Saturday, 14 October 2017

Pengusaha Muslimah Dari Bogor


Foto Su Rima.

Keinginan terbesar saya, punya penghasilan tanpa banyak meninggalkan rumah, banyak sedekah, bisa berbagi ilmu, urusan rumah kelar, tapi hobby tetap jalan.
Apa mungkin?

Tidak ada yang mustahil. Lihat Nisa Rakhmania. Sosok wanita muslimah yang jadi pilihan Komunitas Blogger mulimah untuk dikunjungi. Salah satu agendanya adalah PEM  (Program Eduvisit Muslimah). Kami diberi kesempatan belajar, gali ilmu dari wanita mandiri yang banyak memberi inspirasi.

Saya dan 2 sahabat lebih dulu hadir karna warga Bogor. 
Rumah produksi tas Etnik yang dikelola Nisa  berpagar tinggi cat hijau sesuai dengan label tas "Heejou", identik dengan Go Green
Tidak sulit mencari karna cuma 50 meter dari terminal Laladon-Bogor.

Begitu masuk sudah kedengaran suara mesin jahit bersahut-sahutan. "Bau Duit" kalau kata orang China yang menganggap rumah kotor, berisik, penuh barang itu bau duit.
Tapi rumah ini bersih. Pekerjanya serius . Tidak ada bicara atau canda sia-sia
Nisa sang owner berbicara pelan saat beri intruksi. 
Senyumnya mengembang ramah tulus begitu menyambut. Hampir salah! Saya kira ia  Blogger juga. 

Jam 10 sudah lewat. Acara sedikit molor dari rencana karna perjalanan rombongan  Jakarta tersendat.

Acara diawali dengan sambutan Founder Blogger Muslimah Mbak Novia Syahidah . Panggilan akrabnya "Uni" karna asal Sumatera Barat. 
Siapa kami dan maksud kunjungan pun diutarakan. Di susul dengan perkenalan masing-masing anggota .
Semua berjalan lancar dan akrab di ruang depan berkarpet dengan suguhan kue has Bogor. Terimakasih Nisa :)
Dan sampailah pada inti acara yang kami nanti. Nisa menceritakan perjalanan usahanya.

Foto Mutiah Ohorella.


AWAL USAHA

Nisa tidak langsung bikin tas. Tapi sebelumnya bergabung dengan teman teman kampus IPB memproduksi boneka Holtikultura. Pemasaran masih di sekitar kampus dan moment tertentu.
Tapi penghasilannya lumayan bagus.

Saya sangat percaya bahwa mempelajari kekurangan dan kesulitan orang lain akan menumbuhkan ide berbisnis. Nisa mengalaminya. Tiap menjaga toko ia perhatikan dosen dan mahasiswa banyak menggunakan kantong plastik belanja untuk membawa dokument. Atau tas bekas seminar yang bagian tulisannya mereka balik ke arah badan.

Ide timbul, semangat juga timbul. Apalagi setelah tahu  salah seorang pelayan toko mahir menjahit.
Dari 10 tas sample (Untuk Display) akhirnya berkembang terus sampai butuh pekerja lebih banyak.

PAHIT MANIS WIRAUSAHA

Foto Mutiah Ohorella.

Sempat kami ngobrol berdua. Lalu terlepaslah kata kata saya tentang produk rumahan yang tengah mandek "Bikin produknya gampang, pemasarannya yang susah!"
Sambil senyum Nisa menjawab lembut, "Jangan katakan susah, nanti Allah benar-benar akan membuatnya susah!"
Nasehat pendeknya sangat membekas. Memang beda yaa, kalau yang bicara sudah mengalami sendiri. Bisa jadi itu salah satu prinsip yang membuatnya sukses.

Memang ia pernah menahan sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman pengelola boneka. Pernah alami kerugian ulah distributor ingkar janji. Dan puncaknya ketika tas-tas 1 kamar belum juga terjual. Bagaimana nasib usaha? Bagaimana dapur pekerja?

Tapi hasil tak pernah menghianati usaha. Ihtiar dan sabar selalu berbayar janji Allah. 
Postingan blog tentang produknya menduduki tempat teratas di google. Trans TV memilih Nisa sebagai panutan dalam acara rutin mereka "Bosan Jadi Pegawai" dalam 1 jam tayang.
Kontan si tas "Heejou" dikenal masyarakat luas. Kepercayaan tumbuh dan pesanan bertubi tubi datang. Alhamdulillah... Semangat pun kembali berkorbar  dan makin percaya diri.

Rumah di atas lahan luas itu sudah jadi milik Nisa. Tenaga kerja terus bertambah hingga 17 orang. Meski demikian gadis yang masih memendam cita-cita ingin punya sekolah ini, pembawaannya tetap sederhana, membumi, dan lembut.

