Wednesday, 23 August 2017

Jangan Lewatkan Masa Penting


Ini sudah setahun, bapak baru kena flu lagi, normal saja sebetulnya.
Cuma hawatirnya karna baru kali ini di usia kepala 9 tensi darah bapak naik.
Perkiraan dokter akibat kebiasaan begadangnya menghabiskan bacaan.

Saya jenguk bapak jelang magrib, rumahnya semua gelap. Di teras ada antaran makanan entah dari siapa?
Ibu warung di seberang yakin bapak ada, sebab yang terlihat pergi  siang tadi hanya ibu dan adik (tiri).

Sambil deg-degan "Netting" ( Negativ thinking), saya coba panggil. Alhamdulillah bapak menyahut sambil terbatuk.
Lalu anugerah cinta Allah yang dititipkan ke bapak  saya nikmati lewat mata cerahnya  waktu pintu terkuak

Sehabis sholat dan menemani bapak makan, kami nonton curhat sesal veteran Belanda pada masa okupasi paska Jepang hengkang. Saya tahu, meski semangat tapi sebetulnya bapak ngantuk akibat reaksi obat batuk.

Diam diam saya mengutuk, banyak kesempatan terlewat karna prioritas, kesibukan, dan segala macam. Padahal beliau yang duduk di samping saya ini kerap menyimpan rindu dan banyak menaikkan doa. Doa yang sewarna dengan doa saya buat anak-anak di tempat jauh.

"Bapak tidur dulu" Katanya.
Tapi bajunya basah keringat. Kali ini saya minta bapak menurut. Tidur dengan baluran minyak kayu putih dan baju bersih pasti lebih nyaman.
Saya dengan adik yang kebetulan baru datang, sama sama merapihkan bapak.


Sampai saya pulang, bapak masih tidur. Biasanya setiba di rumah bapak langsung cek apa saya sudah sampai atau belum? Kali ini ibu yang telepon pagi pagi hanya untuk sampaikan...
" Bapak bilang, biar pun di kamar, bapak bahagia dengar suara anak-anak di luar"

Fabiayyi alaa i rabbikumaa tukazzibaan





No comments:

Post a Comment