacang encer, di makan selagi hangat.
Orang Bogor sebut "Karoket". Teman-teman di Jakarta sebut  "Risol Kampung"
Memang sama penampakannya dengan Risol Belanda isi kentang dan daging.

Beberapa hari ini anak anak lagi kangen. Sementara warung sarapan di ujung kampung sebelah sudah beberapa bulan nggak pernah bikin lagi. "Capek,bu. Kan masaknya 3 kali" Kata penjual.
Memang sih, harus tumis isi, bikin dadar lalu goreng.

Yasud,  setelah intip resep  NCC, berangkatlah saya dengan PDnya ke warung nenteng bahan-bahannya.
Ibu warung suprise lihat keseriusan saya. Berulang dia bilang "Gampang kok!"

Ahamdulillah bapak bapak yang biasanya ngumpul ngobrol, jam segitu pada menghilang.
Kami  leluasa duduk  di bale. Sefeelingnya dia satukan semua bahan. Waah... Apa saya bisa takar pas kalau nanti bikin lagi?

"Adonannya lebih encer sedikit dari kue dadar,ya bu!" *Hik! Nggak pernah bikin.

Sampai rumah, saya timbang sisa bahan.
Ini rincian dan cara bikinnya.


Foto Su Rima.

Terigu                250  gram
Tepung beras     100  gram
Garam                2 sendok teh

Semuanya dicampur dengan air sedikit-sedikit sampai agak kental tapi tidak encer banget. Pokoknya kalau dituang dengan sendok sayur kelihatan bergelembung. Lalu buat dadar dengan sedikit minyak.

Isinya? Saya bikin sendiri di rumah.

1/2  Bungkus bihun direbus  lalu gunting.
2 Wortel parut kasar, direbus.
1 Batang daun bawang iris
1 Batang saledri ambil daunnya

Haluskan,
3 Bawang Merah
2 Bawang Putih
2 sdt merica
2 sdt ketumbar sangrai
2 sdt garam halus

Tumis semua bumbu halus . Setelah harum masukkan parutan wortel, daun bawang, saledri, plus bihun rebus yang sudah ditiriskan. Aduk sampai bumbu tercampur sempurna.
Finally, letakkan dengan rapih dalam lipatan dadar lalu goreng dengan minyak banyak.

Alhamdulillah percobaan pertama ini sukses. Kalau kata anak saya sih, enak! Mungkin karna bumbunya komplit. Apalagi kalau saya tambahkan royco yang mereka suka.
Atau... Mau senengin mamanya doang? Hehe, yang jelas dari 24 risol itu, saya cuma kebagian 2,sodara sodara! Teeerlaalu!

Karna bikin sendiri, jadi keluarga saya makan dengan cocolan sambal botol, dan mayonaise.
Kalau  men temen pecinta pedes, bisa tambahkan irisan rawit pada isi, atau pada saus kacangnya. Selamat mencoba si Risol Kampung.




Wednesday, 3 May 2017

Petir, Antara Takut Dan Harap




Suara guntur  sambung  menyambung sejak asar tadi. Angin menerbangkan horden kamar perlahan. Kelihatan pekat di luar  terbelah cahaya , cukup menyakitkan mata.

Putra terkecil saya sedang menyiapkan kamera. Untung-untungan kalau dapat gambar kilatan petir berserabut panjang, seperti akar raksasa.

Saya bilang...
"Mama takut! Pekat dan kilat selalu mengingatkan  mi'raj Rasulullah. Beliau lihat siksaan bagi manusia yang selama di dunia  kadang beriman, kadang kufur. Ia  tenggelam di kegelapan. Melihat tangannya  pun tak mampu.
Dalam perih sesal cuma bisa menanti cahaya kilat yang bisa menambah satu langkah. Entah  berapa ribu tahun lagi ia sampai ke tempat  aman dan terang? Atau tak akan pernah sampai?


"Kalau kamu ingat apa,Nak?"

"Saya ingat cerita Rasul tentang jenazah yang baru masuk kubur , Malaikat datang dengan suara gelegarnya melebihi halilintar" Jawabnya sambil siapkan tripot.

Saya membayangkan malaikat  memegang cemeti berbentuk akar raksasa seperti gambar di atas.
Nauzu billahi min zalik!


Kenapa doa saat hujan angin mudah terijabah?  Karna hati sedang dekat dengan penciptanya. Diri merasa keciil diantara dahsyatnya gelegar dan kecepatan cahaya. Sekejap kilatan mengandung 300 juta volt. Cukup untuk menyalakan lampu neon 100 watt selama setahun.

Entah di rumah, atau saat berteduh di pingir jalan, suara hujan petir melambungkan takut dan harap manusia.
2 rasa yang Allah suka  bila ada dalam dada kita. Bayna khauf wa roja'

Kata petir dalam surah Al-Baqarah, menggambarkan manusia yang  menutup telinga kuat-kuat dari  kebenaran. Sedang di surah Ar-Ra'd, petir  itu berzikir memuji kebesaran Allah. Manusia selalu berselisih tentang Allah. Padahal Allah maha keras siksaNya.

Ada petir dan kerasnya siksaan Allah dalam satu ayat..







Wednesday, 5 April 2017

Tulisan Untuk MIZAN


AYAH HEBAT

Ponsel berbunyi dari nomor asing. Suara di seberang sana kedengaran tergesa-gesa dan singkat. "Tolong informasikan ke teman dan saudara, supaya nomor saya dihapus dari grup WA dan daftar nomor telepon. Saya kehilangan Hp dan si pencuri menghubungi nomor yang ada untuk  meminta uang!"

Musibah datang tak kenal siapa dan di mana.  tak hanya dia yang kena musibah kehilangan, teman teman pun mendapat imbas buruknya.

Al Hasan seorang 'alim memohon : "Ya Allah, kami tak berdaya menolak bahaya dari diri kami, meski datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara apa yang kami ketahui"

Semoga doa ini bisa jadi penguat para ayah ketika harus  melapangkan  hati istri dan anak dalam menghadapi kehilangan baik kecil mau pun besar.


IBU BIJAK

Peristiwa ini sering terjadi tanpa disadari.  Begitu penumpang perempuan masuk ke dalam kendaraan umum, langsung mata penumpang perempuan lain tertuju ke sana. Dilihat dari pakaian, sepatu, tas, sampai saat orang itu membuka dompetnya. Cukup satu sapuan mata, semua terangkum.

"Ah, nggak apa-apa. Kita kan nggak menggibahi dia. Nggak berdosa, kan?"

Mungkin itu yang tercetus dalam hati. Namun kalau mempelajari "Jebakan jebakan Iblis"  Kebiasaan itu sesungguhnya membuat hati jadi terlatih lihai menghisab orang lain.

Muhasabah (Hisab diri sendiri) lah yang harusnya dilatih. Ia pencuci jiwa yang kotor. Jika minta pertolongan Allah, pasti diberi. Akan Allah ilhamkan kepada hamba2Nya dengan cara yang tidak sama. Misalnya ada yang  langsung menolak dan bilang pada dirinya , "Siapa tahu orang itu lebih panjang umurnya dan lebih baik amalannya?"

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri" (QS.Attaubah 108).
Bulan suci sebentar lagi datang, alangkah baiknya bila kita bebersih dulu sebelum memasukinya. Semoga masih ada jatah usia.


KELUARGA QURANI

Assalamualaikum keluarga besar Mizan? Bagaimana semangatnya jelang Ramadhan? Semoga  sudah punya rencana untuk lebih baik ya..
Bulan ramadhan adalah bulannya Quran pula, sebab diturunkan pada bulan tersebut. Ada satu kisah nyata mengenai Quran.