TIPS MENJALANKAN USAHA

1. Pencitraan

Pencitraan perlu. Bagaimana orang akan  kenal produk kita jika hanya dari mulut ke mulut?
Gunakan media sosial dengan optimal. Off line mau pun on line harus dijadikan sarana promosi.
Di samping itu, tingkatkan terus kwalitas barang.

2. Rela Irit

Demi meminimalisir biaya, Nisa cari pekerja dari orang terdekat .
Disiplin dan tertib pembukuan adalah penting. Tidak heran bila suntikan dana 100 juta  malah awet tidak terpakai. Omzet pun pernah menyentuh angka yang lumayan.

3. Perhatikan Selera pasar

Tak segan-segan ia mencari ide lewat, pekerja, pembeli mau pun distributor.
Saat saya beli tas, pilihan jatuh pada tas kecil bartali panjang dengan kantong luar tertutup.
Nisa tanya, "Kenapa ibu pilih tas ini?"
Baru sekali lho, saya dapat pertanyaan seperi itu! 
Dan saya jawab... "Tas ini cocok buat ke ATM. Isinya cukup untuk Ponsel, dompet, dan kacamata. Tali panjang sangat memudahkan saat saya harus menjinjing 2 tas belanja. Sedang kantong luar untuk simpan daftar belanja. Saya tidak perlu lagi buka dompet inti"
Nisa mengangguk angguk faham. Kelihatan agak suprise dengan jawaban saya.

4.  Ikut Komunitas

Nisa menyarankan hendaknya  wirausaha ikut komunitas. Menjadi anggotanya seperti dibimbing pelatih terjun payung handal penguasa medan yang tak mungkin mencelakai.
Mereka bukan pesaing, malah saling berkait satu sama lain. Bila ada pekerjaan yang tak sanggup diselesaikan, produk bisa dilempar ke anggota lain. Bagi bagi rejeki.
Bukan hanya informasi toko bahan murah saja yang di dapat, berapa harga jual di pasaran, dan bagaimana strategi pemasaran pun bisa.

Cuma pesan Nisa, jangan langsung minta segala begitu jadi anggota. Baiknya berbuat dan banyak manfaat dulu buat yang lain. 

PROSES PEMBUATAN TAS


Foto Mutiah Ohorella.

Foto Mutiah Ohorella.Foto Mutiah Ohorella.


Tentu kunjungan tidak sempurna tanpa lihat proses pembuatan. Di ruang garasi ada 5 mesin jahit. 
Seorang ibu tengah teliti menjahit sambil pegang kuat bahan. Konon bagian tali tas paling rumit. 
Sementara di ruang lain memasang resleting , label. mengukur dan memotong. Nyaris tanpa suara apalagi canda. Kami asik berkeliling, ambil gambar, sekaligus belanja hingga tak terasa waktu zuhur datang.

KELEBIHAN TAS HEEJOU



Foto Mutiah Ohorella.

Foto Mutiah Ohorella.

Foto Mutiah Ohorella.

Foto Mutiah Ohorella.

Agara lebih percaya diri, pedagang perlu tahu detil tentang kelebihan dan kekurangan produknya dibanding produk lain.
Jahitan tas Heejou halus rapih. Ujung kiri kanan lapisan dalam diberi bahan tebal kokoh. Ini bagian  yang paling sering terlepas jahitannya, ahirnya bolong di pinggir. 

Rasanya belum cukup lihat dan tanya-tanya. Sisa waktu satu setengah jam hanya bisa untuk sholat, makan siang dan bikin Craft Bunga Tulip.
Mbak Neny  ajari kami membuat bunga tulip dari kain perca. Mengerjakannya penuh guyon sampai tak terasa sebentar lagi jam kerja habis.
Sebelum foto bersama, kami dikejutkan dengan bingkisan keren dari Nisa. Horeee!!  2 clutch cantik terbungkus rapih buat kami. 

Foto Mutiah Ohorella.


Foto Mutiah Ohorella.

Alhamdulillah, semoga Heejou makin ngetop dan laris.
Terimakasih  Mbak Nova dan Mbak Neny atas keihlasannya menggiring kami untuk belajar. 
Terimakasih atas semua ilmu dan nasehatnya, Nisa Rakhmania, pengusaha muslimah dari Bogor.



Foto Mutiah Ohorella.























1 comment:

  1. tasnya cakep2 dan rapi pengerjaannya...
    rasa2 pernah lihat deh merk tas ini, punya seorang kawan
    inspiratif ya mbak, tekun membina usaha sendiri

    ReplyDelete