Jamaah satu pengajian  tak  menyangka, dari murid 10 orang akhirnya sampai ratusan jadi ratusan karna ihlas dan sabarnya ustazah Maimunah mengajar.

Dalam grup yang duduk melingkar, ia telaten membenarkan bunyi huruf yang keluar dari mulut anak didik. Setiap huruf ada tempat keluarnya masing-masing. Salah ucap bisa salah arti. Begitu kata bu ustazah.

Satu hari matanya kelihatan sayu. Muridnya meminta supaya ustazah  istirahat saja. Tapi usul itu ditolak. "Saya cuma sedikit ngantuk, teruskan saja bacaannya! Saya masih bisa mendengar dengan baik" Ujarnya dengan senyum berusaha meyakinkan.

Beberapa murid meneruskan sementara yang lain melihat ustazah menutup mata sambil mendengar dan membetulkan bacaan. Tapi beberapa waktu berselang kelihatan Ustazah seperti tertidur dengan quran masih dalam dekapan.
Pelan-pelan seorang murid berusaha membangunkan, namun ia kaget setengah menjerit, ustazah sudah tak bernyawa.

Keluarga tentu terkejut dan duka mendalam karna tak ada sedikit pun tanda-tanda . Sang suami yang shaleh tak mampu membendung tangisnya. Kata-katanya sempat terdengar oleh pelayat, "Aku ridho atas ketaatanmu. Dan aku harus ihlas  karna inilah cita-citamu, wafat pada saat memegang quran"

ANAK JUARA

Siapa pahlawan Idolamu? Pernahkah mendengar nama Abdurrahman Bin Auf? Ia salah seorang sahabat Rasulullah yang dijuluki "Manusia Bertangan Emas"
karena ia seorang pemberani dan pemurah.

Sejak ia mengikuti ajaran Rasulullah, selalu dapat tekanan dan siksaan dari orang kafir Qurasy, bangsanya sendiri. Namun dirinya tetap sabar dan teguh memegang keislamannya.

Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah mempersaudarakannya dengan penduduk asli Madinah bernama Sa'ad seorang muallaf kaya raya. Hati Sa'ad yang lembut ingin membantu keuangan Abdurrahman Bin Auf, namun dengan sopan ia menolak. Ia hanya punya satu permohonan, minta ditunjukkan letak pasar.

Sejak berdagang Abdurahman makin hari makin makmur saja. Meski demikian ia tetap cinta pada perjuangan. Pada perang Tabuk dimana Rasulullah meminta  sumbangan untuk perlengkapan perang, ia menyerahkan semua harta bendanya hingga tak bersisa. Rasulullah bertanya, apa yang ia tinggalkan buat keluarganya? Jawab Abdurrahman ...

"Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik dari yang kusumbangkan. Sebanyak rejeki, kebaikan dan pahala yang dijanjikan Allah"

Salah satu mental juara adalah, keyakinan tinggi akan sifat Allah yang Maha Kaya dan tidak bergantung pada orang lain.







Sunday, 2 April 2017

Potret Makanan Lagi







Sudah lama nggak posting soal makanan, sejak kapan ya? Lupa!
Foto ini hampir sebulan yang lalu, pas saya lagi urus surat Waris di Kecamatan untuk Balik Nama Kepemilikan SHM.

Entah sudah berapa kali bolak balik dari kelurahan dan kecamatan karna ada kesalahan data, dan typo. 
Saya cuma ingat tanggalnya, tanggal 1 Maret, karna bertepatan dengan datangnya Raja Salman. Dan... Sampai tanggal 27 belum kelar-kelar.

Saat menunggu tanda tangan paling nggak enak. "Maaf Bu, Pak Lurah lagi ada acara... Maaf, Pak Camat ada rapat...Lagi sholat...Petugas ngetik lagi keluar, Bla,bla,bla.

Untung saja di dekat Kantor Camat ada RM.Padang. Sajiannya yang penuh warna memunculkan selera makan, singkirkan kesal. 
Memang ya, hadapi masalah jangan dengan perut lapar. 

Saya masih senang foto makanan. Sebab gampang, objek tidak bergerak.
Sebagian saja yang bisa tampil, sisanya... Keburu habis saya makan! :)





Wednesday, 29 March 2017

Tulisan untuk Mizan

AYAH HEBAT

Melatih anak agar peka pada lingkungan dan alam bisa dimulai dengan kesukaan mereka. Misalnya sebentar lagi ini akan datang libur sekolah. Kita gunakan untuk mengingatkan kebesaran dan cinta Allah melalui alam.

Seorang pengusaha muslim yang terbiasa ketat dengan waktu, menelpon istrinya dari negeri seberang. "Ma, anak-anak boleh saja liburan. Tapi tolong pilihkan dan  jangan sia-siakan rejeki dari Allah! Mereka harus dapat ilmu dari liburannya"

"...maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing), dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di Akhirat)." [Surah al-Jumu'ah : 10]


BUNDA PINTAR

Satu jam setelah anaknya berangkat sekolah, ponsel ibu berdering.
"Bunda, buku olah ragaku ketinggalan. Bunda tolong antarkan yaa, pliiss!

Merayap kemarahan ibu sampai ke kepala. Sebab ini sudah kesekian kalinya kejadian berulang. Kenapa sih, nggak disiapkan dari tadi malam? Kenapa saya lagi yang harus jadi pahlawan? Ibu lemah yang nggak disiplin!

Teringat nasihat Allah yang intinya, berkata lembutlah meski pada Fir'aun.
Sejenak ia berusaha menanangkan diri. Pesan dan sangsi tetap harus ada untuk anak lalai dan meremehkan kewajiban.

"Nak... Kita sudah sepakat,kan? Bunda juga punya kesibukan. Jadi ayo, kamu pikirkan solusianya !"

Ahirnya sang anak  memutuskan sendiri. Ojek online akan datang mengambil dengan resiko uang jajan berkurang. Masalah selesai tanpa omelan, tanpa selalu harus menyuapi solusi, sekaligus menerima konsekwensi dari kesalahannya.



ANAK JUARA

Diantara teman-teman sekelas Adi datang paling awal. Tampilan bersih dan wajah segar  serius, seolah  siap menerima kucuran ilmu. Waktu istirahat dilewati dengan ceria sebagai pengimbang keseriusannya tadi.

Tak hanya para guru, orang tua murid yang biasa duduk berkumpul di halaman sekolah pun memperhatikan dengan  kagum.
Mereka tidak tahu penyebabnya sampai  bisa sesemangat itu.

Adi tak pernah melupakan perkataan kakeknya saat ia menginap bulan lalu. Kakek berpesan, bangun pagi melawan kemalasan adalah jihad, belajar pun jihad, demikian juga kerajinan di rumah dan di sekolah.

KELUARGA QURANI

Di atas tempat tidur, seorang pemuda yang putus kaki kanannya terkena bom,  meminta ibunya mencarikan seorang istri.
Tentu ibunya pesimis, tapi lillahi ta'ala ia bertekad mewujudkan keinginan anaknya.

Di luar dugaan, ternyata banyak wanita yang bersedia diperisteri. Mereka bangga jika kelak melahirkan anak-anak pejuang. Apalagi pejuang itu seorang penghafal quran. 

Kemuliaan quran akan mengalahkan segalanya. Pecinta quran insya Allah memiliki sifat sifat baik.

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (Alquran) yang menjadi pelajaran dari tuhanMu. Penyembuh bagi sifat jahat yang berada di dalam dada. Dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman  (QS.Yunus 57)











Saturday, 25 March 2017

Belajar Quilt Gratis Bersama Brother Dan Kriya Indonesia

Foto Su Rima.


Menjahit itu membosankan dan melelahkan! Dengar saja monoton suara mesinnya, lihat wajah ibu saya seminggu sebelum lebaran.
Saya temani ibu begadang sambil menggunting limbah bahan menjadi baju boneka kertas, persis di dekat kakinya.

Waktu tingkat SMP saya mulai kenal pola dasar menjahit. Bikin baju bayi bisa sukses karna simple dan demi nilai raport. Tapi begitu dapat PR  bikin kemeja, nyerah! Pasang kerah baju ternyata njelimet, akhirnya ibu yang menyelesaikan.

Hingga berumah tangga saya cuma bisa  jahit kruistik, sulam, crochet, sulam pita dan smock.
Cinta pada Quilt harus dipendam karna berurusan dengan masin jahit. Jenis kriya yang seperti kain tambalan itu selalu mengingatkan suasana alami desa Eropa dengan rumah sederhana bercerobong asap di antara barisan pinus segar. Dapurnya berbau roti, dengan segelas susu perahan sendiri di tas meja. Horden, taplak meja hingga perlengkapan kamar tidur, semuanya dari kain perca berjahit.


Hari sabtu tanggal  4 Maret 2017, gaung Quilt yang selama ini bisu memanggil manggil mesra. Kriya Indonesia bekerja sama dengan Brother mengadakan workshop kursus  gratis di Musium Tekstil Jakarta. Pendaman cinta telah pecah. Puncak-puncaknya saat  menyentuh mesin jahit modern bersuara halus itu. Sungguh rancangan cermat yang sangat membantu pengguna.
Kapan lagi mau mencoba? Semua bahan dan perlengkapan sudah tersedia. Cuma bawa diri doang!
Iyess! Berangkat dengan penuh suka cita karna sempat ditolak saat mendaftar pertama

Makan Pecel Dulu

Aih, ketemu lagi dengan si Mbok penjual pecel gendong. Beliau senang diajak ngobrol. Salut deh! Dagangannya selalu dibutuhkan  setiap event musium musium Jakarta.
Selesai santap pecelnya yang maknyus rasa ndeso itu, kami sholat di mushola bangunan tua. Sementara 20 mesin jahit sudah bersih, menunggu di beranda.

Proses Quilt.

Kalau mau mengasah sifat sabar, teliti, hati hati, dan rasa seni, belajar jahit quilt!
Bagaimana tidak sabar ? Sebelum menjahit, kita harus padu padankan dulu warna dan motif. Bila model yang diinginkan  sudah terbentuk, pertahankan  dengan menyemat jarum pentul pada lajur yang akan dijahit agar tak bergeser.



Potongan segi tiga ini sebetulnya bisa ditata dengan bermacam posisi. Maklum masih basic banget, jadi new comers mau tidak mau membuat  sama bentuk. Model baling baling.
Strika bagian depan hinga jahitan tidak ada lagi yang menggelembung. Tahap akhir gabung dengan kain bagian  belakang.


Foto Su Rima.

Foto Su Rima.

Kesalahan pasti ada, saya terlalu mepet meletakkan jarum pentul penahan, salah posisikan benang dan strika puring kurang merata.
Secara umum, pekerjaan ini sangat mudah karna ditunjang  mesin jahit canggih Brother GS 2500 yang punya banyak kelebihan.

Jam 1 lewat saya mulai berkeringat. Lihat beberapa teman sudah rampung sementara saya masih strika pelapis sarung bantal  setengah jadi. Untung saja mereka ibu ibu yang sudah akrab dengan mesin jahit, jadi saya tak perlu minder. Tetap dengan hati-hati menyelesaikan dan... Jreeengng!! Sempurna terjahit.

Alhamdulillah terima koment positif. Buat ukuran pemula hasilnya termasuk rapih.
Tahu kah? Saat membalik bahan usai jahitan akhir adalah puncak kenikmatan menjahit. Saya puas sampai membuka lagi berkali kali sarung bantal yang sudah terlipat dan siap masuk tas. Pantas, almarhum ibu rela begadang menjahit dibanding beli jadi. Pagi hari ibu bahagia lihat anak anak gembira mendapati  baju baru bergantungan di dinding.

Kelebihan Mesin Jahit Brother

1. Punya Banyak Jenis Jahitan
Kalau diperhatikan variasi  jahitan tiap  baju tak selalu sama. Ada jahitan lurus dan bergelombang untuk mempercantik tampilan. Mesin jahit ini punya 25 variasi.

2. Sistem 4 Lubang Kancing
Hanya dengan mengganti sepatu jarum maka kita bisa pasang kancing sesuai keinginan.

3. Pemasangan Sepatu Yang Mudah
Saya baru tahu kalau sepatu jarum bisa berbeda fungsi. Untuk pemasangan resleting, lubang kancing dan lain lain. Cara melepas dan mengganti dirancang mudah, tinggal  menekan bagian atas sepatu. Pokoknya tanpa obeng!

4. Hemat Listrik
Waktu melihat 20 mesin jahit berjejer dengan stop kontaknya masing masing, saya jadi berfikir, berapa biaya listrik yang harus panitia bayar ke Musium Tekstil? Apalagi belajar gratis ini sampai 2 session.
Jawaban panitia sangat menyenangkan, ternyata mesin cuma butuh 51 watt saja. Aman ... Kita bisa begadang tuntaskan jahitan.

5.  Pengaturan Jahitan
Ada 6 baris gigi bisa diatur sesuai tebal tipisnya bahan yang akan kita jahit. Demikian juga panjang pendeknya jarak jahitan hingga 4,00 cm.

6.  Built In Free Arm
Kalau membuat tali bentuk silindris pada mesn jahit lama, kita harus hati-hati dan konsisten menahan kain agar tidak melenceng. Di mesin canggih ini, kain bisa berjalan sendiri.

7.  Pisau Pemotong Benang
Dekat sepatu jarum ada semacam pengait menghadap ke atas. Gunanya untuk memotong benang. Jika jahitan sudah sampai batas ahir, benang akan putus tanpa repot repot ambil gunting.

Dan yang paling menyenangkan buat saya, mesin ini berlampu dan bisa dengan cepat memasukkan benang ke lubang jarum. Cocok untuk ibu-ibu berkaca mata plus seperti saya.

Foto Su Rima.

Kembali ke Quilting, ia adalah seni menggabung kain perca. Letak kecantikannya ada pada kepandaian dan cita rasa pembuatnya dalam memilih pattern, warna, kain, dan pengelompokkan motif kain.

Textilezy.com kaya akan koleksi motif, kita tinggal pilih dan pesan online. Mau bahan apa? Golden Rami, Cotton Voal, Balloteli, Bubble  Crepe, Titanium Saten? Kunjungi saja webnya.
Jangan hawatir soal harga. Toko kain online pertama kali yang ada  di Jakarta ini punya harga kompetitif dan bahan berkwalitas.

Mesin jahit canggih plus bahan mudah didapat bikin saya kepincut. Menjahit kegiatan yang menyenangkan, ternyata.
Suara mesin , bau kain, berhadapan dengan gunting dan jarum pentul, seperti bermain kembali dekat kaki ibu. Ah, jadi kangen!

Saya berharap memiliki benda ini suatu saat. Untuk berkarya dan jadi jalan amal.
Wah, asiknya ... Kalau bisa memberdayakan ibu ibu dhuafa dengan quilt!
Terimakasih Brother GS 2500 dan Kriya Indonesia.


Image result for quilt kitchen bread


Image result for kitchen and quilt




































Thursday, 23 March 2017

Tulisan Buat MIZAN


AYAH HEBAT

Seseorang bertanya pada anak kecil "Bagaimana ayahmu?" Jawabnya; "Auk ah, gelapp!!" Karna dia benar- benar bertemu ayah saat gelap saja.

Kata seorang penggagas Komunitas Ayah Hebat, Bendri Jaisyurahman, minimnya keterlibatan ayah dalam mengasuh bikin anak mengalami masalah psikologis. Salah satunya, anak akan minder, anak lelaki condong feminin atau sebaliknya, yang wanita cenderung tomboy. Ada pula yang sampai reaktif dan lambat dalam memutuskan sesuatu.

Nampak jelas ya, seorang ayah dituntut mampu mengatur waktu supaya padat manfaat meski sedikit kesempatan.
Terlalu banyak beban hidup, memang. Semoga terbantu dengan cara bermuhasabah sambil cari tau lebih banyak akan  hak Allah, badan dan keluarga.

Apalagi harum ramadhan sudah tercium, mari kita rubah! Rencanakan dan atur  waktu dengan detil agar manis ibadahnya teraih tanpa melepaskan tanggung jawab di bumi. Jangan tunggu esok.


BUNDA PINTAR

Bagaimana keadaan Bunda hari ini? Semoga Bunda masih tetap semangat menjalankan rutinitas keseharian penuh keihlasan, dan dianugerahi kesehatan .
Bicara kesehatan jadi teringat akan datangnya ramadhan yang tak akan lama lagi.
Apa Bunda masih punya hutang puasa di ramadhan lalu?

Mumpung kita sehat lahir bathin, kita bayar hutang-hutang itu dengan perbaikan berdasarkan ilmu. Benahi kekurangannya agar sempurna, dan mengumpulkan sebanyak banyaknya informasi apa saja yang merusak amal ibadah kita. Agar ramadhan berikutnya kita lebih siap.

Seperti doa-doa para salafusshalih...

"Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya dengan kerelaan"


KELUARGA QURANI

Pagi masih dingin, sisa embun menyelimuti dedaunan. Lampu di gubug gecil di bawah rimbun pohon masih menyala. Tapi suara sapu lidi  di halaman sudah terdengar. Sementara  lantunan quran terdengar syahdu dari radio mereka. Selalu begitu setiap hari.

Bu Rohaye, membiasakan keluarganya menikmati anugerah pagi. Semua kegiatan jika di awali pagi hari akan membawa berkah, begitu katanya.
Anak anak bergerak merapihkan kamar, Bu Rohaye membersihkan halaman, suaminya mengayuh sepeda ke pasar selepas sholat jamaah di masjid.


Jelang magrib, lantunan quran tak terdengar. Jika kita masuk ke dalam gubug itu, seperti ada suara lebah. Masing masing mengaji di kamarnya.
Betapa indah rumah yang dihiasi quran. Membawa ketenangan hingga ke para tetangga.



ANAK JUARA

"Ma, sekarang aku mau rajin makan sayur, nggak cuma daging dan tempe terus!"
Begitu kata Dito sepulang mengaji dengan nafasnya  yang terengah-engah karna berlomba dengan anak tetangga di perjalanan.

"Alhamdulillaaah, Mama senang sekali mendengarnya" Jawab sang mama tak mampu membendung kegembiraan. Sambil senyum sang mama mengikuti Dito yang hendak mengganti baju kokonya.
"Eh! Tapi kenapa begitu tiba-tiba,nak?"

"Gini Ma, Pak ustad bilang, kambing punya susunan gigi yang rata karna dia pemakan nabati. Sedangkan ikan dan binatang buas punya gigi runcing-runcing karna pemakan hewani. Karna gigiku ada yang rata dan runcing, jadi aku harus makan keduanya  keduanya"

Masya Allah, Demikian sempurnanya Allah. Tak ada yang sia-sia dalam ciptanNya.






Friday, 24 February 2017

Tugas Baru

Sudah lama saya nggak bikin postingan blog. Kangen!
Alhamdulillah bukan karna kehilangan semangat. Tapi karna dapat Job menarik yang saya harap dapat jadi "Bekal Pulang" saya.

Saya diminta rutin menulis untuk satu media. Penghasilannya biasa-bisa saja, nggak Wow banget! Tapi... Dengan tulisan saya, anak anak yatim bisa dapat kebahagiaan. Panti Asuhan yan menampung mereka bisa lebih cepat lagi berhubungan dengan para donatur. Alhamdulillah.

Segala puji, untukMu wahai Allahku... Pemilik cinta terbesar melebihi cinta siapa pun!
Doa lama hamba yang bergelimang dosa ini, kelihatan jawabnya di ufuk timur. Cahaya kemilaunya menambah kecintaanku padaMu.

Izinkan, kemampuan menulis dariMu ini, mampu memberi manfaat banyak. Jadi penerang jalan sendiri yang paling utama. Amiin yaa mujibassaailiin...



** INI KIRIMAN ARTIKEL MINGGU KE 3



AYAH HEBAT

Ayahanda budiman...

Apakah ada sahabat atau kerabat Ayah yang baru kembali dari tanah suci?
Sudah jadi cerita umum, orang yang pulang dari tanah suci akan berkisah pengalamannya. Ada perbuatan buruk di tanah air terbalas di sana, atau dapat sesuatu yang indah disebabkan amalnya sebelum berangkat.
Kita dengarkan dengan takjub. Betapa Allah itu maha adil, tegas, dan memperingatkan dengan cinta.

Kalau dipikir, sebetulnya hal itu tidak hanya terjadi di sana. Dalam keseharian di negeri sendiri pun pembalasan itu ada. Mungkin karna di tanah suci full ibadah, jauh dari kesibukan duniawi, dan sedang berdekatan dengan Allah, jadi teguran kecil sagat cepat dan terasa.

Pak Ramli sopir mobil Online membentak bentak istrinya ketika akan berangkat kerja, karna sang istri dianggap lengah mengawasi anak balita mereka yang terluka karna jatuh.

Begitu sampai di jalan cari penumpang, mobilnya menyenggol mobil mentereng. Kontan si pemilik turun dan membentak-bentak Pak Ramli yang tak berani berkutik. Dalam perjalanan pulang, baru tersadar, ini mungkin balasan perbuatan buruknya pada sang istri.

"Tidak ada kesusahan yang muncul, tak ada kesulitan yang timbul, dan tak ada permasalahan kehidupan yang terjadi kecuali diri kitalah yang mengundang permasalahan datang"


BUNDA PINTAR

Bunda...

Mungkin bunda masih ingat dengan QS Al-An'aam 44...

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan pada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa"

Satu saat ada beberapa orang ibu dalam angkot. Suasana sunyi tak ada yang memulai pembicaraan. Hanya deru kendaraan yang terdengar.
Tiba-tiba sopir angkot menginjak pedal rem, ulah pengendara  motor yang seenaknya menyalip.

Salah seorang ibu jadi memulai percakapan.
"Haduh, itulah! Makanya saya malas bawa mobil sendiri. Kendaraan di jalan bikin saya stress!" Sambil menatap senyum pada ibu gemuk, usia  lebih tua di sebelahnya.

"Oo...Kalau saya sih, biasa suami yang setir mobil" Balasnya

Sejak pembukaan dialog itu, mereka asik ngobrol. Si ibu yang lebih tua tadi dengan bangga menceritakan kelebihan suami, kebaikan dan suksesnya anak-anak, mantu saleh, kiriman uang dari anak anak yang besar dan lain-lain.

Bunda yang baik,
Semoga kita diberi kesabaran lisan dan diberi kepandaian dalam merasa.
Menceritakan nikmat dengan mencolok di tengah orang, rasanya tidak elok.

Bagaimana kalau di antara penumpang lain yang mau tak mau, terpaksa mendengarkan itu, ada yang tengah dirundung kesulitan hidup?
Dan bagaimana jika nikmat itu ternyata "Istidraj"? Kenikmatan yang menipu.
Pemberian Allah tanpa ridho yang sengaja diberi agar hamba bertambah kesesatannya. Nauzubillahi min dzalik!

KELUARGA QURANI


Coba sesekali iseng, susun daftar  judul lagu favorite sejak kita kanak-kanak, remaja, hingga lagu terbaru. Kemudian tulis liriknya.
Kira kira berapa lembar halaman? Yang pasti lebih dari sepuluh lembar ya..
Bahkan ada yang bisa hafal ratusan lagu.

Saking cintanya, dengar musik intronya saja sudah bisa menebak dan meneruskan lagu.
Bila di tengah keramaian terdengar sayup1 lagu favorite, telinga langsung fokus.
Bibir bersenandung mengikuti, dan bisa jadi hari itu kita mengulang-ulangnya tanpa disadari.

Apalagi kalau pelantun lagu sangat menjiwai liriknya. Syair menyentuh membuat haru, seolah diri kitalah pelakon syair sesunggunya.
mendamba bertemu dengan penyanyinya.

Mari kita susun, sudah berapa surah quran yang kita hafal?
Sejauh mana kecintaan pada quran? Pernahkah rindu pada quran?
Umur bertambah, tapi bacaan sholat masih surat yang itu-itu saja.
Tak ada larangan membaca sedikit surah dalam sholat, tapi jika cinta pada pemilik kalimat Quran dan pembawanya, tentu timbul rasa puas bila mampu menghafalnya.

Mari kita tambah hafalan kita. Kata para ahli, hormon daya ingat dalam otak akan optimal dan mencegah pikun.
Tapi yang lebih dari itu, menambah kedekatan dan cinta pada pencipta kita.

Bayangkan kenikmatannya. Usai sholat di keheningan,  kita seolah sedang duduk di hadapan pemilik kalimah suci, lalu pelan-pelan Muroja'ah ( Setor hafalan). mengulang-ulang pesanNya.

Mari kita cicipi  manisnya menghafal. Kala dengar quran dibaca, refleks mulut kita meneruskan dengan kebahagiaan yang sulit dilukiskan. Ingat lagi artinya, dan terbawa terus mengisi hari. Dan puncaknya adalah merindukan pertemuan dengan Allah.

Jadi jangan heran, kenapa Rasulullah sering meminta sahabat-sahabatnya membaca quran dan beliau mendengarkan. Jangan heran kenapa beberapa anak penghafal quran tuna netra, tak pernah berdoa minta disembuhkan.
Sebab dengan tidak melihat gemerlap dunia, mereka lebih mudah menghafal dan menjaga hafalannya.

Wallahu a'lam


ANAK JUARA

Sekarang ini kalau dengar orang mengucap kata "Jihad" kok jadi seram yaa.
Bayangannya pasti mujahid yang bajunya berdarah-darah karna perang di jalan Allah. Yang lebih parah dan sangat tidak masuk akal adalah membayangkan  sebuah pesawat terbang melesat menghantam gedung tinggi.

Padahal arti kata jihad adalah BERJUANG. Berjuang bukan dalam perang saja. Tapi berjuang dalam segala hal. Misalnya berjuang bangun pagi untuk sholat subuh dan bersiap-siap sekolah, meski pun air dingin, hujan, gelap dan jalanan banyak air tergenang. Berjuang mengusir rasa malas belajar, berjuang menjauhi teman-teman yang nakal, dan lain lain.

Dengar, bukan? Lima kali sehari azan menyeru, mengajak kita "Hayya 'alal falaaaah" . Artinya, Ayooo kita raih kemenangan! Ayo kita sukses! Ayo kita juara!
Yuk! Kita penuhi seruan itu, baik untuk ibadah mau pun untuk tugas kita menuntut ilmu!


Terimakasih Media MIZAN, sudah memberi saya kesempatan. Semoga jadi amal jariah. Selamat datang.... TUGAS BARU!!




























Sunday, 12 February 2017

Tinggikan Kemanusiaan Dan Kemerdekaan Kita


Anak-anakku...


Titik ordinat kemanusiaan kita adalah pada KEMERDEKAAN. Artinya jika kemerdekaan kita nol, maka nilai kemanusiaan kita nol. Nilai insani kita tergantung pada kemerdekaan yang kita hayati.
Bila  mampu mempertahankan tingginya nilai kemanusiaan dan kemerdekaan,  itulah INSAN KAMIL, atau insan paripurna.

Ini ajaran islam, namun Albert Ainstain menerimanya. "The quality of human being"
Merdeka itu lepas dari segala, bahkan bebas dari dominasi dirinya sendiri.

Apa yang bisa menghambat kemerdekaan manusia? Cuma Tuhan!
Maksud tuhan di sini adalah Illah yang disebut dalam quran hingga 147 kali.
ILLAH artinya TUHAN.  Tapi TUHAN bukan berarti ALLAH.
Maka terjemahan TUHAN dalam kalimat Laa ilaaha illallah, adalah "Sesembahan"

Anak anakku...

Di luar sholat sunnat, kita mengucapkan kalimat tauhid itu 9x.
Berikrar bahwa kita ingin merdeka, tapi hati kita enggan melepas belenggu harta dan tahta yang populer sejak zaman nabi Adam.

Illah bukan berarti Allah. Buktinya dalam Quran kata itu berbentuk plural/Banyak. Ada Ilaahatun, Ilaahun dan ilaahain. Bermakna benda, abstrak, konkrit, bahkan manusia

Perlu kiranya kita memperbaharui lagi pemahaman dari kalimat syahadat.
Jika berpendapat bahwa tak bisa hidup tanpa pasangan kita, bersandar pada gaji, yakin tanpa obat dia pasti mati dll, artinya kemerdekaan kita hilang, dan alangkah lemah sandaran kita.

Mari nak, kita pentingkan Allah di atas segala, bahkan lebih dari diri sendiri (QS 45;32)
Mengutamakan hawa (Personal desire) atau  menuruti apa yang tercetus dalam hati kita, itulah hawa!

Tanpa diajarkan, fitrah kita  haqqul yaqiin bahwa Tuhan kita adalah Rabb pencipta langit dan bumi.

Apakah ada mahluk yang paling yakin melebihi yakinnya iblis akan adanya Allah sebagai rabbu'alamiin? Tapi iblis tidak islam, tidak pasrah pada ketentuan Allah.
Dengan rinci Allah mengurai dialogNya dengan iblis, di Surah Al-A'raf ayat 11 sampai 18.

Apa yang Mama tulis ini, semata-mata ingin mengingatkan. Beragama tak cukup hanya dengan yakin!  Ilmu, Islam dan Iman harus jadi akar hidup dan bekal hidup.
Lepas diri dari segala, agar ringan langkah saat pertemuan dengan Allah.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka belum diuji? (Al-Ankabut 2-3)

Ayo, sayang..

Tinggikan kemanusiaan dan kemerdekaan kita.

























Monday, 6 February 2017

Semua Ada Masanya


Seperti bebenah rumah yang mau kedatangan tamu.
Sisir ruangan dari teras sampai tembok ruang paling belakang.
Menyapu dan pel  lantai, lap debu, rapihkan kamar
Cuci perabot yang manfaat, dan tata baik segala yang berharga
Warisan penerus kehidupan

Demikian juga yang saya lakukan di rumah blog ini.
Kemarin lebih dari seratus postingan dalam draft sudah saya delete
Selanjutnya...
Postingan yang sudah terpublish pun akan saya sortir.
Yang manfaat, dan kira kira dapat persetujuan dari pemilik
kemampuan menulis saya.

Capek juga ternyata mensortir itu. Nggak seperti waktu membuat.
Santai, asal jadi, asal keluar, asal asalan pokoknya!
Padahal semua ada tanggung jawabnya.

Its time for cleaning!
Jika sudah selesai, rehat sejenak.
Nikmati rumah bersih rapih, sambil meneguk minuman segar

Semua ada jatahnya
Semua ada ukurannya
Semua ada masanya




Pertemuan Kita


Ketika angka memudar
 Penghargaan  hambar
Tak butuh lagi pandang

Jari berkeringat mengumpulkan zam zam di sisa waktu
Demi senyuMu saat pertemuan

Kemarin pagi
Buih  kukira kapal berlayar putih
Kegaduhan kukira melodi terindah

Kupandang cantik domba cacat sekarat
Bermata buta denga satu telinga
seharga 1 dirham.


Jauhkan aku dengan kesalahan
Laksana Masyriq wal maghrib
Tercuci dengan tsalji wal barad.

Hibur aku
Seperti Kau hibur ibunda Musa
Tenangkan aku
Dengan bisikanMu di Jabal Tsur

Pertemuan kita 
titik uap kembali pada samudera
membawa serpihan rayhan 99
susuri celah batu
bersihkan  diri dan ilalang

Pertemuan kita
debu menuju Bima Sakti
Genapi  kendaraan Wala' dan Baro'ku

Perjalanan panjang

Semoga... Semoga
Tak ada daun kering berterbangan di sana
Tak ada lipatan yang dilempar ke wajah hina

Hanya
Seteguk air di sisi telaga
Dari tangan lembut kekasihMu
Pengantar
Pertemuan kita
























Saturday, 28 January 2017

Fun Doodle Di Stasiun Tua Bogor


Foto Su Rima.


Waktu pihak  Kriya Indonesia menghubungi via email, saya senyum senyum kecil  dalam hati. Bener nih mau ikutan lukis Doodle?  Buat apa sih?

Hhhmm, sesekali  butuh kegiatan yang mampu membawa kita ke planet lain, bukan?  Tugas dan kewajiban  di bumi terlalu bertimbun, sampai nggak sempat memeluk dan menghibur diri sendiri. Lupa what is fun. Padahal menurut psikolog, unsur fun masih tetap diperlukan berapa pun usia kita.

Fun adalah salah satu stimulan untuk kita tetap eksploring dan kreatif.
So, let's have FUN with what everything we do.


Okeh!
Hari minggu jam 9 lewat dikit, Grab turunkan saya di depan stasiun tua Kota Bogor.
Waktu tanya Petugas informasi, saya harus gunakann Money Card atau free, mereka  nggak bisa jawab. Wajahnya seperti nggak yakin kalau di dalam ada  acara. Terpaksa deh, tunjukin undangan di Instagram.
Bukannya dapat jawaban, malah cengengesan suprise dan koment...
 "Iiihh, Ibu keren, punya Instagram!"
Hushh!!  Hehe, emang kenapa? Situ mau follow?

Iyess, jalur husus sudah menanti. Dan alhamdulillah, kesampean juga keinginan lama, blusukan di gedung buatan Belanda  tahun 1881 ini.

Ruang tamu utama dihiasi lampu ukir gaya Eropa. Serasi manis dengan tirai panjang. Mbak Astri Damayanti mewakili  Kriya Indonesia membuka acara. Menyusul sambutan dari  Kepala DAOPS I Stasiun Bogor, Bapak Jhon Berto.

Pintu dan tembok jaman dulu  nggak bisa dipungkiri kwalitasnya. Ketebalannya mampu meredam bising lalu lalang kereta. Plafon tinggi jadi AC alami.
Terpilihnya lokasi ini bukan sekedar  bahan inspirasi lukisan saja, tapi untuk kenal sejarah dan faham kondisi  perkereta apian di Indonesia.

Pak Jhon bilang, PT KAI  kerap meningkatkan pelayanannya. Seratus persen saya percaya,Pak!
Jumlah armada terus bertambah seiring dengan bertambahnya petugas kebersihan dan keamanan.  2 gerbong husus wanita dengan penjagaan 2 satpam  paling bikin nyaman. Mereka siap mengingatkan penumpang belia untuk mengalah pada lansia/ ibu hamil.

Gerbong yang dulu berisik  suara pedagang, pengamen dan tangisan  anak kecil yang kegerahan, telah  berganti dengan musik lembut DTV. Televisi bermodulasi digital dan sistem kompresi yang mampu menyiarkan sinyal gambar, suara dan data.
Selama perjalanan penumpang mendapat info kecantikan, traveling, film, hingga kalimat bijak para filusuf.

Di jam-jam kerja  masih padat penumpang, tapi  AC bekerja sempurna, jadi nggak bikin emosi. Badan nggak oleng dadakan kayak dulu, entah kesenggol box dagangan atau copet?

PT KAI menurut saya sudah cukup berbuat. Tinggal masyarakat yang harus pandai menjaga. Pernah saya lihat ada ibu yang membiarkan anaknya membuang bungkus snack begitu saja. Langsung saya pungut, nggak peduli liat wajah dia bengang bengong.
"Ibu, simpan sampah ini. Nanti buang di stasiun tempat ibu turun!"

Saat yang lain, ada sisa permen lengket di lantai, ibu di sebelah saya langsung ambil dengan tissue. Alhamdulillah, masih lebih banyak penumpang sadar kebersihan dan tau bersyukur.

Foto Su Rima.


Pak Jhon  curcol. Warga di pinggir lintasan masih saja  ada yang mengidap penyakit iseng. Kereta mulus, baru beroperasi satu hari dilempari batu.
Belum lagi pencurian mur, bantalan rel, pengrusakan pagar pembatas. Yang paling ngenes kalau disalahkan jika ada kecelakaan di pintu lintasan.
Beliau  berharap Pemda dapat bekerja sama, dan blogger jadi penghimbau  lewat tulisan.

Usai memberi sambutan, blogger diajak keliling ruangan atas berlantai kayu. Sebagian besar kosong. Mungkin karna kecanggihan administrasi modern nggak membutuhkan lagi ruangan besar. Mungkin...

Foto Su Rima.



Besi tempa dan grendel pintu berbahan kuningan sudah pasti jadi sasaran kamera saya. Begitu rombongan keluar ruangan, langsung saya nikmati.
Sampe lupa lho, ambil jatah donat dan susu coklat di Dunkin. Untung masih punya kupon makan siang Hokben.

Oh ya, mumpung bisa ngobrol dengan pak Jhon, saya ungkapkan rasa terimakasih  penuh bangga. Musholla Bogor paling megah, indah dan bersih dibanding staiun stasiun lain.

"Tapi, masih saja ada yang mengeluh,Bu" Kata beliau diiringi senyum sabar.

Foto Su Rima.

Foto Su Rima.

Foto Su Rima.
Foto Su Rima.

Terpenuhi sudah kepo saya selama ini. Suka penasaran dengan misteriusnya gedung tua.  Apalagi rumah tua pecinan di kota sana. Kenapa ya, warga Cina senang rumahnya terkungkung teralis tanpa hangat matahari?

Jam 10 lewat. Saatnya Nge-Doodle!
Sama enaknya dengan saat nge-noodle.
Pak Ray mewakili Stabilo Indonesia, menerangkan kelebihan spidol Stabilo  asal Jerman ini.  Brand yang kadung lengket di benak ini ternyata aman buat anak-anak. Telah diuji bebas racun dengan cara meneteskan tinta ke styrofoam, tinta nggak  menyerap sedikit pun.

Ujung sipdol berukuran  2mm membuat nyaman saat menggambar dan mewarnai sudut-sudut.  Ada 30 macam warna-warna cerah   dengan 3 varian. Nggak heran  kalau dijadikan petunjuk warna oleh ibu ibu saat belanja baju. Hijau stabilo... Biru stabilo.

Foto Su Rima.

Foto Su Rima.

Tangan Mbak Tanti sang guru Doodle, mulai lincah beraksi membuat coretan asal.  Perlahan berubah jadi bentuk bermakna.

Pernah nggak, corat coret di halaman belakang buku tulis karna ngambek, kesal atau bosan dengan penjelasan guru di depan kelas? Nah, kayak gitu!
Nanti gambar nggak puguh itu akan memancing imajinasi. Tangan kita semakin lancar menuangkan ide ide unik. Gambar bebas, nggak terikat kaidah melukis.
Gambar gedung bertumpuk, ngak logic, nggak nyambung, warna warna tabrak lari nggak bertanggung jawab pun boleh! Namanya juga free hand art.

Doodle dalam bahasa Indonesia berarti coretan untuk membantu manusia berpikir.
Berasal dari  lampiasan  rasa seni manusia purba di dinding-dinding gua. Istilah doodle  sendiri muncul di abad ke 17.

Awalnya bingung , mau gambar apa? Sambil bikin lengkung, garis, bulatan asal, ahirnya berkembang ide lanjutan.
Apalagi Mbak Tanti mau meminjamkan spidol warna lain. Jatah dari Stabilo cuma 4 sih! Bikin mampet ide! Haha, bilang aja nggak punya ide!

Sayang, waktu sempit. "Dilanjut di rumah yaa" Kata Mbak Tanti.
Kesimpulannya, doodle itu cocok buat mahluk kayak saya yang  nggak punya bakat melukis.
Ini di hasilnya! Setengah doodle, setengah lukisan anak TK.
Yang penting dapat nikmatnya. Masuk ke planet masa kecil.

Sampai rumah, selameeet.... Nggak diketawain suami dan anak-anak.
 "Asal Mama Senang" ngkali yaa.


Foto Su Rima.

Buat sahabat-sahabat blogger yang belum dapat kesempatan, bisa ikutan STABILOpreunuer.
Jika sudah punya akun Lazada di salah satu officialnya, berhak mendapatkan voucher belanja di Lazada. Intensivenya juga dapat , setiap membelanjakan voucher.

Terimakasih Stabilo. Benar benar berkesan fun doodle di Stasiun Tua Bogor.


























Sunday, 22 January 2017

Kalau Dapat Singkong Jelek



Ibu satu ini masih rutin bawakan saya hasil kebun, tempat anaknya kerja.
Sudah saya sarankan agar dijual saja buat beli beras, tapi kekeh dia  mau bersedekah buat saya, dan kalau dijual di kampung pun dihargai murah.

Ya sudah pasti, karna Singkong/Ubi/Pisang/Bangkwang yang ia bawa rata-rata 40%  rusak. Tapi saya terima saja niatnya lalu kasih uang lelah.
 Kata pak suami... "Ma, kok kita  jadi kayak belanja rutin beginian, ya?"

Bener juga sih, tapi saya belum punya ide/ solusi supaya ibu itu punya usaha. Apalagi menyemangati orang! Nggak lihai.
Paling idenya, mau diapain sedekah ini? Singkong sudah berbintik hitam kan nggak enak digoreng.

Foto Su Rima.


Ingat zaman kecil dulu.
Tiap pulang dari pasar,  ibu sering bawakan Cendil makanan kesukaan saya. Jajanan campur campur dalam satu wadah daun itu salah satunya ada singkong parut kasar. Kalau nggak salah namanya Sawut.

Makanan sederhana tanpa ribet. Yang awam masak pun pasti mudah mereka bahan dan cara bikinnya.
Cuma kukus singkong yang sudah diparut kasar. Lalu taburi parutan kelapa yang dudah dibubuhi sedikit garam dan gula pasir. Atau pakai irisan gula jawa juga enak.

Pisang digoreng, bangkwang bikin asinan, sementara ubi belum tau mau diapain?
Ubi setengah rusak baunya sudah beda.

Semua saya masak satu kali, hawatir tambah waktu tambah rusak.
Barang sedekah, kita sedekahin lagi buat banyak orang. Dari pada cuma mikir ... Kenapa dikasih makanan rusak?
Kita juga sering kecewa begitu buka belanjaan dari pasar,kan?
Ya sudah, kita bikin menu kampung yang asik asik  kalau dapat singkong jelek.













Saturday, 14 January 2017

Kita Mimpi Yuk!






Nggak mungkin saya  jadi Olynda. Gadis  bermata bulat dengan rambut ikal coklat bergelombang  besar. Designer belia yang tinggal di kastil  nyonya  bangsawan, clientnya.

Nggak mungkin  duduk di perpustakaan  berinterior Eropa klasik. Tenggelam di sofa baca warna mocca  serasi dengan warna pita   merah jambu  di pinggang saya. Renda putih romantis di leher baju membingkai  wajah lembut. Sesekali kerlip  bross warna ungu tua yang  tertimpa cahaya lampu krital membias di pipi dan dagu.

Apa lagi yang ini...
Putra tunggal clientnya yang lama sekolah di luar  negeri  tiba tiba memasuki ruang. Di sana awal cinta tumbuh. Saya jadi Olynda yang mampu membuat wajah dingin cerdas itu mencair  hangat penuh rindu. Meski harus berjibaku dengan kobaran cemburu melihat sang pangeran selalu dikelilingi gadis gadis berkelas.

Hihi, Blass!...Nggak mungkin samsek!
Itu mah ngayal Babu, kata anak sekarang.


Dahulu motivator Mario Teguh merancang mimpi. Punya rumah besar lengkap dengan kolam renang di dalam ruang. Sebegitu rinci angannya hingga mencatat berapa ketinggian permukaan  kolam. Dan semua terwujud persis.

Kata orang sukses, bermimpilah mumpung  gratis! Mimpi adalah masa depanmu.
Bermimpilah! Mimpi akan menggerakan tenaga untuk meraihnya.

Bahkan saya alami, impian waktu jadi   korban novel Barbara Cartland itu datang menghampiri tanpa usaha.
Di luar bayangan, saya uapkan mimpi bersama  orang orang tercinta.
Memang cuma patahannya, namun jadi anugerah besar karna  pemilik diri ini menunjukkan ke maha-an sifatNya. Ia pengabul segala keinginan  meski kecil sembunyi  tertutup batu hitam di malam pekat.






Bermula dari kepergian saya dan keluarga ke Bandung untuk hadiri acara Wisuda. Saya agak trauma cari penginapan di pusat kota saat acara penting kampus.

Pengalaman waktu anak ke dua mau daftar ulang di ITB, kami kehabisan penginapan. Keliling sampai magrib belum ketemu juga. Hingga usai sholat dan ngaso di masjid baru kami dapat jawaban yang membahagiakan dari resepsionis Home Stay. Ada sisa 1 kamar kosong, bisa booking buat 4 hari mendatang, alhamdulillah.
Kami dapat rumah tua  di pojokan daerah Suka Jadi, nggak apa-apa!
Printilan toilet jadul  dan sprei putih hampir menguning, ihlas! Yang penting anak saya nggak telat ke kampus, dan saya bisa menemani sarapan sambil kasih support.

Sekarang hari wisuda kakaknya. NHI perguruan tinggi negeri juga, jadi kasusnya sama dengan ITB, penginapan sekitar kampus sudah full booking oleh keluarga dari daerah daerah terdekat hingga  ujung Indonesia.

Saya pasrah jika dapat penginapan seperti dulu. Nggak berani tanya-tanya namanya apa, tempatnya di mana, ke anak yang sudah booking. Hawatir keluhan saya merusak suasana.
Dalam perjalan saya  cuma banyak syukur  menikmati kebersamaan. Sebab untuk pertama kalinya kami sekeluarga bepergian sejak pak suami pulang dari rantau.


















Foto Su Rima.


Langit mendung dan pepohonan basah menyambut kami di depan bangunan putih antik. Jendela kayu berkisi  berderet tinggi tinggi . Ada ayunan  kayu, lebar beratap kain, menghadap taman. Restaurantnya out door di sisi kanan gedung. Bergantungan kap lampu berseling sangkar burung berukir, semua serba putih. Eropa banget!

Dan begitu  masuk lobby, mimpi saya membentang!
Ruangan berinterior eropa klasik dengan lampu lampu redup romantis. Ruang perpustakaan berlampu baca tua, persis gambaran benak saya waktu jadi Olynda.



Haduh!! Rasanya kepengen jingkrak-jingkrak kayak ABG penggila drama Korea ketemu idolanya. Saya ingat  ajaran sahabat saya untuk  memaksimalkan Pre Frontal Cortex, bagian otak penahan  keinginan dan pengendalian diri, demi melawan otak reptil yang terlalu cepat mendesak desak bereaksi.

Saya memilih tinggal di kamar waktu pak suami dan anak anak  ajak makan mie kocok. Luapan bahagia saya tuntaskan dengan menyusuri semua sudut ruang penginapan yang kebetulan sedang sepi.

Susuri lorong sejuk  yang diterangi lampu dinding. Ada suprise di ujung sana. Pucuk pucuk Pinus di balik kaca berbulir hujan.
Di  sudut lantai  bawah bisa lihat teropong bintang , gramaphon, dan alat musik tua. Pokoknya  ambil gambar sampe kenyang,

Setelah puas, baru nikmati tempat tidur lembut harum, bersisian dengan tirai anggun menjuntai dengan motiv khas.
Entah bagaiman dalam pandangNya, melihat saya tersipu malu dan bersyukur  menerima hadiah.





Allah terlalu kaya dan santun. Malu bila tak mengabulkan harapan. Mungkin di bumi kita dapat seperempat patahan atau kurang dari itu. sisanya dibayar kontan pada hari "Perjumpaan" Insya Allah.

Eh, ada lagi mimpi saya yang lain. Ingin punya panti asuhan, balai pertemuan dhuafa tempat berbagi ilmu, dan satu mimpi spectakuler masa kecil masih tersimpan rapih dalam kotaknya.


Bermimpilah bahkan untuk hal yang mustahil sekali pun. Karna mimpi adalah doa. Bermimpilah setinggi langit. Andai jatuh, kita jatuh di antara bintang.

Ada stiker guyon nulis begini...
Bikin alis nggak usah  tinggi-tinggi, karna  bukan mimpi atau cita-cita. Hihi.

Kita mimpi,yuk!
























Saturday, 7 January 2017

Pikiran Sore...


Seorang teman mengadu. Ada ustad tanya begini waktu kajian.

Mana yang lebih baik?
Kafir tapi baik hati, atau
Muslim tapi jahat?

Mana yang lebih baik?
Wanita berhijab tapi melawan suami
Atau wanita tak berhijab tapi taat pada suami?

Ah, ini sama dengan...
Muslim korupsi
Atau kafir tapi jujur?

Lalu sang ustad menjawab sendiri.
Kafir  dan perempuan  tak berhijab lebih baik.

Sebenarnya itu bukan pertanyaan, tapi perbandingan yang tidak pas.
Dan tidak ada pilihan karna keduanya salah. Jauh dari kebenaran.


"Kebenaran itu relatif,Mbak". Kata teman saya lagi.
No! Kebenaran hanya satu, Ia  datang dari  Allah. Absolut!

***


Ustad seperti dukun
Dukun seperti Ustad

Artis seperti ustad
Ustad seperti artis

***


Mengaku muslim.
Padahal cuma "Merasa" muslim.
Iman sudah tercabut perlahan.
Masuk dalam kelompok abu abu
Kelompok yang sudah ada sejak Rasulullah hidup
Mereka mendirikan sholat, berzakat, berhaji, bahkan ikut berperang
Namun hati berpenyakit. Benci melihat muslim bersatu kuat

Sebagian lain
Berpola pikir plagiat. Pemahaman  Kuffar diangap keren.


Pilah pilih ayat sesuai hawa nafsu
Mengatakan Raainaa, padahal Allah bilang Ra'iinaa.
Senang pada ayat mutasyabihah.

Katanya, cuma Allah yang bisa menafsirkan Quran dengan benar.
Padahal kalimat itu bertujuan  melegalkan pemahaman liar atas firman.

Kelompok ini bermesraan dan lembut pada musuh Allah
Keras dan kasar pada saudara seiman

***

Seorang muallaf mengeluh, persyaratan masuk Islam perlu uang administrasi. Padahal ia tengah terluka. Terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan.
Banyak muslim kurang faham.
Salah satu Ashabul Ahnaf adalah  Muallaf.

***

Berlompat lompat pikiran sore ini
Semoga kita tak  "Merasa" muslim

Bukankah Firaun merasa dirinya Tuhan?
Bukankah Nabi Yunus merasa cukup berdakwah?
Bukankah Nabi Musa merasa cukup arif?

Cepat mengubah diri sebelum Allah mengganti dengan kaum lain.

Dan barang siapa yang berpaling dari ketaatan pada Alah, maka niscaya Allah akan menggantikanmu dengan kaum lain. Mereka mencintai  Allah dan Allah mencintai mereka. (QS Muhammad 38)
Tak ada lagi kenikmatan lain, selain mendapatkan cinta Allah.

Apa saya juga termasuk orang yang "Merasa"?
Wallahu 'aliimum bizatissuduur.

Pikiran Sore...













Tuesday, 3 January 2017

Saya Dan 2016


Di ujung 2016, nggak ada resolusi-resolusian. Malam gembira (Bagi orang)  lewat begitu saja seperti tahun tahun kemarin.
Yang enak sebetulnya menulis di blog yang hampir berlumut ini. Tapi masih banyak urusan. Urusan hati!

Ada sedih...
Beruntun 2 orang sahabat wafat. Menyusul  (Ambang 2017) putra tetangga yang sejak bayi suka main di rumah, termasuk korban kecelakaan kapal Express Zahroh yang terbakar.
Hari ini jenazahnya masih ditunggu karna proses panjang di Rumah Sakit dan Kantor Polisi.

Ya Allah, terbayang terus senyum ramahnya sembari panggil-panggil dari jauh di mana pun kami ketemu.
Menurut sahabatnya yang selamat, ia sempat menolong orang lain sebelum  terjun.

"Kamu baik bener! Serasa kamu hadir waktu papamu kasih lihat tante 2 foto besarmu"

Ada problem...
Rumah kami mau dibeli. Jadi harus cari rumah lagi.
Susah ya cari rumah tuh! Seperti cari pasangan hidup. Harus bener bener klik di hati.

Rumah baru banget pasti Ok di mata. tapi begitu diketok, dinding berasa kopongnya. Hehe, nggak bisa becanda dorong-dorongan dong ya! Udah gitu sempit ( type 120). Kurang seru kalau lagi ngambek sama pak suami, nanti cepet baikan! Hihi

Semoga dapat yang terbaik. Harga murah, model nggak norak, adem, strategis, enak buat beribadah dan bermuamalah. Amiin.

Ada Takut...
Hmmm... Nggak usah diceritain deh. Manusia kan diuji dengan kepalaparan dan ketakutan. Jadi keep aja soal ujiannya. jawab diem diem.

Alhamdulillah masih punya bahagia.
Pagi petang lihat pak suami dan anak anak sudah kelar mandi dan berangkat ke masjid sama sama. Nggak ada yang melebihi dari itu.

Selamat tinggal 2016!
Entah cerita apalagi di depan? Bagaimana pun cuaca hati, semoga Allah beri kepandaian  menghitung matematikanya sabar syukur dan selalu ingat ucapan yang Dia ajarkan "Innallaha ma'anaa"